Transparansi APBN di Era Digital: Menyeimbangkan Keterbukaan Data dan Literasi Publik
- account_circle Isla Aulia'i Wasi Suhada
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 60
- print Cetak

Isla Aulia’i Wasi Suhada, mahasiswi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) semester 4, penulis artikel tentang transparansi APBN dan literasi publik di era digital.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor patut ditingkatkan. Lembaga seperti Indonesia Corruption Watch (ICW) dan media independen dapat menjadi mitra dalam memproduksi konten edukatif, sementara perusahaan teknologi membantu mengembangkan AI sederhana untuk menjawab pertanyaan publik tentang APBN. Pengalaman negara seperti Estonia, yang sukses dengan e-governance transparan berkat literasi digital tinggi, bisa menjadi inspirasi. Di Indonesia, langkah serupa telah dimulai melalui Gerakan Literasi Nasional, tetapi perlu difokuskan pada keuangan publik.
Pada intinya, transparansi APBN di era digital akan berhasil jika keterbukaan data diimbangi dengan literasi publik yang masif dan berkelanjutan. Dengan demikian, bukan hanya elite yang memahami anggaran negara, tetapi seluruh rakyat dapat turut mengawasi dan menuntut pertanggungjawaban. Ini bukan sekadar tuntutan teknis, melainkan investasi jangka panjang untuk demokrasi yang matang dan pemerintahan yang bersih.
Penulis : Mahasiswi Akuntansi UNUSIA semester 4
- Penulis: Isla Aulia'i Wasi Suhada

Saat ini belum ada komentar