Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Membaca Nahdlatul Ulama Gorontalo Pasca Konferwil Kelima

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
  • visibility 121
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-V Nahdlatul Ulama (NU) Gorontalo telah digelar pada 27 Oktober 2022 di Asrama Haji Gorontalo. Dalam proses pelaksanaannya, sejumlah catatan prosedural sempat menjadi perbincangan di kalangan internal. Namun tulisan ini tidak bermaksud mengurai seluruh polemik tersebut. Catatan ini lebih merupakan ajakan kepada para nahdliyin untuk membaca arah perjalanan NU Gorontalo lima tahun ke depan, berdasarkan kepemimpinan baru yang lahir dari forum Konferwil tersebut.

Dari hasil Konferwil ini, lahirlah pucuk kepemimpinan baru di tingkat wilayah. Posisi Rais Syuryiah dipercayakan kepada KH. Burhanuddin Umar, yang dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Tujuh anggota tim AHWA ini berasal dari usulan Syuryiah di masing-masing cabang. Nama-nama yang diusulkan kemudian diserahkan kepada panitia untuk dibacakan dan ditabulasi berdasarkan jumlah dukungan terbanyak.

Setelah proses tabulasi dilakukan, pimpinan sidang menetapkan tujuh anggota AHWA tersebut. Selanjutnya, tim AHWA bermusyawarah untuk menentukan Rais Syuriyah. Hasilnya, KH. Burhanuddin Umar Pimpinan PP Al-Huda Kota Gorontalo itu terpilih sebagai Rais Syuriyah PWNU Gorontalo. Penetapan tersebut disahkan melalui presidium sidang yang dipimpin oleh Arten Mobongi sebagai ketua sidang, didampingi Muchlis Huntua sebagai sekretaris sidang dan Daud Dukalang sebagai anggota sidang.

Adapun tujuh anggota tim AHWA yang diusulkan oleh Syuriah cabang antara lain: KH. Abdul Rasyid Kamaru (Kota Gorontalo), KH. Helmi Podungge (Bone Bolango), Kiai Ahmad Masduki Aljabalani (Kabupaten Gorontalo), KH. Ali Mukmin (Pohuwato), KH. Burhanuddin Umar (Kota Gorontalo), KH. Muin Mooduto (Kota Gorontalo), dan Gus Abdullah Aniq Nawawi (Pohuwato).

Sementara itu, posisi Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo dipercayakan kepada Ibrahim T. Sore yang dipilih secara aklamasi oleh para ketua tanfidziyah PCNU kabupaten/kota.

Namun dalam proses pemilihan tersebut, forum hanya menetapkan empat cabang yang dapat menggunakan hak pilihnya. Dua cabang lainnya, yakni PCNU Kabupaten Gorontalo dan PCNU Gorontalo Utara tidak dapat menggunakan hak suara. PCNU Kabupaten Gorontalo tidak memiliki Surat Keputusan (SK) pengesahan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sementara PCNU Gorontalo Utara masih memiliki SK tetapi masa kepengurusannya telah berakhir atau tidak lagi berlaku. Dengan demikian, kedua cabang tersebut secara otomatis tidak dapat menggunakan hak pilihnya dalam Konferwil.

Kondisi ini tentu memunculkan sejumlah catatan dan evaluasi terhadap proses kepemimpinan NU di Gorontalo. Sikap pesimis terhadap kepengurusan baru tentu saja sah-sah saja, selama pesimisme tersebut disertai catatan dan alasan yang jelas. Sebab kepemimpinan organisasi ke depan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

Jam’iyyah Nahdlatul Ulama bukanlah sekadar perkumpulan sosial tanpa arah. Organisasi ini memiliki visi dan misi yang jelas dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang demokratis, berkeadilan, serta membawa kemaslahatan dan kesejahteraan umat. Karena itu, kepemimpinan di tingkat wilayah seharusnya mampu menjabarkan visi tersebut dalam program kerja yang terarah.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Yahya Cholil Staquf, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa PBNU akan banyak melibatkan kepengurusan NU di tingkat wilayah, cabang, hingga struktur paling bawah seperti MWCNU dan PRNU dalam menjalankan program-program nasional. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat peran jam’iyyah sekaligus memperluas manfaat bagi jamaah hingga ke tingkat akar rumput.

Salah satu program yang pernah disampaikan Gus Yahya adalah mencetak sekitar 10 ribu wirasantri hingga tahun 2024. Selain itu, MWCNU dan PRNU juga akan dilibatkan dalam berbagai program sosial, termasuk program bimbingan perkawinan di masyarakat.

Namun menerjemahkan visi besar tersebut tentu bukan perkara mudah. Program nasional PBNU akan lebih mudah dijalankan apabila struktur organisasi NU di daerah tertata rapi hingga tingkat MWCNU dan PRNU. Dalam konteks Gorontalo, kondisi organisasi yang belum sepenuhnya solid dapat menjadi tantangan tersendiri dalam mengimplementasikan program-program tersebut.

Di sinilah pentingnya kaderisasi. Kaderisasi merupakan ruh sekaligus fondasi utama dalam menata organisasi. Melalui kaderisasi yang baik, NU dapat melahirkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter keislaman dan tradisi ke-NU-annya.

Proses kaderisasi juga memungkinkan lahirnya kader-kader yang mampu menjawab berbagai persoalan internal maupun eksternal organisasi. Dengan demikian, NU memiliki generasi pemimpin yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan dengan kapasitas yang lebih baik.

Karena itu, regenerasi dalam tubuh Nahdlatul Ulama harus terus ditumbuhkan. Tradisi koreksi terhadap kepemimpinan juga penting dijaga sebagai bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Kepemimpinan yang dinilai kurang berhasil tidak seharusnya dibiarkan tanpa evaluasi, apalagi ditempatkan kembali tanpa kritik.

Sebab pemimpin yang baik adalah mereka yang justru merasa bahagia ketika melihat generasi penerusnya tumbuh lebih baik daripada dirinya. Di situlah sebenarnya letak kematangan sebuah organisasi: ketika kepemimpinan mampu melahirkan kader yang lebih unggul di masa depan.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Refleksi Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Oleh : Pepy Al-Bayqunie (Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Di Indonesia, demokrasi kerap tampil meriah hanya saat pemilu. Angka, statistik, dan pesta politik menjadi hal yang paling mencolok. Namun, setelah hiruk pikuk itu usai, demokrasi sering kembali sepi. Ia menyusut menjadi prosedur […]

  • Auditor Langit

    Auditor Langit

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Di dunia akuntansi, kita mengenal auditor sebagai pihak yang datang dengan wajah serius, membawa kertas kerja tebal, dan sering membuat manajemen perusahaan tiba-tiba rajin merapikan laporan keuangan. Ada yang bercanda, kalau auditor datang ke kantor, suasana langsung seperti menjelang sidang skripsi: semua mendadak disiplin, file diberi label rapi, dan yang biasanya santai mendadak terlihat sibuk […]

  • Kas Langit

    Kas Langit

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Ramadhan itu unik. Ia seperti auditor independen yang datang tanpa diundang, memeriksa laporan keuangan batin kita. Bedanya, auditor ini tidak membawa kertas kerja, tapi membawa pahala. Ia tidak bertanya soal aset lancar, tetapi soal amal lancar. Dan yang paling penting, ia tidak bisa “diajak negosiasi”. Sebagai orang akuntansi, saya sering merenung: mengapa kita begitu teliti […]

  • LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 140
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PWNU Provinsi Gorontalo menginstruksikan kepada seluruh badan dan lembaga Nahdlatul Ulama di tingkat provinsi untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri oleh jajaran pengurus LPNU serta sejumlah badan otonom (Banom) dan lembaga NU lainnya, […]

  • Newcastle Tundukkan Manchester United Meski Bermain 10 Pemain, Arsenal Makin Kokoh di Puncak

    Newcastle Tundukkan Manchester United Meski Bermain 10 Pemain, Arsenal Makin Kokoh di Puncak

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 306
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Newcastle United meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Manchester United dalam lanjutan Premier League yang berlangsung pada Rabu, 4 Maret 2026. Bermain di kandang sendiri, Newcastle harus menjalani babak kedua dengan 10 pemain setelah Jacob Ramsey menerima kartu kuning kedua pada menit 45+1 akibat dianggap melakukan diving. Meski dalam kondisi timpang, Newcastle justru mampu […]

  • DPRD Sulteng Desak Gubernur Hentikan Aktivitas PT Pantas Indomining

    DPRD Sulteng Desak Gubernur Hentikan Aktivitas PT Pantas Indomining

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 468
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Palu –DPRD Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi menyampaikan rekomendasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah terkait dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang dilakukan oleh PT Pantas Indomining di wilayah Batu Mahik Dongkalan, Kabupaten Banggai. Surat tersebut ditandatangani Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Mohammad Arus Abdul Karim, sebagai tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD […]

expand_less