Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

  • account_circle Dr. Mahmud Suyuti
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 222
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konferensi Wilayah ke-16 Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan menjadi ajang penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Dari 22 pemilik suara PC kabupaten/kota se-Sulsel, pertarungan berlangsung ketat antara dua kandidat utama: Ridwan Yusuf dan Salman. Dalam suasana penuh dinamika, Ridwan akhirnya terpilih sebagai Ketua GP Ansor Sulsel periode 2026–2030 dengan perolehan 12 suara, unggul tipis dari Salman yang meraih 10 suara.

Salman: Pekerja Keras yang Konsisten

Salman, Ketua PC Ansor Pinrang dua periode, dikenal sebagai pekerja keras, pengusaha muda sukses, sekaligus pemilik beberapa dapur MBG. Ia juga menjabat Ketua KNPI Pinrang, pernah menjadi Komandan Banser, serta Wakil Ketua Ansor Enrekang. Kredibilitas dan loyalitasnya terhadap kader Ansor tidak diragukan, konsistensinya terstruktur hingga ke akar rumput.

Saya menyaksikan sendiri bagaimana Salman bukan hanya mendengar arahan senior, tetapi juga siap turun langsung ke lapangan menghadapi medan berat. Ia berdiri di barisan terdepan, memastikan kader bekerja disiplin dan terukur. Dukungan penuh juga datang dari sang istri, Andi Fitriani Bakri Salman, Ketua Bawaslu Pinrang, yang menuliskan sendiri pernyataan kesediaan suaminya maju sebagai calon ketua.

Di anak tangga Asrama Haji Sudiang, tempat Konferwil berlangsung, saya menyaksikan langsung bagaimana sang istri menuliskan pernyataan kesediaan suaminya untuk maju sebagai calon Ketua GP Ansor Sulsel. Mama Zahrah, sapaan akrab istrinya, menulis sendiri dengan pulpen, lalu berjalan berkeliling mencari Salman di tengah kerumunan peserta Konferwil untuk meminta tanda tangan pada pernyataan tersebut, setelah dibubuhi cap materai Rp10.000.

Dari peristiwa itu, saya menilai bahwa Salman lebih menaruh perhatian pada kerja-kerja lapangan dibanding urusan administrasi. Sebagai steering committee yang ditugaskan mengawal Konferwil, saya memeriksa berkas pengajuan calon atas nama Salman. Hasilnya, berkas tersebut memang tidak tertata rapi secara administrasi. Berbeda dengan rivalnya, Ridwan.

Sesaat setelah diumumkan kesempatan mendaftar, tim Ridwan langsung maju pertama kali dengan berkas lengkap yang sudah tersusun rapi dalam map. Sementara tim Salman, proses penyetoran berkas berlangsung agak lama.

Steering committee memberi waktu 30 menit untuk pengumpulan dokumen, namun tim Salman baru menyerahkan berkas pada menit ke-33. Itu pun berkas yang disodorkan belum lengkap, sehingga kami memberikan toleransi waktu tambahan sekitar 3–5 menit untuk segera melengkapi.

Ridwan Yusuf: Pekerja Praktis dengan Visi Terstruktur

Saat penyampaian visi-misi, Ridwan Yusuf, akrab disapa Ridho, tampil berapi-api  dengan catatan konsep di tangannya. Strategi pengembangan Ansor yang ia paparkan membuat peserta terbius oleh orasinya.

Berbeda dengan Salman yang berbicara tanpa catatan, Ridho menunjukkan gaya konseptor yang sistematis. Inilah bedanya kader pekerja keras (Salman) degan kader pekerja praktis (Ridho).

Sosok Salman mirip dengan almarhum Muhammad Tonang, Ketua Ansor sebelum Rusdi Idrus. Keduanya identik dengan karakter yang selalu mengutamakan kerja nyata di lapangan. Sementara Ridho lebih menonjol sebagai seorang konseptor.

Karakternya identik dengan pendekatan saya dalam membangun Ansor, yakni berfokus pada kerja-kerja praktis yang diawali dengan pemetaan dan perencanaan matang di atas kertas. Setelah konsep tersebut terstruktur dengan baik, barulah dieksekusi melalui kerja lapangan.

Ridho, sebelumnya menjabat Ketua PC Ansor Bantaeng dan sehari-hari berprofesi sebagai guru ASN di Diknas Gowa. Pendekatannya dalam memimpin Ansor cenderung top-down, berbasis struktural, dengan metode pendampingan dan mentoring.

Model pengkaderannya berbasis kompetensi, fokus pada problem solving nyata di kalangan kader. Tugas awal Ridho adalah merangkul tim rivalnya agar masuk dalam struktur kepengurusan dengan pendekatan win-win solution. Kader potensial dari kubu Salman harus direkrut secara terstruktur, dan itu bisa dibicarakan secara non formal melalui forum warung kopi, agar suasananya lebih cair dan terbuka.

Sebagai pendidik, Ridho perlu menempatkan mantan rival pada posisi sesuai keahlian mereka agar merasa dihargai dan mampu memberi kontribusi nyata. Hindari jabatan “mati”, berikan jabatan fungsional dengan otoritas kerja nyata. Dengan begitu, pekerja praktis dan pekerja keras dapat bersinergi membangun Ansor Sulsel ke depan.

Singkatnya, pekerja praktis idealnya diposisikan pada jabatan sekretaris, sementara pekerja keras pada jabatan dedikasi. Sinergi keduanya akan memperkuat reputasi Ansor Sulsel. Wallahul muwaffiq Ila Aqwamit Thariq.

Penulis : Dewan Senior GP Ansor Sulsel

  • Penulis: Dr. Mahmud Suyuti
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tumbilotohe: Cahaya Tradisi Gorontalo Menyambut Idulfitri

    Tumbilotohe: Cahaya Tradisi Gorontalo Menyambut Idulfitri

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Setiap daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Di Gorontalo, ada sebuah tradisi yang sarat dengan nilai adat dan spiritualitas Islam, yakni tumbilotohe. Tradisi ini digelar setiap malam ke-27 Ramadan dan dikenal sebagai malam pemasangan lampu oleh masyarakat di berbagai sudut kota dan desa. Konon, tradisi tumbilotohe telah ada sejak abad […]

  • Ritual Mappeca Sure (Bubur Asyura); Tak Sekedar Memperingati Tragedi

    Ritual Mappeca Sure (Bubur Asyura); Tak Sekedar Memperingati Tragedi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Fajar baru saja menyingsing di langit Karbala. Angin padang gurun mengalir pelan, membelai tenda-tenda yang berdiri di bawah langit merah muda. Seorang lelaki berusia 58 tahun baru saja menyelesaikan salat Subuh. Ia berdiri hening dalam doa, menatap ke luar tenda, ke seberang padang tempat pasukan besar telah mengepungnya. Empat ribu orang, bersenjata, berbanjar. Sementara di […]

  • UMMA Gaungkan Gerakan Antikorupsi, Satukan Aksi dari Kampus untuk Indonesia Bersih

    UMMA Gaungkan Gerakan Antikorupsi, Satukan Aksi dari Kampus untuk Indonesia Bersih

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Universitas Muslim Maros (UMMA) kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam membangun peradaban yang berintegritas dengan menggelar Seminar Pendidikan Antikorupsi bertema “Satukan Aksi Basmi Korupsi”, Selasa, 9 Desember 2025, di Baruga A Kantor Bupati Maros. Sebanyak 220 mahasiswa dari tiga fakultas hadir dan mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Seminar yang dipandu […]

  • Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr. Hj. Ida Fauziyah menyampaikan, bahwa PKB terus berkomitmen menjadi partai yang solid demi memperjuangkan kepentingan rakyat. Hal tersebut disampaikan pada agenda konsolidasi kader PKB se-Gorontalo bertempat di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Sabtu (15/2/2025), kemarin. “Dalam pertemuan yang penting ini, saya ingin menyampaikan bahwa Gus Ketum […]

  • Begal Tusuk Warga di Semarang Timur, Satu Pelaku Ditangkap Polisi

    Begal Tusuk Warga di Semarang Timur, Satu Pelaku Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aksi begal disertai kekerasan terjadi di Jalan Halmahera Raya, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Minggu (6/4/2026) pagi. Seorang korban mengalami luka akibat serangan senjata tajam dalam kejadian tersebut. Kapolsek Semarang Timur, Andy Susanto, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 06.45 WIB saat korban berinisial ACH (31) tengah menjemput rekannya, Yovita Haryanto, untuk […]

  • Pemkab Bone Bolango Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera

    Pemkab Bone Bolango Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 249
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aksi solidaritas dan kepedulian terhadap korban bencana di Aceh dan Sumatera ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Melalui penggalangan dana yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta aparatur pemerintah desa, Pemkab Bone Bolango berhasil menghimpun bantuan kemanusiaan pada apel kerja perdana tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Alun-Alun Bone Bolango, Jumat (2/1/2026). Aksi […]

expand_less