Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Industri Farmasi Nasional Tertinggal, DPR Beberkan Akar Masalahnya

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 280
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.om –  Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menilai rendahnya daya saing industri farmasi nasional bukan disebabkan oleh lemahnya efisiensi produksi, melainkan tingginya biaya bahan baku dan ongkos produksi di dalam negeri. Kondisi ini membuat harga produk farmasi Indonesia sulit bersaing dengan produk impor.

Hal tersebut disampaikan Evita usai memimpin rapat Komisi VII DPR RI bersama Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Direktur Utama Bio Farma, Direktur Utama Kimia Farma, serta Direktur Utama Indofarma di PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).

“Kalau bahan bakunya mahal, otomatis harganya juga tinggi. Jadi bukan karena industrinya tidak efisien, tapi memang biaya memproduksi di Indonesia itu tinggi,” ujar Evita.

Menurutnya, terdapat banyak faktor yang memengaruhi tingginya biaya produksi industri farmasi nasional. Selain mahalnya bahan baku dan keterbatasan pasokan, harga gas industri yang tinggi juga menjadi salah satu beban utama yang menekan daya saing.

“Masalah gas, harga gas yang tinggi, bahan baku yang sulit, itu semua berkontribusi menurunkan daya saing kita. Kalau persoalan-persoalan di lapangan ini bisa kita carikan solusinya, saya yakin produk farmasi Indonesia tidak kalah dengan produk luar,” jelasnya.

Evita menekankan perlunya langkah kebijakan yang komprehensif dan tepat sasaran dari pemerintah untuk memperkuat industri farmasi nasional, baik di pasar domestik maupun global. Upaya peningkatan daya saing, kata dia, tidak bisa dilakukan secara parsial dan harus menyentuh akar persoalan biaya produksi.

Selain persoalan biaya, Evita juga menyoroti masih adanya tumpang tindih kebijakan antar kementerian dan lembaga dalam pengembangan industri nasional. Ia menilai penguatan industri tidak bisa hanya dibebankan kepada Kementerian Perindustrian, karena menyangkut banyak sektor lain, seperti lingkungan hidup, perizinan, dan AMDAL.

“Kebijakan kita ini masih tumpang tindih. Tidak bisa hanya Kemenperin saja kalau bicara izin industri. Ada kaitannya dengan lingkungan hidup, AMDAL, dan kementerian/lembaga lain. Semua harus punya political will,” tegasnya.

Politisi tersebut menambahkan, dengan komitmen politik yang kuat dan sinergi lintas kementerian dan lembaga, kemandirian industri farmasi nasional bukan hal yang mustahil untuk dicapai.

“Kalau semua kementerian dan lembaga memiliki political will untuk kemajuan dan kemandirian produk industri dalam negeri, insyaallah itu bisa terwujud,” pungkas Evita.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Hanya Zakat, Ekonom NU Dorong Optimalisasi Wakaf dan Sedekah untuk Pengentasan Kemiskinan

    Tak Hanya Zakat, Ekonom NU Dorong Optimalisasi Wakaf dan Sedekah untuk Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pernyataan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, terkait potensi dan pengelolaan dana umat kembali memantik diskursus publik mengenai peran keuangan sosial Islam dalam pembangunan nasional. Menanggapi hal tersebut, Ekonom Nahdlatul Ulama, Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., menegaskan bahwa pengelolaan dana umat tidak boleh berhenti pada zakat semata. “Zakat adalah fondasi. Namun, ekosistem dana […]

  • PWNU Gorontalo Dorong LPNU Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga NU

    PWNU Gorontalo Dorong LPNU Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga NU

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 138
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nahdlatul Ulama Provinsi Gorontalo terus mendorong lembaga-lembaga semi otonom di bawah naungannya untuk aktif menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. Langkah ini dilakukan guna mendukung kerja-kerja Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dalam mewujudkan program-program strategis dan taktis demi mencapai sasaran program NU di tingkat wilayah. Salah satu lembaga yang diharapkan berperan aktif adalah Lembaga […]

  • Dominasi Viralitas Dalam Pembentukan Opini Publik di Ruang Digital

    Dominasi Viralitas Dalam Pembentukan Opini Publik di Ruang Digital

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Julkifli Gadeang
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Oleh: Julkifli Gadeang Hari ini, sebuah persoalan tidak perlu benar-benar penting untuk menjadi perhatian publik. Ia hanya perlu viral. Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai upaya menghakimi dinamika ruang digital yang terus berkembang, melainkan sebagai refleksi kritis atas perubahan cara masyarakat membangun dan memahami opini publik di era teknologi informasi. Di tengah derasnya arus komunikasi digital, […]

  • Ada apa?Empat Tuntutan PMII Belum Tuntas, Perwakilan Polres Maros Tinggalkan Forum Dialog

    Ada apa?Empat Tuntutan PMII Belum Tuntas, Perwakilan Polres Maros Tinggalkan Forum Dialog

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros— Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali turun ke jalan menyuarakan keresahan masyarakat Kabupaten Maros. Pada Senin, 14 September 2026, massa aksi PMII menggelar demonstrasi di dua titik sebagai bentuk kritik terhadap sejumlah persoalan pelayanan publik yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian secara konkret. Aksi diawali di Simpang Empat BRI Kabupaten Maros. Massa menyampaikan sejumlah aspirasi […]

  • Di Meja Syukuran, Kita Menemukan Makna Indonesia

    Di Meja Syukuran, Kita Menemukan Makna Indonesia

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Oleh: Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M Founder Pemuda Nusantara Foundantion Nulondalo.com – Setiap 17 Agustus, kita merayakan kemerdekaan dengan upacara, pengibaran bendera, perlombaan, dan berbagai kegiatan yang penuh semangat. Namun, di balik kemeriahan itu, ada bentuk perayaan yang jauh lebih sederhana, tetapi menyimpan makna kebangsaan yang dalam. Di desa-desa dan kampung-kampung, hingga tingkat RT, […]

  • Gusdurian Makassar Matangkan Konsep Advokasi Penyelesaian Krisis Air di Buloa

    Gusdurian Makassar Matangkan Konsep Advokasi Penyelesaian Krisis Air di Buloa

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Makassar– Sejumlah penggerak inti komunitas Gusdurian Makassar menggelar rapat terbatas di Kompleks Perumahan Permata Sudiang. Pertemuan tersebut digelar untuk menyikapi krisis air bersih yang sudah menahun di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. “Pertemuan hari ini berupaya merumuskan kerja-kerja advokasi, dengan terlebih dahulu membuat perencanaan,” ujar Ahmad Fatin Ilfi, fasilitator pertemuan. Sabtu, 7 Maret […]

expand_less