Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tahajud Sang Aktivis Reborn: Napas Baru Tasawuf Progresif dalam Sastra Indonesia

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 27
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dunia literasi spiritual Indonesia kembali hidup dengan hadirnya edisi re-born novel Tahajud Sang Aktivis, karya Pepi Al Bayqunie, seorang penulis sekaligus aktivis kebudayaan dan Gusdurian di Sulawesi Selatan yang dikenal dengan pendekatan Islam progresif dan humanis.

Novel ini bukan sekadar fiksi keagamaan. Ia adalah refleksi mendalam tentang perjalanan iman, kegelisahan eksistensial, dan pencarian makna hidup yang berpijak pada nilai-nilai tasawwuf. Tahajud Sang Aktivis mengajak pembaca menyelami spiritualitas yang membumi—agama yang tidak terjebak dalam dogma kaku, tapi tumbuh dari kesadaran kemanusiaan.

Ketika Tasawuf dan Aktivisme Bertemu

Tokoh utama novel ini, Zaki, adalah potret Muslim muda yang resah. Ia bertanya, meragukan, mencari, lalu menemukan bahwa iman bukan sekadar ritual, tetapi perjuangan batin yang hidup berdampingan dengan nurani kemanusiaan.

Zaki dipertemukan dengan Karaeng Anom, seorang sufi kontemporer yang membawa nuansa spiritualitas dalam diam. Dialog antara keduanya menjadi titik balik dalam perjalanan Zaki, dan sekaligus menjadi jembatan antara keberanian berpikir kritis dan kedalaman dzikir yang menenangkan.

Bukan Tasawuf yang Pasif, Tapi Progresif

Melalui novel ini, Pepi Al Bayqunie menolak dikotomi lama antara ortodoksi dan liberalisme yang sering memperhadap-hadapkan agama dan kemanusiaan. Sebaliknya, ia menawarkan jalan ketiga: tasawuf progresif—sebuah pendekatan spiritual yang tetap setia pada substansi ajaran Islam, namun terbuka terhadap realitas sosial dan keadilan.

“Agama dan kemanusiaan bukan dua kutub yang harus dipisahkan, tapi satu kesatuan yang tak terpisahkan,” tulis Pepi dalam pengantar novel ini.

Sebuah Bacaan untuk Jiwa dan Pikiran

Dengan gaya penulisan yang sederhana namun sarat makna, Tahajud Sang Aktivis menjadi bacaan wajib bagi siapa pun yang tengah mencari kedalaman spiritual di tengah kompleksitas zaman.

Kehadirannya bukan hanya memperkaya khasanah sastra Islam di Indonesia, tapi juga menjadi ruang refleksi bagi pembaca lintas latar belakang—aktivis, santri, pencari makna, hingga akademisi.

Dapatkan Sekarang!

Edisi re-born Tahajud Sang Aktivis kini tersedia secara terbatas di sejumlah toko buku independen, serta bisa dipesan langsung melalui kanal pribadi penulis resmi @pepi_albayqunie (Instagram) dan @saprillah.albayqunie (Facebook)

Bonus khusus untuk 100 pembeli pertama: tanda tangan langsung dari penulis

Apaka Kata mereka ?

“Tahajud Sang Aktivis bukan sekadar novel. Ia adalah jalan sunyi yang penuh cahaya, tempat kita menemukan ulang makna agama dalam denyut kemanusiaan”, kata Abdul Kadir Direktur Yayasan Pendidikan Nulondalo

Sudahkah Anda membacanya?

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah 2025: Perkuat Ekonomi Umat Menuju Kemandirian

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah 2025: Perkuat Ekonomi Umat Menuju Kemandirian

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo akan menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 pada 28–30 Oktober 2025. Agenda besar ini mengusung tema “Memperkuat Peran Ekonomi Syariah untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Umat.” PES 2025 menjadi wadah kolaborasi antara PWNU Gorontalo dengan berbagai lembaga keuangan, regulator, serta pelaku ekonomi syariah nasional. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat literasi […]

  • Ukhuwah Dimulai dari Dalam: Sindiran Gus Mus dan Cermin bagi NU Hari Ini

    Ukhuwah Dimulai dari Dalam: Sindiran Gus Mus dan Cermin bagi NU Hari Ini

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 61
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Salah satu pesan mendalam yang pernah disampaikan KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) kembali relevan untuk direnungkan hari ini. Dengan gaya khasnya yang lembut, puitis, namun tajam, Gus Mus mengingatkan bahwa ukhuwah tidak bisa dibangun dengan teriakan, melainkan dengan keteladanan dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pesan itu sederhana, tetapi menggelitik: bagaimana mungkin […]

  • Timnas Rasa Belanda: Rethinking Nasionalisme di Lapangan Hijau

    Timnas Rasa Belanda: Rethinking Nasionalisme di Lapangan Hijau

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Bagi kita, penggemar sepak bola Indonesia, wajah Timnas Indonesia kini tampak berbeda. Dulu, kita mengenal pemain-pemain yang tumbuh besar di sini, dengan karakter dan ciri khas lokal yang tak bisa dilepaskan. Namun kini, hampir setiap pemain Timnas yang tampil memiliki tubuh tegap, kulit putih, dan seolah membawa cita rasa Eropa, terutama Belanda. Mereka bukanlah anak-anak […]

  • Ikbal Kau Soroti Ketidakprofesionalan Disparprov Gorontalo dalam Mendukung Duta Daerah

    Ikbal Kau Soroti Ketidakprofesionalan Disparprov Gorontalo dalam Mendukung Duta Daerah

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Aktivis Gorontalo, Ikbal Kau, menyampaikan kritik keras kepada Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo (Disparprov) karena dinilai tidak profesional dan minim kreativitas dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa serta duta daerah yang berkompetisi di tingkat nasional, Jumat (14/11/2025). Dalam pernyataannya, Ikbal menjelaskan bahwa selama empat bulan terakhir dirinya membangun komunikasi intens dengan pihak Disparprov. Ia mengajukan proposal, melengkapi […]

  • Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Gorontalo sekaligus Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi syariah, bukan hanya menjpesadi penonton. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Eduart saat menjadi narasumber dalam Seminar Manajemen Bisnis bertema “MOU Kementerian Koperasi: […]

  • Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Pidana Kerja Sosial yang direncanakan mulai diberlakukan pada tahun 2026, meski ia menyadari masih banyak masyarakat yang belum memahami hukum baru ini. Dukungan tersebut disampaikan saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah, Kejaksaan, dan Jamkrindo di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (22/12/2025). […]

expand_less