Breaking News
light_mode
Trending Tags

Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 57
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Abu Dzar al-Ghifari adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kehidupan zuhudnya. Ia berasal dari kabilah Ghifar, sebuah kabilah Arab yang tinggal di jalur perdagangan antara Makkah dan Syam. Sebelum masuk Islam, kabilah ini dikenal keras dan hidup dari merampok kafilah dagang. Namun Abu Dzar memiliki sifat yang berbeda dari kebanyakan orang di lingkungannya. Ia dikenal sebagai pribadi yang jujur, berani, dan memiliki kepekaan terhadap ketidakadilan.

Ketika kabar tentang seorang nabi baru di Makkah sampai kepadanya, Abu Dzar tidak menunggu lama. Ia mengutus saudaranya untuk mencari informasi. Setelah mendengar berita tentang ajaran Nabi Muhammad SAW, ia memutuskan datang sendiri ke Makkah untuk memastikan kebenaran berita itu. Perjalanannya penuh risiko. Pada masa itu kaum Quraisy sangat keras terhadap siapa pun yang menunjukkan simpati kepada Nabi. Abu Dzar datang secara diam-diam dan tinggal beberapa hari tanpa berani menanyakan langsung tentang Nabi di depan umum.

Pertemuan dengan Nabi akhirnya terjadi melalui bantuan Ali bin Abi Thalib r.a. Setelah berbicara dengan Nabi dan mendengar ayat-ayat Al-Qur’an, Abu Dzar segera menyatakan keislamannya. Ia termasuk orang yang sangat awal menerima Islam. Namun keberanian Abu Dzar tampak sejak awal. Nabi menyarankan agar ia merahasiakan keislamannya karena situasi di Makkah masih berbahaya. Tetapi Abu Dzar justru pergi ke sekitar Ka’bah dan menyatakan keislamannya di hadapan kaum Quraisy. Ia dipukuli hingga hampir pingsan. Peristiwa itu menunjukkan karakter Abu Dzar: berani dan tidak mudah berkompromi dengan tekanan sosial.

Setelah hijrah ke Madinah, Abu Dzar menjadi bagian dari komunitas sahabat yang hidup sangat sederhana di sekitar Masjid Nabawi. Di masjid itu terdapat sebuah serambi beratap yang dikenal sebagai Suffah. Di tempat inilah tinggal sekelompok sahabat yang tidak memiliki rumah atau penghasilan tetap. Mereka dikenal sebagai Ahlu Suffah. Jumlah mereka tidak selalu sama. Kadang sekitar beberapa puluh orang, kadang mencapai lebih dari tujuh puluh orang.

Para Ahlu Suffah hidup dalam kesederhanaan. Mereka tidur di lantai masjid atau di serambi tersebut. Makanan mereka sering kali hanya beberapa butir kurma atau susu yang dibagikan oleh para sahabat yang memiliki kemampuan lebih. Kadang mereka menahan lapar sepanjang hari. Namun kehidupan di Suffah bukan sekadar simbol kemiskinan. Tempat itu menjadi ruang belajar yang sangat dekat dengan Nabi. Mereka mendengar langsung ajaran Nabi, menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, dan menyaksikan bagaimana Islam dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Abu Dzar sering dikaitkan dengan kelompok ini karena gaya hidupnya yang sangat sederhana dan kedekatannya dengan nilai-nilai yang hidup di Suffah. Ia tidak tertarik pada kekayaan atau jabatan. Dalam banyak riwayat, Abu Dzar dikenal sebagai sahabat yang keras dalam mengkritik penumpukan harta. Ia sering mengingatkan ayat Al-Qur’an yang mengecam orang yang menimbun emas dan perak tanpa menggunakannya untuk kepentingan masyarakat.

Karakter Abu Dzar membuatnya sering dianggap sebagai simbol kehidupan zuhud dalam sejarah Islam. Ia tidak hanya hidup sederhana secara pribadi, tetapi juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada kekayaan dan kemewahan. Sikap ini membuat namanya sering disebut ketika para ulama membicarakan asal-usul tradisi asketisme dalam Islam.

Kehidupan Ahl al-Suffah sendiri memberi gambaran penting tentang fase awal masyarakat Muslim. Mereka adalah kelompok yang tidak memiliki kekuatan ekonomi, tetapi memiliki kedekatan spiritual yang sangat kuat dengan Nabi. Dari serambi sederhana di Masjid Nabawi itu lahir banyak perawi hadis dan sahabat yang kemudian menyebarkan ajaran Islam ke berbagai wilayah.

Kisah Abu Dzar dan para Ahl al-Suffah menunjukkan sisi lain dari sejarah Islam. Selain dakwah, peperangan dan ekspansi, ada kehidupan sederhana di serambi masjid yang diisi oleh orang-orang yang belajar langsung dari Nabi. Dari ruang kecil itu lahir tradisi pengetahuan, kesalehan, dan kesederhanaan yang kemudian menjadi bagian penting dari warisan spiritual Islam yang kita kenal dengan nama tasawuf.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis Gorontalo Bongkar Dugaan Aleg Pohuwato Terlibat Tambang Ilegal

    Aktivis Gorontalo Bongkar Dugaan Aleg Pohuwato Terlibat Tambang Ilegal

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Polemik dugaan keterlibatan anggota DPRD Pohuwato, Yusuf Lawani, dalam aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam datang dari aktivis muda Gorontalo, Kevin Lapendos, yang menegaskan telah mengantongi bukti kuat atas dugaan tersebut. Sejak Juli 2025, Kevin bersama jaringan advokasinya melakukan penelusuran terkait aleg dari Fraksi Nasdem itu. Hasilnya, ia mengklaim menemukan […]

  • Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Indonesia resmi menyatakan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan tersebut menuai sorotan tajam, terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menilai langkah itu tidak berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina. Penandatanganan piagam keanggotaan Board of Peace dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo […]

  • Maros Konsisten 9 Tahun, Duta Anti Narkoba 2025 Resmi Dinobatkan

    Maros Konsisten 9 Tahun, Duta Anti Narkoba 2025 Resmi Dinobatkan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2025 sukses digelar di Gedung Serbaguna Pemerintah Kabupaten Maros, Sabtu (13/12/2025). Ajang bergengsi ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, dan berlangsung meriah sejak pukul 14.00 Wita hingga 23.00 Wita. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Ikatan […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo secara resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) di Kantor PWNU Gorontalo, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah. Acara pembukaan turut dihadiri oleh berbagai lembaga dan instansi strategis, antara lain Bursa Efek Indonesia (BEI), Pintraco, Otoritas […]

  • Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Pernakah kita berpikir kenapa fasilitas publik seperti rumah sakit atau taman kota bisa dinamai sesuai dengan nama seseorang? Memang sih, terkadang kita menganggap bagian dari menamai ruang publik itu adalah salah satu bentuk penghormatan kepada seseorang. Tapi, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah; apakah semua fasilitas publik harus terhubung dengan nama seseorang? Lebih-lebih di balik penamaan […]

  • Aktivis Bakal menggelar Aksi Demo, Desak Kejati dan Polda Gorontalo Tangkap Wahyudin Moridu

    Aktivis Bakal menggelar Aksi Demo, Desak Kejati dan Polda Gorontalo Tangkap Wahyudin Moridu

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Gelombang kritik terhadap praktik korupsi di tubuh elit politik Gorontalo semakin menguat. Aktivis muda Gorontalo, Kevin Lapendos, dengan lantang meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Polda Gorontalo segera mengambil langkah hukum tegas terhadap Wahyudin Moridu, anggota legislatif Provinsi Gorontalo dari fraksi PDIP, yang diduga kuat terlibat dalam praktik korupsi saat masih menjabat sebagai anggota DPRD Boalemo […]

expand_less