Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ramadhan dan Beban Lebih Kaum Perempuan

  • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
  • visibility 133
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dangi Rami sibuk meracik menu istimewa makan sahur. Di tengah suara dengkur suami dan anaknya yang masih terlelap tidur. Jeritan belanga goreng Dangi terdengar gaduh. Bersahutan dengan botu poluleya yang sulit dikendalikan bunyinya. Tiga menu berbahan ayam kampung untuk suami dan anaknya telah menebarkan aroma sedap. Mereka dibangunkan tat kala menu makan sahur itu sudah siap dikunyah.

Bagi masyarakat yang berpola patriarkis, pemandangan ini sudah hal yang biasa. Urusan dapur dan kawan-kawan (domestik) adalah domain perempuan. Sementara laki-laki dengan bangga berperan sebagai pencari nafkah di arena publik.

Nampaknya pembagian peran ini bagi kebanyakan orang sudah demikian adanya. Mereka tak menyadari, ada ketidakadilan di sana. Ada tekanan fisik dan mental bagi kaum perempuan. Jika dihitung berdasarkan jam, maka Dangi Rami membutuhkan waktu 16 jam sehari, seminggu 7 hari dan sebulan 30 hari. Sementara suaminya Ti Kamani Langgango yang bekerja di sektor publik, jam kerjanya dihitung mulai pukul 08 pagi hingga pukul 16 sore, lima hari kerja. Ada selisih 8 jam sehari dan 2 hari sepekan antara Dangi dan Kamani.

Memasuki bulan Ramadhan, peran Dangi Rami semakin berat. Meskipun pada siang hari asap dapur tidak mengepul, tetapi sejak sore hari, jari jemari Dangi Rami yang tak lagi lentik itu, tiada henti mempersiapkan menu buka dan sahur. Sementara Kamani Langgango layaknya tuan besar, semua kebutuhannya dilayani. Kamani tak seromantis dulu ketika pacaran; “Gunung kan kudaki, lautan kusebrangi” Sekarang, menuang segelas air harus dilayani oleh Dangi. 

Dalam kacamata keilmuan saya, terjadi ketidakadilan gender dalam rumahtangga Dangi Rami dan Kamani Langgango. Meskipun Kamani berbadan kekar, aib baginya membantu pekerjaan mencuci piring, mengganti popok bayi atau menyapu halaman. Sementara tubuh Dangi yang sedang-sedang saja, seakan memiliki komposisi 2 raga selama sebulan penuh ini. Inilah yang disebut sebagai konstruksi sosial tentang peran laki-laki dan perempuan. Jika peran perempuan lebih berat dibandingkan laki-laki, di situlah ketidakadilan gender itu terjadi.

Ketidakadilan gender dalam rumah tangga Dangi dkk. sudah dikumandangkan sejak awal Ramadhan. “Kaum muslimin wal muslimat. Waktu sekarang menunjukkan pukul 03.00. Waktu imsak hari ini jatuh pada pukul 04.40 menit.  Kepada ibu-ibu rumah tangga, segera bangun untuk mempersiapkan makan sahur. Sahuur…sahuur….sahuur…”

Tak apalah Dangi…. Yakinilah, bahwa peranmu sebagai ibu rumah tangga selama sebulan ini, insyaallah ditukar dengan curahan pahala yang berlipat, untuk mengantarkanmu menikmati keindahan syurga yang abadi. Selama-lamanya. Insyaallah Kamani segera menyusul, setelah dia usai mempertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, kelalaiannya membebani istrinya dengan tabung gas 3 kg dari pangkalan elpiji, sambil lengan kanannya menggendong sang bayi.

Oleh: Dr. Momy Hunowu, M.Si – (Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Gorontalo)

  • Penulis: Dr. Momy Hunowu, M.Si

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Al-Barzanji Menurut KH. Abdul Rasyid Kamaru Play Button

    Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Al-Barzanji Menurut KH. Abdul Rasyid Kamaru

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 423
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Qadi Kota Gorontalo sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdul Rasyid Kamaru, menyampaikan pengajian mendalam mengenai kitab Al-Barzanji dalam rangkaian majelis rutin di Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo. Pada pertemuan ketujuh ini, beliau masih memfokuskan pembahasan pada bagian mukadimah (ibtidā’ul imlā’) sebelum memasuki bab inti. Dalam pengajiannya, KH. Abdul Rasyid menegaskan bahwa […]

  • Lalampa: Kue Tradisional Gorontalo yang Kaya Cita Rasa dan Sejarah

    Lalampa: Kue Tradisional Gorontalo yang Kaya Cita Rasa dan Sejarah

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Di antara beragam kuliner Nusantara yang menggoda selera, Lalampa menjadi salah satu kue tradisional khas Gorontalo yang patut diperkenalkan lebih luas. Kue ini merupakan simbol kekayaan kuliner pesisir Sulawesi, terutama dari masyarakat Gorontalo yang kaya akan rempah dan hasil laut. Sekilas, Lalampa terlihat seperti lemper dari Jawa. Namun, di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan keunikan […]

  • Annanguru Syahid; Orang Pambusuang Harus Berterima Kasih ke Gus Dur

    Annanguru Syahid; Orang Pambusuang Harus Berterima Kasih ke Gus Dur

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Polewali Mandar— Malam itu, langit Pambusuang tampak pekat. Rinai hujan turun perlahan, seolah menyapa tanah yang basah dengan kelembutan. Usai salat Magrib, meski langit masih gelap, hujan mulai reda. Di depan Masjid At-Taqwa, panggung berukuran 4 x 4 meter ditata dengan cermat. Pengeras suara yang sejak sore terbungkus terpal dibuka, sementara beberapa ruas jalan […]

  • Antara Tadarus dan Transferan

    Antara Tadarus dan Transferan

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan dua hal yang paling ditunggu umat beriman Indonesia: pahala berlipat dan THR berlipat harap. Di satu sisi, kita khusyuk membaca ayat-ayat suci, di sisi lain kita khusyuk membuka aplikasi mobile banking. Antara doa dan dompet, antara tadarus dan transferan di situlah drama “THR vs Taqwa” dimulai. THR, atau Tunjangan Hari Raya, secara […]

  • M. Akhwandany Uar dan Rahmat Sumarlin Terpilih Nahkodai Constitutional Law Study Yogyakarta

    M. Akhwandany Uar dan Rahmat Sumarlin Terpilih Nahkodai Constitutional Law Study Yogyakarta

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Yogyakarta – Musyawarah Constitutional Law Study (CLS) Yogyakarta kembali digelar demi mencari kepemimpinan baru lembaga hukum ketatanegaraan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 27 Februari 2026. Hasil dari Musyawarah yang dilakukan oleh anggota Constitutional law study (CLS) Yogyakarta yakni terpilihnya Saudara muhammad Akhwandany Uar sebagai Direktur periode 2026-2028 dan Saudara Rahmat Sumarlin Maate sebagai Sekretaris 2026-2028. Terpilihnya […]

  • Nelayan Terselamatkan Setelah 4 Jam Terapung di Laut Muara Berau, Solidaritas Komunitas Nelayan Tersorot

    Nelayan Terselamatkan Setelah 4 Jam Terapung di Laut Muara Berau, Solidaritas Komunitas Nelayan Tersorot

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 228
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kejadian menegangkan terjadi di perairan Muara Berau, Kalimantan Timur, ketika seorang nelayan bernama Pak Usman terombang-ambing di laut selama sekitar empat jam setelah perahunya tenggelam akibat menabrak kayu yang mengapung, Selasa (24/3/2026). Insiden ini terjadi tanpa pelampung keselamatan, namun beruntung nelayan lain yang berada di sekitar lokasi berhasil mengevakuasi Pak Usman dengan selamat. […]

expand_less