Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

  • account_circle Afidatul Asmar
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 352
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Seperti halnya sutra Bugis yang ditenun helai demi helai, takwa pun dibangun melalui latihan yang berulang: menahan diri, menahan emosi, menahan keserakahan. Ramadhan adalah bulan ketika manusia belajar menenun dirinya sendiri.

Filosofi Cura’ La’ba

Dalam tradisi tenun Bugis, terdapat konsep yang dikenal sebagai Cura’ La’ba, yang secara sederhana dapat dimaknai sebagai ragam motif yang memiliki makna luas dan mendalam.

Motif-motif pada Lipa’ Sa’be tidak dibuat secara sembarangan. Setiap pola memiliki simbol, mulai dari motif Cura’ Cadi, Siko-Siko, hingga Dang Cobo yang menggambarkan keseimbangan hidup.

Dalam perspektif antropologi budaya, simbol seperti ini disebut sebagai sistem makna sosial. Antropolog terkenal Clifford Geertz menyebut budaya sebagai “jaringan makna” yang ditenun oleh manusia sendiri.

Menariknya, Islam juga menggunakan simbol-simbol spiritual yang membentuk kehidupan manusia. Puasa bukan hanya menahan diri, tetapi juga menenun makna dalam kehidupan sehari-hari.

Sutra dalam Sejarah Peradaban

Sejak abad ke-13, sutra dari Sulawesi sudah dikenal dalam jaringan perdagangan dunia. Catatan perjalanan Marco Polo bahkan menyebutkan bahwa wilayah Asia Tenggara memiliki komoditas tekstil yang sangat diminati oleh pedagang internasional.

Dalam sejarah jalur perdagangan global yang dikenal sebagai Silk Road, sutra menjadi simbol kemewahan sekaligus simbol peradaban.

  • Penulis: Afidatul Asmar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purnamasidi, Anggota DPR RI, Reses di Lumajang Bahas PIP: Saya Akan Terus Perjuangkan Hak Peserta Didik Kita di Pusat

    Purnamasidi, Anggota DPR RI, Reses di Lumajang Bahas PIP: Saya Akan Terus Perjuangkan Hak Peserta Didik Kita di Pusat

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024–2025, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Muhamad Nur Purnamasidi, memulai agenda kunjungannya dengan menyapa ratusan warga di Desa Klampokarum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jum’at, 20 Juni 2025. Dalam kegiatan tersebut, politisi yang akrab disapa Bang Pur itu berdialog langsung dengan para ibu-ibu yang mayoritas […]

  • RUU Polri Jadi Sorotan, Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Muda Sampaikan Kajian ke Komisi III

    RUU Polri Jadi Sorotan, Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Muda Sampaikan Kajian ke Komisi III

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    “Hukum harus berdiri di atas prinsip keadilan. Karena itu, setiap perubahan kebijakan yang menyangkut institusi penegak hukum perlu dikaji secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesan adanya kepentingan politik yang lebih dominan dibanding kepentingan publik,” kata Randi. Sementara itu, Koalisi Aktivis Muda Indonesia (KAMI) menilai usulan perpanjangan usia pensiun berpotensi memengaruhi proses regenerasi dan pengembangan karier […]

  • Lapar Menguji Likuiditas Iman

    Lapar Menguji Likuiditas Iman

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Akhirnya, Ramadhan adalah laboratorium likuiditas. Lapar menguji apakah iman kita cukup cair untuk mengalir menjadi kasih sayang. Jika setiap magrib kita hanya sibuk menutup defisit perut, tapi lupa menambah surplus amal, maka laporan tahunan kita akan penuh catatan koreksi. Semoga setelah sebulan, kita tidak hanya lulus ujian lapar, tetapi juga memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian […]

  • Aset Langit

    Aset Langit

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Sebagai akademisi akuntansi, saya melihat perlunya reposisi paradigma. Ramadhan bukan hanya periode akselerasi ibadah, tetapi momen restatement laporan hidup. Kita menilai kembali aset mana yang benar-benar produktif. Apakah jabatan? Apakah popularitas? Atau justru doa ibu yang selama ini kita abaikan? Dalam neraca langit, bisa jadi doa ibu itu adalah aset terbesar yang selama ini tidak […]

  • Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

    Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 539
    • 0Komentar

    Hal ini disampaikan Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, dalam seminar posisi hilal penentuan awal Syawal 1447 H di Jakarta, Kamis (19/3/2026). Cecep menjelaskan bahwa berdasarkan hasil perhitungan astronomi (hisab), pada 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada rentang 0 derajat 54 menit 27 detik […]

  • Tuhan itu Maha Pengampun, yang tidak Manusia

    Tuhan itu Maha Pengampun, yang tidak Manusia

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Orang NU kalau melihat bencana biasanya langsung bilang, “Ini bukan murka Tuhan, tapi kelalaian manusia.” Gus Dur malah lebih tajam: “Tuhan itu Maha Pengampun, yang tidak pengampun itu manusia”terutama kalau sudah pegang izin tambang. Di Aceh dan Sumatera, izin usaha ekstraktif tumbuh lebih subur daripada pohon mahoni. Bedanya, mahoni menahan air, izin tambang menahan akal […]

expand_less