Adhan Dambea Bongkar Manajemen RSAS, Terungkap Pembayaran ke Pihak Ketiga Pernah Tertunda Hingga Setahun
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 67
- print Cetak

Wali Kota Adhan Dambea memimpin pertemuan bersama jajaran manajemen Rumah Sakit Aloei Saboe untuk mengevaluasi pengelolaan rumah sakit serta memperbaiki sistem kerja sama dengan para mitra dan penyedia layanan kesehatan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Persoalan tata kelola di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) kembali terungkap. Sebelum pemerintahan Adhan Dambea dan Indra Gobel memimpin Kota Gorontalo, rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut disebut menghadapi berbagai masalah, mulai dari pelayanan, ketersediaan alat kesehatan, hingga pengelolaan keuangan.
Fakta terbaru mencuat dalam rapat evaluasi dan silaturahmi antara Wali Kota Gorontalo dengan mitra kerja RSAS. Dalam forum tersebut, Direktur RSAS, Abdulhafidz Daud, mengungkapkan bahwa pembayaran kepada pihak ketiga sebelumnya bisa tertunda hingga satu tahun.
“Dulu pak, sebelum bapak (wali kota), pengambilan barang bulan Januari 2024, bayarnya Januari 2025,” ungkap Abdulhafidz di hadapan Wali Kota dalam rapat tersebut.
Menurutnya, kondisi itu berdampak pada hubungan kerja sama dengan para penyedia barang dan jasa yang menjadi mitra rumah sakit.
Namun, Abdulhafidz mengatakan situasi mulai berubah setelah pemerintahan baru memimpin. Saat ini, jeda pembayaran kepada pihak ketiga berhasil dipangkas menjadi sekitar enam bulan.
“Sekarang tinggal enam bulan, pak wali,” ujarnya.
Ia menambahkan, manajemen RSAS akan terus berupaya memperbaiki sistem pembayaran agar jeda waktu antara pengambilan barang dan pelunasan tidak lagi terlalu lama.
Sementara itu, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengakui telah mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di RSAS. Ia menegaskan bahwa langkah pertama yang dilakukan sejak dilantik adalah membenahi struktur dan tata kelola manajemen rumah sakit tersebut.
“Jadi bapak dan ibu, yang saya perbaiki agar rumah sakit kita pengelolaannya menjadi baik adalah membongkar manajemen,” tegas Adhan.
Menurutnya, pembenahan manajemen menjadi kunci untuk memperbaiki pelayanan kesehatan sekaligus membangun kembali kepercayaan para mitra kerja.
Adhan juga memastikan pemerintah kota berkomitmen memperbaiki hubungan dengan seluruh mitra yang selama ini bekerja sama dengan RSAS.
“InsyaAllah dengan adanya pembenahan, hubungan kita akan semakin baik di waktu yang akan datang,” pungkasnya.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar