Mahasiswa PKUMI Perluas Jejaring Akademik Global di UCR
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 48
- print Cetak

Mahasiswa PKUMI saat mengikuti International Scholars Coffee Hour di UCR dan memperkenalkan budaya Indonesia melalui busana sarung batik.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Delegasi mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) terus memperluas jejaring akademik di tingkat internasional. Pada Jumat (3/4/2026), para mahasiswa mengikuti kegiatan International Scholars Coffee Hour di University of California, Riverside.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk berdialog dan bertukar gagasan dengan para cendekiawan dari berbagai negara.
Dalam forum tersebut, mahasiswa PKUMI berinteraksi dengan sejumlah peneliti pascadoktoral, di antaranya Nori, dokter asal Jepang, serta Nanda, ahli botani asal India yang memiliki pengalaman studi di Jerman dan New York.
Acara ini difasilitasi oleh Kepala Staf International Scholar UCR, Makbule Koksal, bersama asistennya, Zach Lunderberg. Keduanya, bersama Muhamad Ali, berperan penting dalam mendukung kelancaran administrasi dan adaptasi mahasiswa PKUMI sejak sebelum keberangkatan hingga menetap di Amerika Serikat.
Dalam suasana interaksi global tersebut, mahasiswa PKUMI juga memperkenalkan identitas budaya Indonesia dengan mengenakan sarung batik.
Penampilan ini mendapat apresiasi dari Makbule Koksal yang mengagumi kekayaan tradisi busana Nusantara.
Program internasionalisasi ini didukung penuh oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan sebagai mitra strategis dalam penguatan kapasitas akademik dan global exposure mahasiswa.
Usai kegiatan jejaring, para mahasiswa tetap menjaga keseimbangan spiritual. Mereka berjalan kaki sekitar dua kilometer menuju Islamic Center of Riverside untuk melaksanakan salat Jumat.
Sambil menunggu waktu salat, mahasiswa memanfaatkan waktu dengan beriktikaf dan membaca Al-Qur’an, sebagai bentuk menjaga harmoni antara penguatan intelektual dan kedalaman spiritual selama menempuh studi di luar negeri.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar