Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ramadhan dan Beban Lebih Kaum Perempuan

  • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
  • visibility 105
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dangi Rami sibuk meracik menu istimewa makan sahur. Di tengah suara dengkur suami dan anaknya yang masih terlelap tidur. Jeritan belanga goreng Dangi terdengar gaduh. Bersahutan dengan botu poluleya yang sulit dikendalikan bunyinya. Tiga menu berbahan ayam kampung untuk suami dan anaknya telah menebarkan aroma sedap. Mereka dibangunkan tat kala menu makan sahur itu sudah siap dikunyah.

Bagi masyarakat yang berpola patriarkis, pemandangan ini sudah hal yang biasa. Urusan dapur dan kawan-kawan (domestik) adalah domain perempuan. Sementara laki-laki dengan bangga berperan sebagai pencari nafkah di arena publik.

Nampaknya pembagian peran ini bagi kebanyakan orang sudah demikian adanya. Mereka tak menyadari, ada ketidakadilan di sana. Ada tekanan fisik dan mental bagi kaum perempuan. Jika dihitung berdasarkan jam, maka Dangi Rami membutuhkan waktu 16 jam sehari, seminggu 7 hari dan sebulan 30 hari. Sementara suaminya Ti Kamani Langgango yang bekerja di sektor publik, jam kerjanya dihitung mulai pukul 08 pagi hingga pukul 16 sore, lima hari kerja. Ada selisih 8 jam sehari dan 2 hari sepekan antara Dangi dan Kamani.

Memasuki bulan Ramadhan, peran Dangi Rami semakin berat. Meskipun pada siang hari asap dapur tidak mengepul, tetapi sejak sore hari, jari jemari Dangi Rami yang tak lagi lentik itu, tiada henti mempersiapkan menu buka dan sahur. Sementara Kamani Langgango layaknya tuan besar, semua kebutuhannya dilayani. Kamani tak seromantis dulu ketika pacaran; “Gunung kan kudaki, lautan kusebrangi” Sekarang, menuang segelas air harus dilayani oleh Dangi. 

Dalam kacamata keilmuan saya, terjadi ketidakadilan gender dalam rumahtangga Dangi Rami dan Kamani Langgango. Meskipun Kamani berbadan kekar, aib baginya membantu pekerjaan mencuci piring, mengganti popok bayi atau menyapu halaman. Sementara tubuh Dangi yang sedang-sedang saja, seakan memiliki komposisi 2 raga selama sebulan penuh ini. Inilah yang disebut sebagai konstruksi sosial tentang peran laki-laki dan perempuan. Jika peran perempuan lebih berat dibandingkan laki-laki, di situlah ketidakadilan gender itu terjadi.

Ketidakadilan gender dalam rumah tangga Dangi dkk. sudah dikumandangkan sejak awal Ramadhan. “Kaum muslimin wal muslimat. Waktu sekarang menunjukkan pukul 03.00. Waktu imsak hari ini jatuh pada pukul 04.40 menit.  Kepada ibu-ibu rumah tangga, segera bangun untuk mempersiapkan makan sahur. Sahuur…sahuur….sahuur…”

Tak apalah Dangi…. Yakinilah, bahwa peranmu sebagai ibu rumah tangga selama sebulan ini, insyaallah ditukar dengan curahan pahala yang berlipat, untuk mengantarkanmu menikmati keindahan syurga yang abadi. Selama-lamanya. Insyaallah Kamani segera menyusul, setelah dia usai mempertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, kelalaiannya membebani istrinya dengan tabung gas 3 kg dari pangkalan elpiji, sambil lengan kanannya menggendong sang bayi.

Oleh: Dr. Momy Hunowu, M.Si – (Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Gorontalo)

  • Penulis: Dr. Momy Hunowu, M.Si

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS Play Button

    Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 250
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di hadapan para Alumni PMII se-Gorontalo, Wakapolres Pohuwato, dan kader organisasi lainnya, KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA atau Gus Aniq membuka ceramahnya dengan satu kisah yang jarang disinggung dalam diskursus keislaman kontemporer, yakni lahirnya Nahdlatul Ulama yang terinspirasi melalui kisah Nabi Musa AS. Kisah ini, menurutnya, bukan dongeng spiritual belaka, melainkan fondasi filosofis […]

  • Empat Kecamatan di Luar Kota Gorontalo Alami Urban Sprawl

    Empat Kecamatan di Luar Kota Gorontalo Alami Urban Sprawl

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Empat kecamatan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango yang berada di sisi luar Kota Gorontalo mengalami urban sprawl. Keempat daerah tersebut adalah Kecamatan Telaga dan Tilango di Kabupaten Gorontalo serta Kecamatan  Tapa dan Kabila di Bone Bolango. Fenomena urban sprawl ini dipicu oleh tinggi kepadatan penduduk di Kota Gorontalo yang menjadi ibukota Provinsi Gorontalo yang […]

  • Belum Genap 100 Hari Bekerja, Adhan Dambea dan Indra Gobel di Demo Kasus Korupsi

    Belum Genap 100 Hari Bekerja, Adhan Dambea dan Indra Gobel di Demo Kasus Korupsi

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Terkait penanganan sejumlah kasus korupsi di Kota Gorontalo yang dinilai lamban, ratusan massa aksi seruduk Kantor Wali Kota Gorontalo, pada Senin (17/3/2025). Pemerintahan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel diminta untuk tidak tinggal diam dalam penanganan kasus korupsi di Kota Gorontalo yang telah merugikan negara ratusan rupiah. Meski sibuk dalam penanganan […]

  • Menuju RUPS, Gusnar Ismail Uji Langsung Tiga Calon Komisaris BUMD Gorontalo

    Menuju RUPS, Gusnar Ismail Uji Langsung Tiga Calon Komisaris BUMD Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menguji langsung tiga calon komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Gorontalo melalui wawancara yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (16/1/2026). Tahapan ini menjadi bagian akhir dari proses seleksi sebelum penetapan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Wawancara tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim […]

  • MUI Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, Nilai Board of Peace Kehilangan Legitimasi

    MUI Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, Nilai Board of Peace Kehilangan Legitimasi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. MUI menilai agresi tersebut semakin menunjukkan bahwa Board of Peace (BoP) tidak memiliki legitimasi moral, politik, maupun hukum. Kepada MUI Digital di Jakarta, Ahad (1/3/2026) […]

  • Bukan Menafikan Zakat, Ini Makna Strategis Seruan Menag soal Ekonomi Umat

    Bukan Menafikan Zakat, Ini Makna Strategis Seruan Menag soal Ekonomi Umat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pernyataan Menteri Agama yang menyerukan agar pembangunan ekonomi umat tidak semata bertumpu pada zakat terus menjadi perbincangan publik. Sebagian pihak menilai seruan tersebut berpotensi menggeser posisi zakat sebagai rukun Islam. Namun, menurut Dr. Ahmad Shaleh Amin, M.A., pandangan demikian lahir dari pembacaan yang tidak utuh terhadap konteks yang disampaikan. Dr. Ahmad menegaskan bahwa […]

expand_less