Breaking News
light_mode
Trending Tags

Syuriyah dan Wibawa Kepemimpinan di Nahdlatul Ulama

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Kamis, 6 Okt 2022
  • visibility 63
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam struktur kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU), Syuriyah merupakan pimpinan tertinggi organisasi. Lembaga ini memiliki tugas utama membina, mengarahkan, serta mengawasi pelaksanaan setiap keputusan yang akan maupun sedang dijalankan oleh organisasi.

Kedudukan Syuriah berada di posisi tertinggi karena di dalamnya berhimpun para ulama sepuh yang memiliki basis keilmuan agama yang kuat. Hal ini sejalan dengan karakter NU sebagai organisasi para ulama. Selain menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan, Syuriah juga berperan sebagai dewan pengarah dalam setiap langkah dan kebijakan organisasi. Dengan demikian, peran dan fungsi Syuriah dalam struktur organisasi NU sangatlah jelas dan strategis.

Peran tersebut juga tertuang secara tegas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. Pada Bab VII disebutkan bahwa Syuriyah merupakan pimpinan tertinggi di NU. Sementara pada Bab VIII dijelaskan bahwa tugas Syuriah adalah membina, mengarahkan, serta mengawasi pelaksanaan keputusan-keputusan organisasi, baik yang akan direncanakan maupun yang sedang berjalan.

Adapun Tanfidziyah memiliki fungsi sebagai pelaksana kebijakan. Artinya, Tanfidziyah bertugas menjalankan keputusan dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Syuriyah. Jika dianalogikan dalam sistem ketatanegaraan, Tanfidziyah dapat dipahami sebagai lembaga eksekutif yang mengeksekusi keputusan yang lahir dari lembaga yang lebih tinggi.

Namun dalam praktiknya, peran Syuriah di lingkungan NU Gorontalo justru dinilai mengalami pelemahan. Salah satu fakta yang sempat menjadi perbincangan serius di kalangan internal NU adalah dugaan pemalsuan tanda tangan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bone Bolango, KH. Helmi Podungge.

Tanda tangan tersebut diduga dicantumkan dalam sebuah Surat Pernyataan (SP) yang diterbitkan oleh pengurus Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bone Bolango untuk merespons polemik yang terjadi di tubuh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Gorontalo serta di Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo.

Yang lebih memprihatinkan, surat tersebut disebut keluar tanpa pertimbangan maupun sepengetahuan Rais Syuriah. Jika benar demikian, maka hal ini menunjukkan praktik kepemimpinan organisasi yang kurang sehat. Peran Syuriah sebagai otoritas tertinggi dalam organisasi seakan-akan dikesampingkan.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apakah sikap semacam ini tidak perlu dipertanggungjawabkan secara moral dan organisatoris? Jika benar terjadi pengabaian terhadap peran Syuriyah, bahkan hingga pada dugaan pemalsuan tanda tangan, maka semestinya ada klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka dari pihak yang terlibat.

Ke depan, organisasi yang menghimpun para ulama ini perlu memperketat proses rekrutmen kepengurusan. Rekam jejak calon pengurus harus menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kelayakan seseorang untuk memimpin organisasi.

Menjadi pengurus NU tentu tidak cukup hanya dengan latar belakang religius semata seperti rajin beribadah, aktif di majelis taklim, atau alumnus pesantren. Lebih dari itu, seorang pengurus harus memiliki integritas, mental kepemimpinan yang matang, serta sikap terbuka dalam mengelola organisasi.

Yang tidak kalah penting adalah kemampuan menanggalkan ego pribadi, serta kesediaan untuk tidak selalu merasa paling benar dalam setiap pengambilan keputusan.

Jika prinsip-prinsip tersebut dijaga, maka Nahdlatul Ulama akan tetap menjadi organisasi yang bermartabat di mata para nahdliyin, sekaligus tetap mendapatkan kepercayaan dari publik luas.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan Gorontalo dengan mengusung tema “Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan Gorontalo: Sebuah Strategi Akselerasi Pembangunan Regional, Pemerataan, dan Pengembangan Peningkatan Kinerja Central Place.” Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Bappeda Provinsi Gorontalo , Jumat (21/11/2025). Seminar ini […]

  • Pegadaian Kanwil IX Dorong Pelaku Usaha Lewat Promo Cashback Pinjaman Hingga RP 5 Juta

    Pegadaian Kanwil IX Dorong Pelaku Usaha Lewat Promo Cashback Pinjaman Hingga RP 5 Juta

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    PT Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 bersama Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) gelar agenda Konsolidasi Offline Bank Sampah sebagai langkah penguatan sinergi dan evaluasi program lingkungan berbasis komunitas. Kamis, 7 Agustus 2025. Dihadiri oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs. Arifin, M.A.P, serta jajaran manajemen PT Pegadaian. Agenda konsolidasi ini menjadi salah […]

  • Salat Jenazah Ternyata Rumit, KH. Abdul Muin Ungkap Kesalahan yang Sering Terjadi Play Button

    Salat Jenazah Ternyata Rumit, KH. Abdul Muin Ungkap Kesalahan yang Sering Terjadi

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 428
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Salat jenazah yang selama ini dianggap sederhana ternyata menyimpan banyak rincian hukum yang kerap luput dari perhatian jamaah. Hal ini diungkapkan oleh KH. Abdul Muin Mooduto, Ketua MUI Kota Gorontalo sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, dalam pengajian menjelang Salat Jumat yang digelar di salah satu masjid di Kota Gorontalo pada 2021. Dalam […]

  • PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros sepanjang tahun 2025 mencatatkan capaian gemilang. Total PAD yang berhasil dihimpun mencapai Rp329.562.919.533, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang terealisasi sebesar Rp283.056.990.320. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, Muh Ferdiansyah, menyebut capaian tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan PAD Kabupaten Maros, sekaligus melampaui […]

  • GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Istighosah dan Doa Jaga Aspirasi Indonesia

    GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Istighosah dan Doa Jaga Aspirasi Indonesia

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 155
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Gorontalo menggelar istighosa dan Doa dengan tema “Jaga Aspirasi Jaga Indonesia“ dalam rangka melaksanakan instuksi pengurus pusat (PP)Ansor . kegiatan ini berlangsung pada Minggu (31 /8/2025), bertempat di Masjid At Takwa, Kel Bulotada Timur, Kec. Sipatana . Ketua PC GP Ansor Kota Gorontalo, Ustadz Yajib Alhabsi, […]

  • Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Oleh : Mukari – (Dosen Sosiologi Fisipol Undar) Perdebatan sengit tentang kredibilitas ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mewarnai ruang publik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun beberapa klarifikasi resmi telah diberikan, masalah ini terus muncul, terutama melalui media sosial dan jaringan komunikasi alternatif. Fenomena ini menunjukkan bahwa tuduhan tersebut telah menjadi bagian dari pertarungan […]

expand_less