Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

  • account_circle Afidatul Asmar
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 544
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menariknya, para ulama sering menggambarkan proses pembentukan karakter manusia dengan metafora kerja yang penuh kesabaran. Sebagaimana tanah yang harus diolah sebelum ditanami, atau besi yang harus ditempa sebelum menjadi kuat, demikian pula manusia yang harus melalui latihan spiritual agar menjadi pribadi yang matang. Dalam konteks ini, puasa tidak hanya melatih tubuh menahan lapar, tetapi juga melatih jiwa untuk menahan ego, amarah, dan keinginan yang berlebihan.

Di sinilah kebudayaan lokal sering kali menyimpan pelajaran moral yang tidak kalah dalam dibandingkan dengan teori-teori sosial modern. Tradisi menenun sutra Bugis, misalnya, secara simbolik mengajarkan bahwa kehidupan adalah proses panjang yang membutuhkan kesabaran kolektif. Ketika generasi muda mulai meninggalkan tradisi ini, yang hilang sebenarnya bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai kesabaran dan ketekunan yang diwariskan melalui praktik budaya tersebut.

Karena itu, menjaga tradisi seperti Lipa’ Sa’be bukan semata-mata upaya melestarikan warisan budaya, tetapi juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya. Dalam bulan Ramadhan, pesan ini terasa semakin relevan: bahwa manusia yang baik tidak lahir dari proses yang instan, tetapi dari kesabaran yang dirawat, dari karakter yang ditempa, dan dari nilai-nilai yang ditenun perlahan dalam perjalanan hidupnya.

Ramadhan dan Kesabaran yang Ditenun

Puasa Ramadhan sering dipahami sebagai ibadah menahan lapar dan haus. Namun dalam Al-Qur’an, tujuan puasa jauh lebih dalam.

Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Dalam tafsirnya, Ibn Kathir menjelaskan bahwa takwa dalam ayat ini lahir dari latihan kesabaran dan pengendalian diri. Dengan kata lain, puasa adalah proses menenun karakter manusia.

  • Penulis: Afidatul Asmar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CIMB Niaga dan IIJ Luncurkan Sustainability Journalism Fellowship 2026, Sediakan Dana Rp200 Juta untuk Jurnalis

    CIMB Niaga dan IIJ Luncurkan Sustainability Journalism Fellowship 2026, Sediakan Dana Rp200 Juta untuk Jurnalis

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 359
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PT Bank CIMB Niaga Tbk bekerja sama dengan Indonesian Institute of Journalism (IIJ) meluncurkan program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026, sebuah inisiatif yang membuka kesempatan bagi jurnalis Indonesia untuk mengembangkan ide keberlanjutan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan. Program ini juga mendapat dukungan dari Global Reporting Initiative (GRI), organisasi internasional yang […]

  • Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA) mengadakan rapat pengurus yang menghasilkan keputusan penting dalam struktur kepengurusan organisasi pada tanggal 21 februari 2025, hotel gred said Jakarta. Pada rapat DPP GENINUSA itu secara resmi menetapkan Bapak Imam Nahrowi (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia periode 2014-2019) sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA. Ketum […]

  • Aliansi Pemuda Kalumbatan Soroti Lemahnya Pengawasan Proyek Kampung Nelayan Merah Putih

    Aliansi Pemuda Kalumbatan Soroti Lemahnya Pengawasan Proyek Kampung Nelayan Merah Putih

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Namun, apabila aktivitas masyarakat masih berlangsung tanpa pengendalian yang memadai, hal itu menunjukkan bahwa sistem pengawasan belum berjalan efektif. “Kalau imbauan pemerintah desa saja tidak mampu diimplementasikan di lapangan, lalu siapa yang bertanggung jawab mengendalikan kawasan proyek? Jangan sampai proyek nasional terlihat seperti proyek tanpa pengawasan yang jelas. Negara mengalokasikan anggaran besar, maka masyarakat juga […]

  • Ritual Mappeca Sure (Bubur Asyura); Tak Sekedar Memperingati Tragedi

    Ritual Mappeca Sure (Bubur Asyura); Tak Sekedar Memperingati Tragedi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Fajar baru saja menyingsing di langit Karbala. Angin padang gurun mengalir pelan, membelai tenda-tenda yang berdiri di bawah langit merah muda. Seorang lelaki berusia 58 tahun baru saja menyelesaikan salat Subuh. Ia berdiri hening dalam doa, menatap ke luar tenda, ke seberang padang tempat pasukan besar telah mengepungnya. Empat ribu orang, bersenjata, berbanjar. Sementara di […]

  • Resmi Bertransformasi Menjadi UIN, Kampus Sultan Amai Gorontalo Perkuat Layanan Akademik Berbasis Parental Control

    Resmi Bertransformasi Menjadi UIN, Kampus Sultan Amai Gorontalo Perkuat Layanan Akademik Berbasis Parental Control

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo memasuki babak baru. Perubahan status kelembagaan tersebut diikuti dengan penguatan tata kelola dan layanan akademik berbasis teknologi digital. Momentum tersebut ditandai dengan dilantiknya Prof. Dr. Ahmad Faisal sebagai Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo periode 2026–2029. […]

  • Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 327
    • 0Komentar

    “Jika nilai-nilai tersebut disampaikan secara luas oleh para tokoh agama, masyarakat akan semakin terdorong untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa,” jelasnya. Dalam kesempatan terpisah, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. “Perbedaan itu bukan sesuatu yang harus mengarah kepada perpecahan. Kita perlu menggalang persatuan dan kerukunan untuk menghadapi keadaan […]

expand_less