Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ramadhan dan Beban Lebih Kaum Perempuan

  • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
  • visibility 34
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dangi Rami sibuk meracik menu istimewa makan sahur. Di tengah suara dengkur suami dan anaknya yang masih terlelap tidur. Jeritan belanga goreng Dangi terdengar gaduh. Bersahutan dengan botu poluleya yang sulit dikendalikan bunyinya. Tiga menu berbahan ayam kampung untuk suami dan anaknya telah menebarkan aroma sedap. Mereka dibangunkan tat kala menu makan sahur itu sudah siap dikunyah.

Bagi masyarakat yang berpola patriarkis, pemandangan ini sudah hal yang biasa. Urusan dapur dan kawan-kawan (domestik) adalah domain perempuan. Sementara laki-laki dengan bangga berperan sebagai pencari nafkah di arena publik.

Nampaknya pembagian peran ini bagi kebanyakan orang sudah demikian adanya. Mereka tak menyadari, ada ketidakadilan di sana. Ada tekanan fisik dan mental bagi kaum perempuan. Jika dihitung berdasarkan jam, maka Dangi Rami membutuhkan waktu 16 jam sehari, seminggu 7 hari dan sebulan 30 hari. Sementara suaminya Ti Kamani Langgango yang bekerja di sektor publik, jam kerjanya dihitung mulai pukul 08 pagi hingga pukul 16 sore, lima hari kerja. Ada selisih 8 jam sehari dan 2 hari sepekan antara Dangi dan Kamani.

Memasuki bulan Ramadhan, peran Dangi Rami semakin berat. Meskipun pada siang hari asap dapur tidak mengepul, tetapi sejak sore hari, jari jemari Dangi Rami yang tak lagi lentik itu, tiada henti mempersiapkan menu buka dan sahur. Sementara Kamani Langgango layaknya tuan besar, semua kebutuhannya dilayani. Kamani tak seromantis dulu ketika pacaran; “Gunung kan kudaki, lautan kusebrangi” Sekarang, menuang segelas air harus dilayani oleh Dangi. 

Dalam kacamata keilmuan saya, terjadi ketidakadilan gender dalam rumahtangga Dangi Rami dan Kamani Langgango. Meskipun Kamani berbadan kekar, aib baginya membantu pekerjaan mencuci piring, mengganti popok bayi atau menyapu halaman. Sementara tubuh Dangi yang sedang-sedang saja, seakan memiliki komposisi 2 raga selama sebulan penuh ini. Inilah yang disebut sebagai konstruksi sosial tentang peran laki-laki dan perempuan. Jika peran perempuan lebih berat dibandingkan laki-laki, di situlah ketidakadilan gender itu terjadi.

Ketidakadilan gender dalam rumah tangga Dangi dkk. sudah dikumandangkan sejak awal Ramadhan. “Kaum muslimin wal muslimat. Waktu sekarang menunjukkan pukul 03.00. Waktu imsak hari ini jatuh pada pukul 04.40 menit.  Kepada ibu-ibu rumah tangga, segera bangun untuk mempersiapkan makan sahur. Sahuur…sahuur….sahuur…”

Tak apalah Dangi…. Yakinilah, bahwa peranmu sebagai ibu rumah tangga selama sebulan ini, insyaallah ditukar dengan curahan pahala yang berlipat, untuk mengantarkanmu menikmati keindahan syurga yang abadi. Selama-lamanya. Insyaallah Kamani segera menyusul, setelah dia usai mempertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, kelalaiannya membebani istrinya dengan tabung gas 3 kg dari pangkalan elpiji, sambil lengan kanannya menggendong sang bayi.

Oleh: Dr. Momy Hunowu, M.Si – (Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Gorontalo)

  • Penulis: Dr. Momy Hunowu, M.Si

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran Serius

    Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran Serius

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menilai demokrasi Indonesia tengah menghadapi tantangan serius yang berpotensi melemahkan prinsip-prinsip dasar demokrasi, mulai dari kebebasan sipil, supremasi sipil, hingga kebebasan pers. Penilaian tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Pesan Kebangsaan Awal Tahun 2026, yang digelar di Grha Pemuda, Kompleks Gereja Katedral, Jalan Katedral No. 7B, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026), […]

  • Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Hari Asyura tahun ini jatuh pada 5 Juli 2025, bertepatan dengan 10 Muharram 1447 H, menurut kalender Hijriah. Hari ini merupakan momen penting dalam kalender Islam yang diperingati oleh seluruh umat Muslim, meski dengan cara dan pemaknaan yang berbeda antara Syiah dan Sunni. Makna Asyura bagi Muslim Syiah Bagi umat Syiah, Asyura adalah puncak dari […]

  • Gus Aniq Nawawi Sayangkan Aksi Bela Palestina di Gorontalo Gunakan Simbol Hizbut Tahrir

    Gus Aniq Nawawi Sayangkan Aksi Bela Palestina di Gorontalo Gunakan Simbol Hizbut Tahrir

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Nulondalo – Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Randangan, Gorontalo Gus Aniq Nawawi (KH. Abdullah Aniq Nawawi) menyayangkan munculnya simbol-simbol organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada aksi damai bela palestina oleh ratusan orang yang mengatasnamakan Santri Peduli Palestina pada Ahad, (2/2/2025), kemarin. Ratusan massa aksi tersebut menggunakan atribut bertuliskan Khilafah dan juga bendera yang identik […]

  • Laba Bisa Ditulis, Tapi Keseimbangan Neraca Tidak Bisa Dibohongi

    Laba Bisa Ditulis, Tapi Keseimbangan Neraca Tidak Bisa Dibohongi

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Dalam dunia keuangan, laporan laba rugi sering jadi primadona. Investor melihatnya, direksi memamerkannya, media mengutipnya. Tapi bagi seorang akuntan, neraca—ya, struktur aset, kewajiban, dan ekuitas—adalah panggung sesungguhnya di mana kekuatan dan kelemahan suatu entitas benar-benar bisa dinilai. Maka ketika saya membaca laporan keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) per 31 Desember 2024, […]

  • Rencana Industri Panas Bumi di Halmahera Barat, Ketua SEMA-HABAR : Saya Menyarankan Pemda dan DPRD Untuk Mengkaji Ulang

    Rencana Industri Panas Bumi di Halmahera Barat, Ketua SEMA-HABAR : Saya Menyarankan Pemda dan DPRD Untuk Mengkaji Ulang

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Nulondalo – Riwan Basir, Ketua Umum Sentral Mahasiswa Halmahera Barat (SEMA-HABAR) menyampaikan pandangannya soal rencana masuknya industri panas bumi di kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Ia menilai, meskipun industri ini berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, pemerintah daerah harus mempertimbangkan dampak negatifnya terhadap lingkungan dan masyarakat. “Saat ini, Halmahera Barat mengalami tekanan ekonomi dengan pendapatan APBD yang […]

  • Kader PMII Kota Gorontalo Sandri Siap Datangi Instansi Pusat, Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah

    Kader PMII Kota Gorontalo Sandri Siap Datangi Instansi Pusat, Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Aroma ketidakadilan dan lemahnya penegakan hukum di daerah tampaknya akan segera mendapat perhatian serius di tingkat pusat. Dalam waktu dekat, Sandri, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Gorontalo yang dikenal vokal dan konsisten mengawal isu publik, akan bertolak ke Jakarta untuk mendatangi sejumlah lembaga strategis negara. Langkah tersebut, menurut Sandri, adalah bentuk komitmen nyata […]

expand_less