Breaking News
light_mode
Trending Tags

Syuriyah dan Wibawa Kepemimpinan di Nahdlatul Ulama

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Kamis, 6 Okt 2022
  • visibility 6
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam struktur kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU), Syuriyah merupakan pimpinan tertinggi organisasi. Lembaga ini memiliki tugas utama membina, mengarahkan, serta mengawasi pelaksanaan setiap keputusan yang akan maupun sedang dijalankan oleh organisasi.

Kedudukan Syuriah berada di posisi tertinggi karena di dalamnya berhimpun para ulama sepuh yang memiliki basis keilmuan agama yang kuat. Hal ini sejalan dengan karakter NU sebagai organisasi para ulama. Selain menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan, Syuriah juga berperan sebagai dewan pengarah dalam setiap langkah dan kebijakan organisasi. Dengan demikian, peran dan fungsi Syuriah dalam struktur organisasi NU sangatlah jelas dan strategis.

Peran tersebut juga tertuang secara tegas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. Pada Bab VII disebutkan bahwa Syuriyah merupakan pimpinan tertinggi di NU. Sementara pada Bab VIII dijelaskan bahwa tugas Syuriah adalah membina, mengarahkan, serta mengawasi pelaksanaan keputusan-keputusan organisasi, baik yang akan direncanakan maupun yang sedang berjalan.

Adapun Tanfidziyah memiliki fungsi sebagai pelaksana kebijakan. Artinya, Tanfidziyah bertugas menjalankan keputusan dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Syuriyah. Jika dianalogikan dalam sistem ketatanegaraan, Tanfidziyah dapat dipahami sebagai lembaga eksekutif yang mengeksekusi keputusan yang lahir dari lembaga yang lebih tinggi.

Namun dalam praktiknya, peran Syuriah di lingkungan NU Gorontalo justru dinilai mengalami pelemahan. Salah satu fakta yang sempat menjadi perbincangan serius di kalangan internal NU adalah dugaan pemalsuan tanda tangan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bone Bolango, KH. Helmi Podungge.

Tanda tangan tersebut diduga dicantumkan dalam sebuah Surat Pernyataan (SP) yang diterbitkan oleh pengurus Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bone Bolango untuk merespons polemik yang terjadi di tubuh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Gorontalo serta di Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo.

Yang lebih memprihatinkan, surat tersebut disebut keluar tanpa pertimbangan maupun sepengetahuan Rais Syuriah. Jika benar demikian, maka hal ini menunjukkan praktik kepemimpinan organisasi yang kurang sehat. Peran Syuriah sebagai otoritas tertinggi dalam organisasi seakan-akan dikesampingkan.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apakah sikap semacam ini tidak perlu dipertanggungjawabkan secara moral dan organisatoris? Jika benar terjadi pengabaian terhadap peran Syuriyah, bahkan hingga pada dugaan pemalsuan tanda tangan, maka semestinya ada klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka dari pihak yang terlibat.

Ke depan, organisasi yang menghimpun para ulama ini perlu memperketat proses rekrutmen kepengurusan. Rekam jejak calon pengurus harus menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kelayakan seseorang untuk memimpin organisasi.

Menjadi pengurus NU tentu tidak cukup hanya dengan latar belakang religius semata seperti rajin beribadah, aktif di majelis taklim, atau alumnus pesantren. Lebih dari itu, seorang pengurus harus memiliki integritas, mental kepemimpinan yang matang, serta sikap terbuka dalam mengelola organisasi.

Yang tidak kalah penting adalah kemampuan menanggalkan ego pribadi, serta kesediaan untuk tidak selalu merasa paling benar dalam setiap pengambilan keputusan.

Jika prinsip-prinsip tersebut dijaga, maka Nahdlatul Ulama akan tetap menjadi organisasi yang bermartabat di mata para nahdliyin, sekaligus tetap mendapatkan kepercayaan dari publik luas.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Re-historiografi Gorontalo”

    “Re-historiografi Gorontalo”

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Dalam sebuah obrolan melalui whatsApp, sahabat saya Arief Abbas mencoba mengajak saya untuk membincang kembali Gorontalo, yang dimaksud adalah “Re-historigrafi Gorontalo”. Menurut Arief selama ini sejarah Gorontalo hanya menjelaskan Sultan Amai, Matolodulakiki, Raja Eyato dan beberapa lainnya. Bagi Arief banyak hal soal Gorontalo yang kurang diulas misalnya Wato, Dayango, Sejarah mengenai orang-orang tertindas/terpinggirkan dan lain […]

  • Negara Hukum atau Negara Kuasa? Menguji Integritas Penegakan Hukum Indonesia

    Negara Hukum atau Negara Kuasa? Menguji Integritas Penegakan Hukum Indonesia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Zulkifli
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sebelum Indonesia mengenal sistem hukum kolonial Belanda, masyarakat Nusantara telah hidup dengan tatanan hukum sendiri, yakni hukum adat. Nilai-nilai ini tumbuh dari kearifan lokal dan mengakar kuat dalam kehidupan sosial. Salah satu komunitas yang hingga kini masih menjaga hukum adat adalah Suku Kajang di Kabupaten Bulukumba. Mereka bahkan mendapat pengakuan internasional; The Washington Post menempatkan […]

  • Ricuh Usai Laga Liga 4, Suporter PSIR Rembang Kejar Wasit

    Ricuh Usai Laga Liga 4, Suporter PSIR Rembang Kejar Wasit

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pertandingan Liga 4 antara PSIR Rembang melawan Persak Kebumen berujung ricuh usai peluit panjang dibunyikan, Jumat (13/2/2026). Laga yang dimenangi Persak Kebumen dengan skor 0-2 itu diwarnai aksi sejumlah suporter tuan rumah yang masuk ke dalam lapangan dan mengejar wasit. Insiden tersebut terjadi sesaat setelah pertandingan berakhir. Berdasarkan informasi yang beredar di media […]

  • Islah PBNU Tercapai, Rais Aam dan Ketua Umum Sepakat Gelar Muktamar Bersama

    Islah PBNU Tercapai, Rais Aam dan Ketua Umum Sepakat Gelar Muktamar Bersama

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 114
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasuki babak baru setelah tercapainya islah antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Rekonsiliasi tersebut dicapai dalam pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025). Pertemuan yang diprakarsai para Masyayikh dan Mustasyar PBNU itu […]

  • Dari Laporan ke Tindakan: A. Abbas dan A. Rudi Buktikan Pelayanan Tanpa Basa-Basi

    Dari Laporan ke Tindakan: A. Abbas dan A. Rudi Buktikan Pelayanan Tanpa Basa-Basi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Keluhan warga Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, terkait padamnya lampu penerangan jalan akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Perhubungan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, H.A. Maskur Abbas, SE,.M.Si., bersama Camat Maros Baru, A. Rudi, S.IP, M.M, menunjukkan respons sigap dengan langsung melakukan penggantian lima […]

  • UNUSIA Berikan Masukan di Forum Investor Daily

    UNUSIA Berikan Masukan di Forum Investor Daily

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) turut ambil bagian dalam Forum Investor Daily Indonesia yang mengusung tema Environmental, Social, and Governance (ESG): Bersama Membangun Keberlanjutan, diselenggarakan pada Kamis, 20 November 2025 di Ballroom 1 Hotel Mulia Senayan. Forum ini mempertemukan akademisi, regulator, dan pelaku industri untuk membahas strategi keberlanjutan dan tata kelola perusahaan yang semakin relevan […]

expand_less