Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sa’ad bin Abi Waqqas: Sang Perintis Islam di Negeri China (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #20)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 60
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sa’ad bin Abi Waqqas adalah salah satu sahabat besar Nabi Muhammad yang memiliki peran penting dalam sejarah Islam. Nama lengkapnya adalah Sa’ad bin Malik bin Uhaib az-Zuhri dari kabilah Quraisy. Ia dikenal sebagai salah satu sahabat yang masuk Islam pada masa-masa awal dakwah di Makkah. Menurut banyak riwayat, Sa’ad memeluk Islam ketika usianya masih sangat muda, sekitar tujuh belas tahun, melalui dakwah Abu Bakar al-Shiddiq.

Sa’ad memiliki kedudukan istimewa di antara para sahabat. Ia termasuk dalam kelompok al-‘asyarah al-mubasyyarah, yaitu sepuluh sahabat yang oleh Nabi Muhammad diberi kabar gembira akan masuk surga. Dalam berbagai peristiwa penting, Sa’ad selalu hadir bersama Rasulullah. Ia juga dikenal sebagai orang pertama yang melepaskan panah di jalan Allah ketika kaum Muslim mulai mempertahankan diri dari serangan kaum Quraisy. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi pernah berkata kepadanya, “Lemparlah panahmu wahai Sa’ad, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu.” Ungkapan ini menunjukkan betapa Nabi menghargai keberanian dan kesetiaannya.

Dalam perjalanan sejarah Islam, Sa’ad juga dikenal sebagai panglima militer yang sangat berpengaruh. Pada masa kekhalifahan Umar bin al-Khattab, ia memimpin pasukan Muslim dalam Perang Qadisiyah, pertempuran besar yang membuka jalan bagi runtuhnya kekuasaan Persia Sassania. Kemenangan itu menjadikan Sa’ad sebagai salah satu tokoh penting dalam ekspansi awal dunia Islam. Ia kemudian diangkat sebagai gubernur Kufah dan berperan dalam penataan wilayah baru yang masuk ke dalam pemerintahan Islam.

Namun kisah Sa’ad bin Abi Waqqas tidak hanya terkait dengan wilayah Arab dan Persia. Dalam tradisi sejarah Islam di China, namanya juga disebut sebagai tokoh yang membawa Islam ke negeri tersebut. Riwayat ini menyebut bahwa pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan, sekitar tahun 651 M, Sa’ad bin Abi Waqqas memimpin sebuah delegasi Muslim menuju China. Tujuan perjalanan ini adalah menjalin hubungan diplomatik sekaligus memperkenalkan ajaran Islam kepada masyarakat setempat.

Delegasi tersebut dikatakan tiba di Guangzhou, sebuah pelabuhan penting di wilayah selatan China yang sejak lama menjadi titik pertemuan pedagang dari berbagai negeri. Di sana Sa’ad dan rombongannya bertemu dengan Kaisar Gaozong dari Dinasti Tang. Kaisar menerima delegasi Muslim dengan baik dan memberikan izin bagi mereka untuk menetap serta menjalankan aktivitas keagamaan. Dalam tradisi lokal, peristiwa ini dipandang sebagai salah satu titik awal kehadiran Islam di China.

Salah satu peninggalan yang sering dikaitkan dengan kedatangan Sa’ad adalah Masjid Huaisheng di Guangzhou. Masjid ini dianggap sebagai salah satu masjid tertua di China. Menurut tradisi Muslim setempat, Sa’ad bin Abi Waqqas ikut berperan dalam pembangunan masjid tersebut sebagai tempat ibadah bagi komunitas Muslim yang mulai terbentuk di kawasan pelabuhan itu. Dari pusat perdagangan seperti Guangzhou, ajaran Islam kemudian menyebar secara perlahan melalui jaringan pedagang Arab dan Persia yang berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Meski demikian, para sejarawan mencatat bahwa riwayat tentang perjalanan Sa’ad ke China lebih banyak berasal dari tradisi sejarah Muslim China daripada sumber biografi sahabat klasik. Kitab-kitab seperti al-Isabah fi Tamyiz al-Sahabah karya Ibnu Hajar al-Asqalani atau Siyar A‘lam al-Nubala karya al-Dzahabi tidak memberikan keterangan rinci mengenai perjalanan tersebut. Sebagian ulama bahkan menyebut bahwa Sa’ad bin Abi Waqqas wafat di wilayah al-‘Aqiq dekat Madinah sekitar tahun 55 H (674 M). Karena itu, kisah tentang dakwahnya di China sering dipahami sebagai bagian dari tradisi historis yang berkembang di kalangan Muslim China.

Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, nama Sa’ad bin Abi Waqqas tetap memiliki tempat khusus dalam ingatan kolektif umat Islam di China. Di Guangzhou terdapat sebuah kompleks makam yang oleh masyarakat setempat dinisbatkan kepadanya dan menjadi tempat ziarah. Bagi komunitas Muslim di sana, figur Sa’ad melambangkan hubungan awal antara dunia Islam dan peradaban China.

Kisah Sa’ad bin Abi Waqqas menunjukkan bahwa penyebaran Islam pada masa awal tidak selalu berlangsung melalui penaklukan militer. Di banyak wilayah, termasuk China, Islam berkembang melalui jalur perdagangan, diplomasi, dan pertemuan antarperadaban. Jika riwayat tentang kedatangannya ke China benar adanya, maka Sa’ad bukan hanya seorang panglima perang yang berjasa dalam sejarah politik Islam, tetapi juga seorang tokoh yang membuka jalan bagi perjumpaan Islam dengan salah satu peradaban terbesar di dunia.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Dunia abad ke-21 sering dipromosikan sebagai dunia paling maju dalam sejarah manusia. Teknologi berkembang pesat, konektivitas lintas benua terjadi dalam hitungan detik, dan pengetahuan seolah tak lagi memiliki batas. Tetapi di balik semua itu, dunia justru terasa semakin terbelah. Perang tidak berhenti, ketimpangan melebar, dan rasa saling percaya antarbangsa semakin menipis. Alih-alih membangun dunia baru, […]

  • Ritual Mappeca Sure (Bubur Asyura); Tak Sekedar Memperingati Tragedi

    Ritual Mappeca Sure (Bubur Asyura); Tak Sekedar Memperingati Tragedi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Fajar baru saja menyingsing di langit Karbala. Angin padang gurun mengalir pelan, membelai tenda-tenda yang berdiri di bawah langit merah muda. Seorang lelaki berusia 58 tahun baru saja menyelesaikan salat Subuh. Ia berdiri hening dalam doa, menatap ke luar tenda, ke seberang padang tempat pasukan besar telah mengepungnya. Empat ribu orang, bersenjata, berbanjar. Sementara di […]

  • Dari Mie Godok hingga Pesan Integritas, Wakil Gubernur Gorontalo Ajak Mahasiswa Melawan Korupsi

    Dari Mie Godok hingga Pesan Integritas, Wakil Gubernur Gorontalo Ajak Mahasiswa Melawan Korupsi

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 56
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di tengah sejuknya malam di Bumi Cerah Bulontalangi, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (26/12/2025), pesan tentang integritas disampaikan dengan cara yang sederhana namun berkesan. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, hadir membuka peringatan Hari Anti Korupsi Dunia (Harkodia) yang digelar Fakultas Ilmu Hukum Universitas Ichsan Gorontalo. Di hadapan mahasiswa, Idah mengajak generasi muda, […]

  • “Re-historiografi Gorontalo”

    “Re-historiografi Gorontalo”

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Samsi Pomalingo
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Dalam sebuah obrolan melalui whatsApp, sahabat saya Arief Abbas mencoba mengajak saya untuk membincang kembali Gorontalo, yang dimaksud adalah “Re-historigrafi Gorontalo”. Menurut Arief selama ini sejarah Gorontalo hanya menjelaskan Sultan Amai, Matolodulakiki, Raja Eyato dan beberapa lainnya. Bagi Arief banyak hal soal Gorontalo yang kurang diulas misalnya Wato, Dayango, Sejarah mengenai orang-orang tertindas/terpinggirkan dan lain […]

  • Kecelakaan Adu Banteng di KM 58 Samarinda–Bontang, Korban Sempat Terjebak di Dalam Mobil

    Kecelakaan Adu Banteng di KM 58 Samarinda–Bontang, Korban Sempat Terjebak di Dalam Mobil

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    nulondalo.com–  Kecelakaan lalu lintas terjadi di KM 58 jalur Samarinda–Bontang, Kalimantan Timur, pada Minggu (1/3/2026). Dua mobil, masing-masing berwarna hitam dan perak, terlibat tabrakan adu banteng dengan kondisi kendaraan mengalami kerusakan parah. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan bagian depan kedua mobil ringsek berat. Sejumlah korban tampak terjebak di dalam kendaraan dan harus dievakuasi […]

  • Asyiknya Sensus Burung Air di Danau Limboto

    Asyiknya Sensus Burung Air di Danau Limboto

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 71
    • 0Komentar

    NULONDALO.com  – Ratusan individu burung air residen (penetap) dan jenis migran (pendatang) di Danau Limboto tercatat dalam pengamatan dan sensus burung-air Asia (Asian Waterbird Census) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Jenis burung-burung tersebut antara lain blekok sawah (Ardeola speciosa), kuntul kecil (Egretta garzetta), kuntul kerbau (Bubulcus ibis), cangak merah (Ardea purpurea), gagang bayam (Himantopus himantopus), […]

expand_less