Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

  • account_circle Afidatul Asmar
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 276
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun di balik kemewahan itu, ada kerja panjang para penenun yang sering kali tidak terlihat. Ramadhan juga mengajarkan hal yang sama. Di balik ibadah yang tampak sederhana, ada proses panjang pembentukan diri yang sering tidak disadari oleh manusia.

Ironisnya, di zaman modern, kesabaran seperti ini semakin langka. Kita hidup dalam dunia yang serba cepat. Makanan instan, informasi instan, bahkan ibadah sering diinginkan secara instan.

Padahal menenun sutra membutuhkan waktu berhari-hari. Dan membangun karakter juga membutuhkan waktu bertahun-tahun. Dalam konteks ini, Ramadhan seperti memberikan satir yang halus kepada manusia modern.

Kita ingin menjadi lebih baik, tetapi tidak ingin melalui prosesnya. Kita ingin menjadi sabar, tetapi tidak ingin diuji.

Padahal Nabi Muhammad SAW bersabda:

Puasa adalah separuh dari kesabaran.” (HR. Al-Tirmidhi)

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa sebenarnya adalah latihan karakter. Ia membentuk manusia sedikit demi sedikit, seperti benang yang ditenun menjadi kain.

Ketika Penenun Menghilang

Referensi tentang Lipa’ Sa’be juga menunjukkan satu kenyataan yang mengkhawatirkan: jumlah penenun tradisional semakin berkurang.

Generasi muda semakin jarang belajar menenun. Padahal di tangan para penenun itulah warisan budaya dijaga. Fenomena ini bukan hanya masalah budaya, tetapi juga masalah nilai.

Ketika masyarakat kehilangan kesabaran untuk menenun, mereka juga berpotensi kehilangan kesabaran untuk membangun peradaban. Dalam perspektif Islam, menjaga tradisi yang baik termasuk bagian dari menjaga kemaslahatan masyarakat.

Para ulama sering merujuk pada kaidah fiqh:

Al-‘adah muhakkamah (tradisi yang baik dapat menjadi pertimbangan hukum). Artinya, budaya yang mengandung nilai kebaikan layak untuk dijaga.

Ramadhan sebagai Tenunan Jiwa

Akhirnya, Ramadhan mengajarkan kita satu hal yang sederhana namun mendalam. Manusia tidak dibentuk dalam satu malam. Ia dibentuk melalui proses. Seperti ulat yang menghasilkan sutra. Seperti benang yang dipintal. Seperti motif yang ditenun dengan sabar.

Jika kita memahami makna ini, maka Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah bulan menenun jiwa manusia. Dan mungkin, dari para penenun Bugis kita belajar satu hikmah penting: keindahan tidak pernah lahir dari sesuatu yang instan. Ia lahir dari kesabaran.

Penulis : Dosen & Peneliti Bidang Antropologi Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare/ Alumni PPNK LEMHANNAS RI

  • Penulis: Afidatul Asmar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adhan Ultimatum Warga: 3 Hari Kosongkan Lahan Eks Terminal, Jika Tidak Dibongkar!

    Adhan Ultimatum Warga: 3 Hari Kosongkan Lahan Eks Terminal, Jika Tidak Dibongkar!

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Diketahui, kawasan eks Terminal 42 Andalas telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Kantor Wali Kota yang baru. Proyek ini menjadi prioritas utama Pemkot dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pemerintahan. Meski demikian, di lokasi tersebut masih terdapat sekitar 14 petak lahan milik warga yang saat ini sedang dalam proses administrasi di pertanahan. Pemerintah daerah masih menunggu hasil […]

  • Akuntan Langit

    Akuntan Langit

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Puasa, misalnya, adalah latihan akuntansi kejujuran. Tidak ada orang yang tahu apakah seseorang benar-benar berpuasa atau diam-diam minum di kamar mandi. Namun justru di situlah makna spiritualnya: integritas tanpa pengawasan manusia. Dalam teori akuntansi modern, kita mengenal konsep accountability—tanggung jawab atas setiap tindakan. Dalam spiritualitas Islam, konsep itu bahkan lebih luas: manusia bukan hanya bertanggung […]

  • Kemarahan di Paruh Ramadan

    Kemarahan di Paruh Ramadan

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Jokowi dikenal sebagai presiden yang tanpa malu-malu melakukan manuver pengerahan polisi dalam pemenangan Pilpres 2024. Publik pun dengan sinis dan sarkas menyebut ada fenomena “NKRI” alias  “negara kepolisian republik indonesia”. Bahkan mengolok kepolisian sebagai “partai cokelat” alias parcok yang memenangkan wapres fufufafa dan dinasti Jokowi. Kini Prabowo mendorong fungsi baru bagi TNI dalam kehidupan sosial […]

  • Jalan Tol Berbayar Tapi Tak Standar, Yasti Mokoagow: BUJT Bisa Dipidana

    Jalan Tol Berbayar Tapi Tak Standar, Yasti Mokoagow: BUJT Bisa Dipidana

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Anggota Komisi V DPR RI Yasti Soepredjo Mokoagow menegaskan bahwa pengelola jalan tol atau Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengabaikan Standar Pelayanan Minimum (SPM) dapat dikenai sanksi pidana. Penegasan itu disampaikan menyusul masih banyaknya ruas tol berbayar yang dinilai tidak memenuhi standar pelayanan sebagaimana diamanatkan undang-undang. “Saya harus ingatkan bahwa abai atau […]

  • NU dan PR Kesenjangan Kultur dan Struktur (Bagian 1)

    NU dan PR Kesenjangan Kultur dan Struktur (Bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    Fenomena ini menimbulkan persoalan lain. Tidak sedikit nahdliyyin struktural yang berhenti aktif dalam kegiatan NU ketika masa khidmat kepengurusannya berakhir. Setelah tidak lagi menjadi pengurus, mereka juga tidak lagi terlibat dalam aktivitas NU. Selain itu, keterlibatan sebagian nahdliyyin struktural terkadang juga diiringi oleh orientasi tertentu, seperti target jabatan atau kepentingan politik. Lalu bagaimana menjawab persoalan […]

  • Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Peristiwa itu menjadi bagian paling dikenal dari kisahnya. Di hadapan para sahabat, Nabi SAW bersabda, “Ia bagian dariku dan aku bagian darinya.” Tidak banyak yang tercatat tentang kehidupan Julaybib selain peristiwa ini. Ia bukan tokoh besar dalam sejarah, bukan pemimpin kabilah, dan bukan perawi hadis yang banyak meriwayatkan ilmu. Namun satu pernyataan Nabi SAW sudah […]

expand_less