Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

  • account_circle Afidatul Asmar
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 546
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun di balik kemewahan itu, ada kerja panjang para penenun yang sering kali tidak terlihat. Ramadhan juga mengajarkan hal yang sama. Di balik ibadah yang tampak sederhana, ada proses panjang pembentukan diri yang sering tidak disadari oleh manusia.

Ironisnya, di zaman modern, kesabaran seperti ini semakin langka. Kita hidup dalam dunia yang serba cepat. Makanan instan, informasi instan, bahkan ibadah sering diinginkan secara instan.

Padahal menenun sutra membutuhkan waktu berhari-hari. Dan membangun karakter juga membutuhkan waktu bertahun-tahun. Dalam konteks ini, Ramadhan seperti memberikan satir yang halus kepada manusia modern.

Kita ingin menjadi lebih baik, tetapi tidak ingin melalui prosesnya. Kita ingin menjadi sabar, tetapi tidak ingin diuji.

Padahal Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Puasa adalah separuh dari kesabaran.” (HR. Al-Tirmidhi)

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa sebenarnya adalah latihan karakter. Ia membentuk manusia sedikit demi sedikit, seperti benang yang ditenun menjadi kain.

Ketika Penenun Menghilang

Referensi tentang Lipa’ Sa’be juga menunjukkan satu kenyataan yang mengkhawatirkan: jumlah penenun tradisional semakin berkurang.

Generasi muda semakin jarang belajar menenun. Padahal di tangan para penenun itulah warisan budaya dijaga. Fenomena ini bukan hanya masalah budaya, tetapi juga masalah nilai.

Ketika masyarakat kehilangan kesabaran untuk menenun, mereka juga berpotensi kehilangan kesabaran untuk membangun peradaban. Dalam perspektif Islam, menjaga tradisi yang baik termasuk bagian dari menjaga kemaslahatan masyarakat.

Para ulama sering merujuk pada kaidah fiqh:

Al-‘adah muhakkamah (tradisi yang baik dapat menjadi pertimbangan hukum). Artinya, budaya yang mengandung nilai kebaikan layak untuk dijaga.

Ramadhan sebagai Tenunan Jiwa

Akhirnya, Ramadhan mengajarkan kita satu hal yang sederhana namun mendalam. Manusia tidak dibentuk dalam satu malam. Ia dibentuk melalui proses. Seperti ulat yang menghasilkan sutra. Seperti benang yang dipintal. Seperti motif yang ditenun dengan sabar.

Jika kita memahami makna ini, maka Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah bulan menenun jiwa manusia. Dan mungkin, dari para penenun Bugis kita belajar satu hikmah penting: keindahan tidak pernah lahir dari sesuatu yang instan. Ia lahir dari kesabaran.

Penulis : Dosen & Peneliti Bidang Antropologi Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare/ Alumni PPNK LEMHANNAS RI

  • Penulis: Afidatul Asmar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Dunia abad ke-21 sering dipromosikan sebagai dunia paling maju dalam sejarah manusia. Teknologi berkembang pesat, konektivitas lintas benua terjadi dalam hitungan detik, dan pengetahuan seolah tak lagi memiliki batas. Tetapi di balik semua itu, dunia justru terasa semakin terbelah. Perang tidak berhenti, ketimpangan melebar, dan rasa saling percaya antarbangsa semakin menipis. Alih-alih membangun dunia baru, […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Ibrahim: Demi NU Agar Berdaya di Bidang Ekonomi

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Ibrahim: Demi NU Agar Berdaya di Bidang Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo secara resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) di Kantor PWNU Gorontalo, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam mendorong kemandirian ekonomi umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah. Ketua PWNU Gorontalo, H. Ibrahim Sore, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, Pekan Ekonomi […]

  • Nilai Tukar Petani Gorontalo Bulan Juni Sebesar 115,84

    Nilai Tukar Petani Gorontalo Bulan Juni Sebesar 115,84

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Nilai tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo pada bulan Juni 2025 sebesar 115,84 atau naik 0,02 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,11 persen meskipun Indeks harga yang dibayar petani (Ib) juga naik sebesar 0,08 persen. Besaran NTP ini disampaikan Dwi Alwi Astuti Plt. Kepala Badan […]

  • Trump dan Matinya Amerika

    Trump dan Matinya Amerika

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Bagaimana mungkin negara yang terjebak dalam konflik internal akut masih ingin mengajari dunia tentang stabilitas dan tata kelola dunia? Wibawa lagi-lagi adalah soal persepsi. Dan persepsi global terhadap Amerika di era Trump tidak lagi identik dengan stabilitas dan kepastian. Matinya Amerika dan Matinya Kedigdayaan Kematian Amerika sesungguhnya bukan pada ekonominya. Bukan militernya. Bukan pula institusi […]

  • Hadapi Musim Kemarau, DLHK dan BPBD Gorontalo Rutin Siram Tanaman di GORR

    Hadapi Musim Kemarau, DLHK dan BPBD Gorontalo Rutin Siram Tanaman di GORR

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Ikbal Kau
    • visibility 244
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melakukan penyiraman tanaman di sepanjang Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah. Kegiatan penyiraman dilakukan secara rutin dengan melibatkan personel DLHK serta armada tangki […]

  • Migrasi, Geopolitik, dan Bayang-Bayang Instabilitas Asia Tenggara

    Migrasi, Geopolitik, dan Bayang-Bayang Instabilitas Asia Tenggara

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Suko Wahyudi
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Di sisi lain, krisis energi yang dipicu oleh ketegangan global turut memperbesar risiko instabilitas. Kenaikan harga, kesenjangan sosial, dan tekanan ekonomi menjadi lahan subur bagi tumbuhnya konflik. Ancaman ini bersifat laten, namun memiliki daya rusak yang dalam ketika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang bijak. Respons Kawasan Regional Kawasan Asia Tenggara tidak dapat lagi memposisikan dirinya […]

expand_less