Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Adhan Dambea Bongkar Manajemen RSAS, Terungkap Pembayaran ke Pihak Ketiga Pernah Tertunda Hingga Setahun

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 289
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Persoalan tata kelola di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) kembali terungkap. Sebelum pemerintahan Adhan Dambea dan Indra Gobel memimpin Kota Gorontalo, rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut disebut menghadapi berbagai masalah, mulai dari pelayanan, ketersediaan alat kesehatan, hingga pengelolaan keuangan.

Fakta terbaru mencuat dalam rapat evaluasi dan silaturahmi antara Wali Kota Gorontalo dengan mitra kerja RSAS. Dalam forum tersebut, Direktur RSAS, Abdulhafidz Daud, mengungkapkan bahwa pembayaran kepada pihak ketiga sebelumnya bisa tertunda hingga satu tahun.

“Dulu pak, sebelum bapak (wali kota), pengambilan barang bulan Januari 2024, bayarnya Januari 2025,” ungkap Abdulhafidz di hadapan Wali Kota dalam rapat tersebut.

Menurutnya, kondisi itu berdampak pada hubungan kerja sama dengan para penyedia barang dan jasa yang menjadi mitra rumah sakit.

Namun, Abdulhafidz mengatakan situasi mulai berubah setelah pemerintahan baru memimpin. Saat ini, jeda pembayaran kepada pihak ketiga berhasil dipangkas menjadi sekitar enam bulan.

“Sekarang tinggal enam bulan, pak wali,” ujarnya.

Ia menambahkan, manajemen RSAS akan terus berupaya memperbaiki sistem pembayaran agar jeda waktu antara pengambilan barang dan pelunasan tidak lagi terlalu lama.

Sementara itu, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengakui telah mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di RSAS. Ia menegaskan bahwa langkah pertama yang dilakukan sejak dilantik adalah membenahi struktur dan tata kelola manajemen rumah sakit tersebut.

“Jadi bapak dan ibu, yang saya perbaiki agar rumah sakit kita pengelolaannya menjadi baik adalah membongkar manajemen,” tegas Adhan.

Menurutnya, pembenahan manajemen menjadi kunci untuk memperbaiki pelayanan kesehatan sekaligus membangun kembali kepercayaan para mitra kerja.

Adhan juga memastikan pemerintah kota berkomitmen memperbaiki hubungan dengan seluruh mitra yang selama ini bekerja sama dengan RSAS.

“InsyaAllah dengan adanya pembenahan, hubungan kita akan semakin baik di waktu yang akan datang,” pungkasnya.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Setiap lebaran tiba, ada satu momen yang selalu kita tunggu dengan antusias: Halal Bi Halal. Di banyak keluarga muslim Indonesia, tradisi ini berarti keliling dari rumah ke rumah, bersalaman, dan menyantap hidangan yang sensasi rasanya tak pernah gagal. Tapi lebih dari itu, ada suasana hangat yang selalu hadir: perasaan diterima kembali, (setelah) apapun yang terjadi […]

  • Pemprov Gorontalo Gelar Workshop Percepatan Penyusunan Dokumen Administratif BLUD SMK

    Pemprov Gorontalo Gelar Workshop Percepatan Penyusunan Dokumen Administratif BLUD SMK

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Biro Pengendalian Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo menggelar Workshop Percepatan Penyusunan Dokumen Administratif Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Senin (20/10/2025), di Hotel Grand Q Kota Gorontalo. Kegiatan yang berlangsung selama 2 (dua) hari ini diikuti oleh para Kepala SMK se-Provinsi Gorontalo serta melibatkan OPD teknis terkait, […]

  • Gus Yahya: Muktamar PBNU Bisa Digelar Kapan Saja Asal Penuhi Syarat Konstitusional

    Gus Yahya: Muktamar PBNU Bisa Digelar Kapan Saja Asal Penuhi Syarat Konstitusional

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan usulan percepatan pelaksanaan Muktamar PBNU selama seluruh ketentuan konstitusional organisasi dipenuhi. Gus Yahya menyatakan, Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi NU bisa digelar kapan saja, bahkan “besok pagi”, asalkan dipimpin oleh dua pemegang mandat tertinggi organisasi, yakni Rais Aam PBNU […]

  • Satlantas Polres Maros Segera Bertindak!.Antrean Panjang Truk Mengisi BBM tak kunjung usai hingga Menyebabkan kemacetan hingga Kecelakaan

    Satlantas Polres Maros Segera Bertindak!.Antrean Panjang Truk Mengisi BBM tak kunjung usai hingga Menyebabkan kemacetan hingga Kecelakaan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros– Antrean truk yang mengular di depan SPBU Maros Menimbulkan kemacetan hingga memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas di Jalan poros Maros-Makassar Butta toa Maros, kamis 30/07/2026 Malam. Menurut keterangan saksi, kecelakaan terjadi saat antrean truk tangki di SPBU sudah memanjang hingga badan jalan. Pada saat yang bersamaan, sepeda motor yang melaju dari arah utara tidak […]

  • Kronologi Dugaan Korupsi Perumda Aneka Usaha Majene, Sekda dan Bupati Diperiksa Kejati Sulbar

    Kronologi Dugaan Korupsi Perumda Aneka Usaha Majene, Sekda dan Bupati Diperiksa Kejati Sulbar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 331
    • 0Komentar

    nulondalo.com-Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat terus mengusut kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan di Perumda Aneka Usaha Majene. Dalam penyidikan tersebut, penyidik telah memeriksa Sekretaris Daerah dan Bupati Majene sebagai saksi bersama puluhan pihak lainnya. Kasus ini menjerat mantan Penjabat Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Majene berinisial AA yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Berikut kronologi pengungkapan kasus […]

  • Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

    Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Yogyakarta- Direktur Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid, menyampaikan bahwa merawat Indonesia tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi juga membutuhkan kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut Alissa, menjaga dan merawat Indonesia bukanlah pekerjaan mudah seperti menyampaikan pidato di depan umum. Merawat Indonesia berarti harus hadir secara nyata dalam memelihara keberagaman dan kebersamaan di antara […]

expand_less