Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

  • account_circle Dr. Mahmud Suyuti (Dewan Senior GP Ansor Sulsel)
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 42
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konferensi Wilayah ke-16 Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan menjadi ajang penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Dari 22 pemilik suara PC kabupaten/kota se-Sulsel, pertarungan berlangsung ketat antara dua kandidat utama: Ridwan Yusuf dan Salman. Dalam suasana penuh dinamika, Ridwan akhirnya terpilih sebagai Ketua GP Ansor Sulsel periode 2026–2030 dengan perolehan 12 suara, unggul tipis dari Salman yang meraih 10 suara.

Salman: Pekerja Keras yang Konsisten

Salman, Ketua PC Ansor Pinrang dua periode, dikenal sebagai pekerja keras, pengusaha muda sukses, sekaligus pemilik beberapa dapur MBG. Ia juga menjabat Ketua KNPI Pinrang, pernah menjadi Komandan Banser, serta Wakil Ketua Ansor Enrekang. Kredibilitas dan loyalitasnya terhadap kader Ansor tidak diragukan, konsistensinya terstruktur hingga ke akar rumput.

Saya menyaksikan sendiri bagaimana Salman bukan hanya mendengar arahan senior, tetapi juga siap turun langsung ke lapangan menghadapi medan berat. Ia berdiri di barisan terdepan, memastikan kader bekerja disiplin dan terukur. Dukungan penuh juga datang dari sang istri, Andi Fitriani Bakri Salman, Ketua Bawaslu Pinrang, yang menuliskan sendiri pernyataan kesediaan suaminya maju sebagai calon ketua.

Di anak tangga Asrama Haji Sudiang, tempat Konferwil berlangsung, saya menyaksikan langsung bagaimana sang istri menuliskan pernyataan kesediaan suaminya untuk maju sebagai calon Ketua GP Ansor Sulsel. Mama Zahrah, sapaan akrab istrinya, menulis sendiri dengan pulpen, lalu berjalan berkeliling mencari Salman di tengah kerumunan peserta Konferwil untuk meminta tanda tangan pada pernyataan tersebut, setelah dibubuhi cap materai Rp10.000.

Dari peristiwa itu, saya menilai bahwa Salman lebih menaruh perhatian pada kerja-kerja lapangan dibanding urusan administrasi. Sebagai steering committee yang ditugaskan mengawal Konferwil, saya memeriksa berkas pengajuan calon atas nama Salman. Hasilnya, berkas tersebut memang tidak tertata rapi secara administrasi. Berbeda dengan rivalnya, Ridwan.

Sesaat setelah diumumkan kesempatan mendaftar, tim Ridwan langsung maju pertama kali dengan berkas lengkap yang sudah tersusun rapi dalam map. Sementara tim Salman, proses penyetoran berkas berlangsung agak lama.

Steering committee memberi waktu 30 menit untuk pengumpulan dokumen, namun tim Salman baru menyerahkan berkas pada menit ke-33. Itu pun berkas yang disodorkan belum lengkap, sehingga kami memberikan toleransi waktu tambahan sekitar 3–5 menit untuk segera melengkapi.

Ridwan Yusuf: Pekerja Praktis dengan Visi Terstruktur

Saat penyampaian visi-misi, Ridwan Yusuf, akrab disapa Ridho, tampil berapi-api  dengan catatan konsep di tangannya. Strategi pengembangan Ansor yang ia paparkan membuat peserta terbius oleh orasinya.

Berbeda dengan Salman yang berbicara tanpa catatan, Ridho menunjukkan gaya konseptor yang sistematis. Inilah bedanya kader pekerja keras (Salman) degan kader pekerja praktis (Ridho).

Sosok Salman mirip dengan almarhum Muhammad Tonang, Ketua Ansor sebelum Rusdi Idrus. Keduanya identik dengan karakter yang selalu mengutamakan kerja nyata di lapangan. Sementara Ridho lebih menonjol sebagai seorang konseptor.

Karakternya identik dengan pendekatan saya dalam membangun Ansor, yakni berfokus pada kerja-kerja praktis yang diawali dengan pemetaan dan perencanaan matang di atas kertas. Setelah konsep tersebut terstruktur dengan baik, barulah dieksekusi melalui kerja lapangan.

Ridho, sebelumnya menjabat Ketua PC Ansor Bantaeng dan sehari-hari berprofesi sebagai guru ASN di Diknas Gowa. Pendekatannya dalam memimpin Ansor cenderung top-down, berbasis struktural, dengan metode pendampingan dan mentoring.

Model pengkaderannya berbasis kompetensi, fokus pada problem solving nyata di kalangan kader. Tugas awal Ridho adalah merangkul tim rivalnya agar masuk dalam struktur kepengurusan dengan pendekatan win-win solution. Kader potensial dari kubu Salman harus direkrut secara terstruktur, dan itu bisa dibicarakan secara non formal melalui forum warung kopi, agar suasananya lebih cair dan terbuka.

Sebagai pendidik, Ridho perlu menempatkan mantan rival pada posisi sesuai keahlian mereka agar merasa dihargai dan mampu memberi kontribusi nyata. Hindari jabatan “mati”, berikan jabatan fungsional dengan otoritas kerja nyata. Dengan begitu, pekerja praktis dan pekerja keras dapat bersinergi membangun Ansor Sulsel ke depan.

Singkatnya, pekerja praktis idealnya diposisikan pada jabatan sekretaris, sementara pekerja keras pada jabatan dedikasi. Sinergi keduanya akan memperkuat reputasi Ansor Sulsel. Wallahul muwaffiq Ila Aqwamit Thariq.

  • Penulis: Dr. Mahmud Suyuti (Dewan Senior GP Ansor Sulsel)
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LBH Papua Pos Sorong Duga Kapolresta Lindungi Anggota dalam Kasus Penyiksaan Warga Sipil

    LBH Papua Pos Sorong Duga Kapolresta Lindungi Anggota dalam Kasus Penyiksaan Warga Sipil

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Pos Sorong menduga Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Sorong, Papua Barat Daya, melakukan pembiaran dan melindungi oknum anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus penyiksaan terhadap warga sipil bernama Ortizan F. Tarage. Dilansir dari Jubi.id, Dugaan tersebut disampaikan anggota LBH Papua Pos Sorong, Ambrosius Kelagilit, menyusul lambannya penanganan […]

  • Ketua TMI Gorontalo Rian Uno Soroti Dampak Investasi: Perusahaan Harus Evaluasi Diri dan Jangan Rugikan Petani

    Ketua TMI Gorontalo Rian Uno Soroti Dampak Investasi: Perusahaan Harus Evaluasi Diri dan Jangan Rugikan Petani

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyampaikan pernyataan tegas terkait dampak investasi sejumlah perusahaan besar di wilayah Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato. Menurutnya, polemik seputar investasi tersebut telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan hingga mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) di tingkat daerah. “Pansus pertambangan dan pansus sawit telah dibentuk untuk menyikapi persoalan ini. […]

  • Tingkat Hunian Kamar Hotel Bintang di Gorontalo Naik 3,64 Persen

    Tingkat Hunian Kamar Hotel Bintang di Gorontalo Naik 3,64 Persen

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Provinsi Gorontalo pada Mei 2025 sebesar 32,90 persen naik 3,64 poin dibandingkan bulan April 2025. “Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel merupakan gambaran produktivitas usaha jasa akomodasi,” kata Dwi Alwi Astuti Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Selasa (1/7/2025). Dwi Alwi menjelaskan peningkatan TPK hotel […]

  • QRIS Menyapa Gorontalo, Bank Indonesia Perkuat Literasi Pembayaran Digital di Pekan Ekonomi Syariah

    QRIS Menyapa Gorontalo, Bank Indonesia Perkuat Literasi Pembayaran Digital di Pekan Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Pekan Ekonomi Syariah yang digelar oleh PWNU Gorontalo menjadi ajang kolaborasi penting antara lembaga keagamaan, pelaku usaha, dan lembaga keuangan. Kegiatan yang berlangsung di kantor PWNU Gorontalo ini menghadirkan berbagai agenda edukatif, mulai dari expo UMKM, seminar investasi syariah, hingga sosialisasi sistem pembayaran digital oleh Bank Indonesia, Rabu (29/10/2025). Dalam kegiatan Sosialisasi QRIS, Bank Indonesia […]

  • Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Tujuh Menteri Dikabarkan Dievaluasi

    Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Tujuh Menteri Dikabarkan Dievaluasi

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Isu perombakan kabinet kembali mencuat di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kabinet Merah Putih disebut-sebut akan mengalami reshuffle dalam waktu dekat, menyusul agenda pelantikan sejumlah pejabat yang dijadwalkan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana, rencana pelantikan tersebut memicu spekulasi bahwa […]

  • Warga Meributkan SPMB Kadis Dikbud Menjelaskan

    Warga Meributkan SPMB Kadis Dikbud Menjelaskan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemprov Gorontalo Rusli Nusi memberikan penjelasan terkait proses Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) yang menuai atensi publik. Dikatakan Rusli, proses SPMB sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. Mekanisme SPMB tahun ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025. Regulasi itu dijabarkan […]

expand_less