Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 246
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Pemerintah Indonesia resmi menyatakan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan tersebut menuai sorotan tajam, terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menilai langkah itu tidak berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina.

Penandatanganan piagam keanggotaan Board of Peace dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di sela perhelatan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Dengan bergabungnya Indonesia, BoP kini diisi oleh sejumlah negara mayoritas Muslim seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Pakistan, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Dewan tersebut dirancang sebagai badan internasional yang mengawasi administrasi teknokratis, stabilisasi keamanan, serta rekonstruksi besar-besaran Gaza pascakonflik.

Pemerintah: Demi Perlindungan Sipil dan Akses Kemanusiaan

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa partisipasi Indonesia di Board of Peace bertujuan untuk menjaga kepentingan rakyat Palestina dari dalam proses perdamaian.

“Keanggotaan Indonesia di dalam BoP bertujuan untuk mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, serta memperluas akses bantuan kemanusiaan,” ujar Juru Bicara Kemlu RI dalam keterangan resminya.

Pemerintah juga menilai langkah tersebut sebagai pendekatan pragmatis diplomasi, agar Indonesia dapat menyuarakan perspektif Global South dan memastikan hak penentuan nasib sendiri rakyat Palestina tidak diabaikan dalam forum internasional yang dipimpin Amerika Serikat.

Board of Peace diklaim merujuk pada Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803, serta akan berfungsi sebagai pemerintahan transisi guna mengonsolidasikan gencatan senjata permanen dan membangun kembali infrastruktur vital Gaza yang hancur akibat perang.

Meski inisiatif ini melibatkan tokoh-tokoh AS seperti Jared Kushner, pemerintah menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia tetap berada dalam koridor politik luar negeri bebas aktif, serta membantah isu beban biaya keanggotaan permanen.

MUI: Tidak Berpihak pada Palestina, Tarik Diri Saja

Namun, keputusan tersebut menuai kritik keras dari Majelis Ulama Indonesia. Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menilai keanggotaan Indonesia di Board of Peace sebagai langkah yang janggal dan tidak mencerminkan keberpihakan pada Palestina.

“Indonesia bergabung dengan Board of Peace itu jelas tidak berpihak kepada Palestina,” kata KH Cholil Nafis melalui akun X pribadinya yang dikutip MUI Digital, Rabu (28/1/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, itu menyoroti fakta bahwa Board of Peace digagas Donald Trump dan melibatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sementara tidak ada perwakilan negara Palestina di dalamnya.

“Penggagasnya Trump, anggotanya ada Netanyahu yang jelas menjajah, tapi tidak ada negara Palestina,” ujarnya.

Ia juga mengkritik adanya kewajiban iuran keanggotaan, yang menurutnya semakin memperkuat alasan Indonesia sebaiknya keluar dari forum tersebut.

“Anehnya lagi, Indonesia masih ditarik bayaran keanggotaan. Baiknya Pak Prabowo menarik diri saja,” tegasnya.

Dinilai Neokolonialisme Berkedok Perdamaian

Sikap serupa disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim. Ia menilai Board of Peace sebagai bentuk nyata neokolonialisme yang berpotensi melanggengkan penjajahan Israel terhadap Palestina.

“MUI menegaskan bahwa isu Palestina bukan sekadar konflik biasa, melainkan persoalan penjajahan, perampasan hak dasar, serta pelanggaran sistematis terhadap hukum humaniter internasional,” kata Prof Sudarnoto.

Menurutnya, setiap inisiatif perdamaian yang tidak secara tegas menjadikan pengakhiran pendudukan Israel sebagai syarat utama hanya akan melahirkan perdamaian semu.

“Keterlibatan Israel sebagai anggota setara, bukan sebagai occupying power yang harus dimintai pertanggungjawaban, merupakan cacat mendasar,” tegasnya.

Meski menghargai niat pemerintah untuk berkontribusi pada perdamaian dunia, MUI mengingatkan bahwa keterlibatan tanpa garis merah yang jelas berisiko menjadikan Indonesia sebagai legitimasi moral bagi skema yang merugikan perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Dalam pandangan Islam dan nilai kemanusiaan universal, penjajahan adalah kezaliman yang wajib diakhiri. Perdamaian sejati hanya mungkin jika kedaulatan Palestina dipulihkan sepenuhnya,” pungkasnya.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalau Sudah Tahu Merugikan, Tapi Masih Nekat Nikah Siri… Ya Sudah

    Kalau Sudah Tahu Merugikan, Tapi Masih Nekat Nikah Siri… Ya Sudah

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 270
    • 0Komentar

    “Nikah siri itu lebih banyak merugikan perempuan. Jadi nikah siri kalau di keputusan MUI sah, tapi itu haram. Kenapa? Nyaktiti orang lain. Membuat perempuan itu kurang sempurna mendapatkan haknya,” tegasnya.

  • Moderasi; Kata Kerja Yang Selalu Terbuka

    Moderasi; Kata Kerja Yang Selalu Terbuka

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Saya terlibat cukup lama dalam kerja-kerja moderasi beragama. Bukan hanya dalam bentuk pelatihan, tapi juga merancang metode pembelajaran yang lebih segar dan kontekstual, menyusun pendekatan-pendekatan baru yang lebih hidup — seperti Klinik Moderasi Beragama, Visiting Class, dan Moving Class. Bersama tim kecil, saya mencoba menyebarkan gagasan moderasi sebagai ruang belajar, bukan sekadar slogan. Tapi, jujur […]

  • Manifesto Tarbiyah di Zaman Kacau

    Manifesto Tarbiyah di Zaman Kacau

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 667
    • 0Komentar

    Tulisan ini muncul dari proses perenungan panjang di Kediri. Kedatangan saya di Kediri bukan hanya sekadar lompatan geografis, melainkan sebuah proses penguatan ideologis. Di tanah ini, Munawar Musso terlahir ke dunia, Jenderal Soedirman memimpin pasukan gerilya dan Tan Malaka berpulang kepada Tuhannya. Dari mereka bertiga, saya  belajar bagaimana cara manusia melawan marabahaya. Marabahaya memang selalu […]

  • Utang Langit

    Utang Langit

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu punya cara unik mengajarkan akuntansi kepada umat. Bedanya, ini bukan akuntansi laba-rugi perusahaan, melainkan laporan keuangan batin. Dalam bahasa sederhana: kita semua punya “Utang Langit”. Bedanya dengan utang bank, yang ini tidak ditagih debt collector, tapi oleh nurani. Di bulan suci, manusia mendadak rajin menghitung. Menghitung pahala, menghitung takjil, menghitung THR, bahkan menghitung […]

  • Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Adythia Al Ghozaly
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Oleh: Adythia Al Ghozaly Kaempe, S.H   Setiap 22 Desember, kita disuguhi narasi nasional yang menyesatkan: peringatan “Hari Ibu” seolah menjadi satu-satunya representasi perempuan. Padahal, lebih dari sembilan dekade silam, perempuan-perempuan Nusantara berkumpul dalam Kongres Perempuan 1928, menuntut hak politik, kebebasan, pendidikan, dan pengakuan sosial yang setara. Namun, patriarki dengan cerdik merampas tanggal itu, membungkusnya […]

  • Musrenbang kelurahan Baju Bodoa 2026–2027: Anggaran Rp200 Juta Dibagi Rata ke Tiga Lingkungan

    Musrenbang kelurahan Baju Bodoa 2026–2027: Anggaran Rp200 Juta Dibagi Rata ke Tiga Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pemerintah Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2026–2027 pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Kantor Lurah Baju Bodoa. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan arah pembangunan kelurahan agar lebih tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan riil warga. […]

expand_less