Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

  • account_circle Afidatul Asmar
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 549
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun di balik kemewahan itu, ada kerja panjang para penenun yang sering kali tidak terlihat. Ramadhan juga mengajarkan hal yang sama. Di balik ibadah yang tampak sederhana, ada proses panjang pembentukan diri yang sering tidak disadari oleh manusia.

Ironisnya, di zaman modern, kesabaran seperti ini semakin langka. Kita hidup dalam dunia yang serba cepat. Makanan instan, informasi instan, bahkan ibadah sering diinginkan secara instan.

Padahal menenun sutra membutuhkan waktu berhari-hari. Dan membangun karakter juga membutuhkan waktu bertahun-tahun. Dalam konteks ini, Ramadhan seperti memberikan satir yang halus kepada manusia modern.

Kita ingin menjadi lebih baik, tetapi tidak ingin melalui prosesnya. Kita ingin menjadi sabar, tetapi tidak ingin diuji.

Padahal Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Puasa adalah separuh dari kesabaran.” (HR. Al-Tirmidhi)

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa sebenarnya adalah latihan karakter. Ia membentuk manusia sedikit demi sedikit, seperti benang yang ditenun menjadi kain.

Ketika Penenun Menghilang

Referensi tentang Lipa’ Sa’be juga menunjukkan satu kenyataan yang mengkhawatirkan: jumlah penenun tradisional semakin berkurang.

Generasi muda semakin jarang belajar menenun. Padahal di tangan para penenun itulah warisan budaya dijaga. Fenomena ini bukan hanya masalah budaya, tetapi juga masalah nilai.

Ketika masyarakat kehilangan kesabaran untuk menenun, mereka juga berpotensi kehilangan kesabaran untuk membangun peradaban. Dalam perspektif Islam, menjaga tradisi yang baik termasuk bagian dari menjaga kemaslahatan masyarakat.

Para ulama sering merujuk pada kaidah fiqh:

Al-‘adah muhakkamah (tradisi yang baik dapat menjadi pertimbangan hukum). Artinya, budaya yang mengandung nilai kebaikan layak untuk dijaga.

Ramadhan sebagai Tenunan Jiwa

Akhirnya, Ramadhan mengajarkan kita satu hal yang sederhana namun mendalam. Manusia tidak dibentuk dalam satu malam. Ia dibentuk melalui proses. Seperti ulat yang menghasilkan sutra. Seperti benang yang dipintal. Seperti motif yang ditenun dengan sabar.

Jika kita memahami makna ini, maka Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah bulan menenun jiwa manusia. Dan mungkin, dari para penenun Bugis kita belajar satu hikmah penting: keindahan tidak pernah lahir dari sesuatu yang instan. Ia lahir dari kesabaran.

Penulis : Dosen & Peneliti Bidang Antropologi Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare/ Alumni PPNK LEMHANNAS RI

  • Penulis: Afidatul Asmar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakorev Pemkot Gorontalo, Wali Kota Tekankan TPP, Parkir Berlangganan, hingga Zikir Akbar

    Rakorev Pemkot Gorontalo, Wali Kota Tekankan TPP, Parkir Berlangganan, hingga Zikir Akbar

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 197
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, didampingi Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, memberikan sejumlah penekanan dalam rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang digelar di Bandhayo Lo Yiladia, Jumat (19/12/2025). Salah satu fokus utama yang disoroti Wali Kota Adhan adalah progres penerapan aplikasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) serta sistem […]

  • Wabup Boalemo Serahkan Santunan kepada Tiga Korban Kebakaran di Desa Buti

    Wabup Boalemo Serahkan Santunan kepada Tiga Korban Kebakaran di Desa Buti

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – BOALEMO – Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Boalemo, Mus Moha, menyerahkan santunan kepada tiga keluarga korban kebakaran rumah di Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Rabu (19/8/26). Santunan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Boalemo bersama Baznas terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran. Lahmudin […]

  • Investasi Langit

    Investasi Langit

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Dalam akuntansi perusahaan, laporan keuangan harus direview secara berkala. Ada audit, ada koreksi, ada penyesuaian jurnal. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, manusia jarang melakukan audit diri. Ramadhan sebenarnya adalah musim audit spiritual tahunan. Puasa adalah proses meninjau ulang perilaku. Zakat dan sedekah adalah proses redistribusi aset. Tarawih adalah pengingat bahwa manusia tidak hanya hidup untuk mengejar […]

  • Temuan DPR di Jatim: Masih Ada Perusahaan Abai pada Perlindungan Ekosistem

    Temuan DPR di Jatim: Masih Ada Perusahaan Abai pada Perlindungan Ekosistem

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Komisi XII DPR RI menemukan masih adanya perusahaan yang dinilai belum serius dalam menjalankan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup. Temuan tersebut mengemuka saat kunjungan kerja DPR RI ke sejumlah perusahaan sektor energi dan industri di Jawa Timur. Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mengungkapkan, dari empat perusahaan yang diundang dalam agenda […]

  • Penulis yang Hidup dan Mati di Era AI

    Penulis yang Hidup dan Mati di Era AI

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Dunia penulisan sedang mengalami turbulensi seiring dengan munculnya Artificial Intelligence (AI). Penulis-penulis baru berbasis AI bermunculan. Para penulis konvensional mulai merasakan ruang yang dulu mereka kuasai tak lagi eksklusif. Dunia yang sebelumnya otentik dan terbentuk melalui proses panjang kini  ditantang dengan hadirnya tulisan-tulisan yang lahir dari mesin. Lebih cepat secara proses, lebih rapi secara struktur, dan lebih massif […]

  • Ketika Guru PAI SD Tak Fasih Baca Al-Qur’an, Ke Mana Arah Pendidikan Agama?

    Ketika Guru PAI SD Tak Fasih Baca Al-Qur’an, Ke Mana Arah Pendidikan Agama?

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Turmuji Jafar
    • visibility 619
    • 0Komentar

    Oleh: Turmuji Jafar, Mahasiswa Pascasarjana UAC Mojokerto Mengawali tahun baru kita di suguhi dengan catatan merah oleh Kementerian Agama (Kemenang) dari hasil asesmen Pendidikan Agama Islam (PAI) akhir tahun 2025, menunjukkan data sebanyak 58,26 persen guru agama Islam tingkatan sekolah dasar (SD) di Indonesia belum fasih dalam membaca Al-Qur’an. Temuan ini berdasarkan asesmen terhadap 160.143 […]

expand_less