Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menghidupkan Kembali Gagasan Gus Dur: Tantangan bagi NU di Daerah

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
  • visibility 133
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Salah satu agenda penting Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum dan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam adalah menghidupkan kembali pemikiran KH. Abdurrahman Wahid, atau yang akrab dikenal sebagai Gus Dur. Pertanyaannya, seperti apa upaya menghidupkan gagasan tersebut, dan bagaimana implikasinya bagi NU di tingkat daerah?

PBNU yang baru saja dikukuhkan berkomitmen untuk menghidupkan kembali strategi serta gagasan yang pernah dikembangkan Gus Dur ketika memimpin jam’iyyah terbesar di Indonesia ini. Misi tersebut bukan sekadar wacana, melainkan lahir dari pembacaan yang mendalam terhadap dinamika organisasi dan kebutuhan umat. Karena itu, visi untuk menghidupkan kembali pemikiran Gus Dur semestinya tidak hanya menjadi agenda pusat, tetapi juga diterjemahkan secara nyata oleh kepemimpinan NU di tingkat wilayah maupun cabang.

Menurut Gus Yahya, struktur NU di berbagai tingkatan harus benar-benar berfungsi dan dirasakan kehadirannya oleh jamaah. Artinya, kepengurusan di tingkat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) perlu mampu memetakan kebutuhan serta keresahan warga NU di berbagai lapisan. Hal ini sejalan dengan teladan Gus Dur yang selalu hadir dalam berbagai dimensi kehidupan masyarakat.

Pemikiran Gus Dur yang Tetap Relevan

Menurut Gus Yahya, pemikiran Gus Dur memiliki relevansi yang panjang dan tetap kontekstual hingga hari ini. Visi dan idealisme Gus Dur ketika memimpin PBNU pernah dirasakan secara nyata oleh warga NU di berbagai daerah. Oleh karena itu, PWNU dan PCNU perlu berjalan seirama dalam menghidupkan kembali pemikiran dan strategi tersebut.

Upaya ini kemudian dijabarkan oleh PBNU melalui berbagai program strategis. Salah satu langkah penting adalah memastikan bahwa struktur organisasi di tingkat daerah berjalan selaras dengan kebijakan pusat. Melalui mekanisme ini, program-program nasional PBNU akan didistribusikan hingga ke tingkat ranting.

PBNU juga berkomitmen untuk melibatkan struktur NU di berbagai tingkatan dalam pelaksanaan program-program tersebut. Dengan cara ini, hubungan komunikasi antara PBNU, wilayah, cabang, hingga ranting dapat terbangun secara lebih efektif.

Tujuan dari langkah ini tidak sekadar menjalankan program pemberdayaan organisasi. Lebih jauh, program-program tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi proses konsolidasi organisasi yang lebih sistemik di seluruh jenjang kepengurusan NU.

Realitas NU di Gorontalo

Dalam konteks daerah, para pemimpin NU di tingkat wilayah dan cabang sudah saatnya menyiapkan diri untuk menerjemahkan visi besar tersebut. Struktur kepengurusan di berbagai jenjang perlu segera diaktifkan, termasuk lembaga-lembaga yang menjadi perangkat organisasi.

Lembaga-lembaga inilah yang pada akhirnya akan menjadi pelaksana berbagai program strategis PBNU di tingkat daerah hingga ranting. Tanpa aktivasi lembaga-lembaga tersebut, visi besar PBNU tentu akan sulit diwujudkan secara nyata.

Di sisi lain, kepengurusan NU di daerah juga perlu menanggalkan ego sektoral yang selama ini kerap menghambat konsolidasi organisasi. PWNU dan PCNU di Gorontalo, misalnya, perlu duduk bersama untuk menyatukan persepsi sekaligus menghidupkan kembali perangkat-perangkat organisasi demi mewujudkan visi PBNU: menghidupkan kembali gagasan Gus Dur.

Pada akhirnya, pertanyaan penting yang perlu dijawab bersama adalah: apakah NU di Gorontalo mampu bersatu dan bekerja bersama untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut?

Wallahu a’lam.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camat Bontoa Kukuhkan 25 Anggota Paskibraka Kecamatan Bontoa Tahun 2026

    Camat Bontoa Kukuhkan 25 Anggota Paskibraka Kecamatan Bontoa Tahun 2026

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Bontoa — Camat Bontoa, Muh. Maudu, S.Hut., M.Si., secara resmi mengukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, pada 16 Agustus 2026. Prosesi pengukuhan berlangsung di Aula Kantor Camat Bontoa. Sebanyak 25 pelajar putra dan putri terbaik dari SMA/MA se-Kecamatan Bontoa dikukuhkan setelah melalui proses seleksi dan pelatihan intensif selama […]

  • Invisible Labor Ibu Rumah Tangga dalam Perspektif Ekonomi

    Invisible Labor Ibu Rumah Tangga dalam Perspektif Ekonomi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Di tengah masyarakat modern yang semakin sibuk mengejar pertumbuhan ekonomi, ada satu jenis pekerjaan yang justru sering luput dari pengakuan: pekerjaan domestik ibu rumah tangga. Aktivitas memasak, membersihkan rumah, mengurus anak, mendampingi pendidikan keluarga, menjaga kesehatan emosional anggota rumah tangga, hingga memastikan seluruh ritme keluarga berjalan stabil, sering dianggap sebagai “kewajiban biasa” seorang perempuan. Padahal, […]

  • Akuntansi Langit

    Akuntansi Langit

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan dua jenis laporan keuangan: laporan keuangan dunia dan laporan keuangan langit. Yang pertama disusun dengan standar PSAK, direviu auditor, lalu dipresentasikan dengan PowerPoint penuh grafik naik-turun. Yang kedua? Disusun tanpa Excel, tanpa auditor eksternal, tapi konon auditornya langsung Malaikat. Dan yang paling menegangkan, opini yang keluar bukan WTP, melainkan “diterima” atau “perlu […]

  • Kisah-Kisah Para Nabi yang Terjadi di Bulan Muharram

    Kisah-Kisah Para Nabi yang Terjadi di Bulan Muharram

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci dalam Islam, bahkan disebut sebagai “Syahrullah”(bulan Allah) oleh Rasulullah SAW. Di bulan ini, terutama tanggal 10 Muharram (Hari Asyura), banyak peristiwa besar yang diyakini terjadi dalam sejarah kenabian. Berikut adalah kisah-kisah penting para Nabi yang terjadi di bulan Muharram menurut tradisi Islam: Nabi Adam AS: Diterimanya Tobat […]

  • Jalan Rusak Total, Warga Kelurahan Tubo Berinisiatif Bangun Sandiri

    Jalan Rusak Total, Warga Kelurahan Tubo Berinisiatif Bangun Sandiri

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Kondisi jalan Ake Tubo di RT 007 dan RT 008 Kelurahan Tubo, Ternate Utara, Kota Ternate mengalami RUSAK TOTAL. Jalan ake Tubo adalah jalan satu-satunya yang digunakan tiap hari oleh warga untuk bolak balik ke tempat kerja, pasar dan juga aktifitas kebun masyarakat setempat. Selain itu, jalan ake Tubo juga merupakan akses jalan satu-satunya menuju […]

  • Abu Lubabah, Kisah Pengkhianatan dan Pertobatan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #10)

    Abu Lubabah, Kisah Pengkhianatan dan Pertobatan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #10)

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Abu Lubabah bin Abd al-Mundzhir adalah sahabat Nabi Muhammad SAW dari kalangan Anshar, berasal dari suku Aws di Madinah. Nama aslinya Basyir bin ‘Abd al-Mundhir. Ia termasuk Muslim awal di Madinah dan terlibat dalam fase-fase penting komunitas setelah hijrah. Dalam Perang Badr, ia ditugaskan menjaga Madinah sehingga tidak hadir di medan tempur, tetapi tetap dihitung […]

expand_less