Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

  • account_circle Dr. Mahmud Suyuti
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 268
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konferensi Wilayah ke-16 Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan menjadi ajang penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Dari 22 pemilik suara PC kabupaten/kota se-Sulsel, pertarungan berlangsung ketat antara dua kandidat utama: Ridwan Yusuf dan Salman. Dalam suasana penuh dinamika, Ridwan akhirnya terpilih sebagai Ketua GP Ansor Sulsel periode 2026–2030 dengan perolehan 12 suara, unggul tipis dari Salman yang meraih 10 suara.

Salman: Pekerja Keras yang Konsisten

Salman, Ketua PC Ansor Pinrang dua periode, dikenal sebagai pekerja keras, pengusaha muda sukses, sekaligus pemilik beberapa dapur MBG. Ia juga menjabat Ketua KNPI Pinrang, pernah menjadi Komandan Banser, serta Wakil Ketua Ansor Enrekang. Kredibilitas dan loyalitasnya terhadap kader Ansor tidak diragukan, konsistensinya terstruktur hingga ke akar rumput.

Saya menyaksikan sendiri bagaimana Salman bukan hanya mendengar arahan senior, tetapi juga siap turun langsung ke lapangan menghadapi medan berat. Ia berdiri di barisan terdepan, memastikan kader bekerja disiplin dan terukur. Dukungan penuh juga datang dari sang istri, Andi Fitriani Bakri Salman, Ketua Bawaslu Pinrang, yang menuliskan sendiri pernyataan kesediaan suaminya maju sebagai calon ketua.

Di anak tangga Asrama Haji Sudiang, tempat Konferwil berlangsung, saya menyaksikan langsung bagaimana sang istri menuliskan pernyataan kesediaan suaminya untuk maju sebagai calon Ketua GP Ansor Sulsel. Mama Zahrah, sapaan akrab istrinya, menulis sendiri dengan pulpen, lalu berjalan berkeliling mencari Salman di tengah kerumunan peserta Konferwil untuk meminta tanda tangan pada pernyataan tersebut, setelah dibubuhi cap materai Rp10.000.

Dari peristiwa itu, saya menilai bahwa Salman lebih menaruh perhatian pada kerja-kerja lapangan dibanding urusan administrasi. Sebagai steering committee yang ditugaskan mengawal Konferwil, saya memeriksa berkas pengajuan calon atas nama Salman. Hasilnya, berkas tersebut memang tidak tertata rapi secara administrasi. Berbeda dengan rivalnya, Ridwan.

Sesaat setelah diumumkan kesempatan mendaftar, tim Ridwan langsung maju pertama kali dengan berkas lengkap yang sudah tersusun rapi dalam map. Sementara tim Salman, proses penyetoran berkas berlangsung agak lama.

Steering committee memberi waktu 30 menit untuk pengumpulan dokumen, namun tim Salman baru menyerahkan berkas pada menit ke-33. Itu pun berkas yang disodorkan belum lengkap, sehingga kami memberikan toleransi waktu tambahan sekitar 3–5 menit untuk segera melengkapi.

Ridwan Yusuf: Pekerja Praktis dengan Visi Terstruktur

Saat penyampaian visi-misi, Ridwan Yusuf, akrab disapa Ridho, tampil berapi-api  dengan catatan konsep di tangannya. Strategi pengembangan Ansor yang ia paparkan membuat peserta terbius oleh orasinya.

Berbeda dengan Salman yang berbicara tanpa catatan, Ridho menunjukkan gaya konseptor yang sistematis. Inilah bedanya kader pekerja keras (Salman) degan kader pekerja praktis (Ridho).

Sosok Salman mirip dengan almarhum Muhammad Tonang, Ketua Ansor sebelum Rusdi Idrus. Keduanya identik dengan karakter yang selalu mengutamakan kerja nyata di lapangan. Sementara Ridho lebih menonjol sebagai seorang konseptor.

Karakternya identik dengan pendekatan saya dalam membangun Ansor, yakni berfokus pada kerja-kerja praktis yang diawali dengan pemetaan dan perencanaan matang di atas kertas. Setelah konsep tersebut terstruktur dengan baik, barulah dieksekusi melalui kerja lapangan.

Ridho, sebelumnya menjabat Ketua PC Ansor Bantaeng dan sehari-hari berprofesi sebagai guru ASN di Diknas Gowa. Pendekatannya dalam memimpin Ansor cenderung top-down, berbasis struktural, dengan metode pendampingan dan mentoring.

Model pengkaderannya berbasis kompetensi, fokus pada problem solving nyata di kalangan kader. Tugas awal Ridho adalah merangkul tim rivalnya agar masuk dalam struktur kepengurusan dengan pendekatan win-win solution. Kader potensial dari kubu Salman harus direkrut secara terstruktur, dan itu bisa dibicarakan secara non formal melalui forum warung kopi, agar suasananya lebih cair dan terbuka.

Sebagai pendidik, Ridho perlu menempatkan mantan rival pada posisi sesuai keahlian mereka agar merasa dihargai dan mampu memberi kontribusi nyata. Hindari jabatan “mati”, berikan jabatan fungsional dengan otoritas kerja nyata. Dengan begitu, pekerja praktis dan pekerja keras dapat bersinergi membangun Ansor Sulsel ke depan.

Singkatnya, pekerja praktis idealnya diposisikan pada jabatan sekretaris, sementara pekerja keras pada jabatan dedikasi. Sinergi keduanya akan memperkuat reputasi Ansor Sulsel. Wallahul muwaffiq Ila Aqwamit Thariq.

Penulis : Dewan Senior GP Ansor Sulsel

  • Penulis: Dr. Mahmud Suyuti
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Pertanian Gorontalo Salurkan Benih Gratis Dukung Program Green Domestik

    Dinas Pertanian Gorontalo Salurkan Benih Gratis Dukung Program Green Domestik

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan benih tanaman gratis untuk mendukung Program Green Domestik yang digagas oleh Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipu’u di Kota Gorontalo. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Senin (20/10/2025). Bantuan diserahkan oleh Yani Dg. Matona, S.P., perwakilan Divisi Hortikultura Dinas Pertanian, dan diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Nulondalo […]

  • Tamim al-Dari dan Lampu Pertama di Masjid Madinah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #22)

    Tamim al-Dari dan Lampu Pertama di Masjid Madinah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #22)

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Tamim al-Dari adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari wilayah Palestina di kawasan Syam. Sebelum memeluk Islam, Tamim dikenal sebagai seorang rahib atau pendeta Kristen. Ia hidup dalam tradisi keagamaan yang kuat dan terbiasa dengan kehidupan ibadah. Dalam literatur biografi sahabat seperti Al-Isti’ab fi Ma’rifat al-Ashab dan Al-Isabah fi Tamyiz al-Sahabah, Tamim disebut sebagai […]

  • Polres Maros Musnahkan 359 Gram Narkoba, Selamatkan 7.000 Warga dari Ancaman Penyalahgunaan

    Polres Maros Musnahkan 359 Gram Narkoba, Selamatkan 7.000 Warga dari Ancaman Penyalahgunaan

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Polres Maros memusnahkan barang bukti (BB) narkoba hasil pengungkapan Satres Narkoba selama tiga bulan terakhir. Pemusnahan dipimpin langsung Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, di halaman Mapolres Maros, Jumat (5/12/2025). Total BB yang dimusnahkan mencapai 359 gram dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp500 juta. Polisi menyebut jumlah tersebut setara dengan penyelamatan sedikitnya 7.000 […]

  • Ratusan Penumpang Perahu Alisa Nyaris Tenggelam di Perairan Pulau Gangga, Seluruh Penumpang Selamat

    Ratusan Penumpang Perahu Alisa Nyaris Tenggelam di Perairan Pulau Gangga, Seluruh Penumpang Selamat

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    nulondalo. com –  Sebuah perahu penumpang bernama Alisa yang mengangkut ratusan warga Talise nyaris tenggelam di perairan dekat Pulau Gangga, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis (5/2/2026). Insiden tersebut terjadi saat kapal sedang dalam perjalanan dari Dermaga Likupang 2 menuju Pulau Talise. Menurut keterangan pemerintah desa setempat, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan […]

  • Donasi Bencana Sumatera Terkumpul Rp400 Juta, Pemkot Gorontalo Akan Antar Langsung Bantuan

    Donasi Bencana Sumatera Terkumpul Rp400 Juta, Pemkot Gorontalo Akan Antar Langsung Bantuan

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Penggalangan dana bantuan kemanusiaan yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo bagi korban bencana alam di Sumatera terus berlangsung. Hingga saat ini, dana yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar Rp400 juta. Data tersebut terungkap dalam rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang digelar di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Jumat (19/12/2025). Pelaksana tugas […]

  • Dari Maros untuk Indonesia: Chaidir Syam Diganjar Penghargaan Bela Negara

    Dari Maros untuk Indonesia: Chaidir Syam Diganjar Penghargaan Bela Negara

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Komitmen Pemerintah Kabupaten Maros dalam menanamkan nilai-nilai bela negara kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Bupati Maros, Chaidir Syam, menerima Penghargaan Apresiasi Bela Negara 2025 yang digelar oleh Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Markas Besar TNI, di Hotel El Royal Bandung. Penghargaan tersebut […]

expand_less