Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Pembelajaran Online dan Dinamikanya

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 197
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah arus digitalisasi yang semakin deras, pembelajaran online tidak lagi relevan diperdebatkan pada level “perlu atau tidak”. Ia telah menjelma menjadi bagian dari infrastruktur pendidikan itu sendiri. Persoalannya kini bergeser: bukan lagi soal menerima atau menolak, melainkan bagaimana menempatkannya secara tepat agar tidak kehilangan ruh pendidikan. Di titik ini, kita berhadapan dengan dilema klasik—antara efisiensi dan kedalaman.

Jika meminjam cara pandang Erich Fromm, pendidikan modern—termasuk dalam format digital—cenderung bergerak ke arah having: mengumpulkan pengetahuan sebanyak mungkin tanpa benar-benar mengalaminya. Sementara itu, Paulo Freire mengingatkan bahwa tanpa dialog, pendidikan akan terjerumus pada pola satu arah yang mematikan kesadaran. Ketika dua kritik ini kita letakkan dalam konteks pembelajaran online, menjadi jelas bahwa persoalannya bukan pada teknologinya, melainkan pada cara kita menggunakannya.

Dalam banyak praktik, pembelajaran online biasanya dipahami sebatas ruang distribusi materi. Video diputar, modul dan bahan ajar dibagikan, lalu peserta diminta menyelesaikan tugas. Secara administratif, proses ini tampak berjalan dengan baik. Namun jika ditelisik lebih dalam, yang terjadi sering kali hanyalah perpindahan medium, bukan transformasi pembelajaran. Pengetahuan tetap bergerak satu arah, sementara peserta didik tetap berada pada posisi pasif—hanya saja kini dalam format digital.

Salah satu pendekatan yang mulai banyak digunakan adalah blended learning. Namun, blended yang dimaksud tidak cukup hanya dengan membagi jadwal antara online dan offline. Yang lebih mendasar adalah membagi fungsi pembelajaran secara sadar.

Pembelajaran daring dapat difungsikan sebagai ruang awal—ruang untuk membangun pemahaman kognitif. Pada tahap ini, peserta diperkenalkan pada konsep, kerangka berpikir, dan isu-isu dasar. Materi dapat diakses secara mandiri, dengan ritme yang lebih fleksibel. Dalam batas tertentu, pendekatan ini justru efektif karena memungkinkan efisiensi tanpa mengorbankan akses. Peserta datang ke proses belajar dengan bekal awal, bukan dari titik nol.

Namun, pemahaman saja tidak cukup. Pendidikan tidak berhenti pada mengetahui, tetapi harus bergerak menuju mengalami. Di sinilah pembelajaran tatap muka menemukan urgensinya. Pertemuan langsung bukan sekadar mengulang materi yang sudah tersedia di platform digital, melainkan menjadi ruang untuk memperdalam, mempertanyakan, bahkan menggugat apa yang telah dipahami.

Dalam ruang luring, dialog memperoleh ruang hidupnya. Peserta dapat berbagi pengalaman, menguji pandangan, dan berhadapan langsung dengan perbedaan. Tema-tema yang muncul menjadi lebih konkret—berangkat dari realitas yang mereka alami, bukan sekadar dari teks yang mereka baca. Pada titik ini, apa yang oleh Freire disebut sebagai generative themes menemukan bentuknya. Pendidikan tidak lagi berbicara tentang sesuatu yang jauh, tetapi tentang kehidupan itu sendiri.

Lebih jauh, pertemuan langsung memungkinkan hadirnya sesuatu yang sulit digantikan oleh teknologi: kehadiran itu sendiri. Ada dimensi emosional dan relasional yang hanya muncul ketika manusia benar-benar berjumpa. Ekspresi, jeda, bahkan keheningan, memiliki makna yang tak sepenuhnya dapat diterjemahkan melalui layar. Dari sanalah refleksi yang lebih dalam sering kali lahir.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang Diduga Ilegal di Moncongloe Beroperasi Terang-Terangan, PERJOSI Desak APH Bertindak

    Tambang Diduga Ilegal di Moncongloe Beroperasi Terang-Terangan, PERJOSI Desak APH Bertindak

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Aktivitas pertambangan yang diduga tidak mengantongi izin kembali menjadi sorotan di Kabupaten Maros. Kali ini, lokasi tambang yang berada di wilayah Bonto Bunga, Kecamatan Moncongloe, Sulawesi Selatan, terpantau masih beroperasi secara leluasa dengan melibatkan alat berat dan armada pengangkut material. Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan pada Rabu (3/6/2026), sejumlah ekskavator dan […]

  • Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Kecamatan Bontoa Berlangsung Khidmat dan sukses

    Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Kecamatan Bontoa Berlangsung Khidmat dan sukses

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Bontoa,17 Agustus 2026 – Camat Bontoa Muh Maudu S.Hut M.Sp memimpin Upacara Penurunan bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Bontoa pada Minggu sore Di lapangan Mannan talawe Upacara diikuti Forkopimcam, ASN,Kepala Desa/Kelurahan TNI-Polri,Ormas,OKP,pelajar,PKK dan Masyarakat.Petugas penurunan bendera adalah anggota Paskibraka Kecamatan Bontoa 2026 Sebanyak 25 orang dari Perwakilan SMA/MA Sederajat se kecamatan Bontoa. Camat […]

  • Dilepas ke Papua, 450 Prajurit Yonif 713 Diingatkan Disiplin dan Profesional

    Dilepas ke Papua, 450 Prajurit Yonif 713 Diingatkan Disiplin dan Profesional

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebanyak 450 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 713/Satya Tama resmi diberangkatkan untuk menjalankan misi negara di Papua, Kamis (26/03/2026). Pelepasan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat stabilitas keamanan di wilayah Indonesia Timur. Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, hadir langsung memimpin prosesi pelepasan sekaligus memberikan arahan tegas kepada seluruh personel. Ia menekankan pentingnya menjaga disiplin […]

  • Kena Semprot! Wali Kota Adhan Dambea Murka Usai Terima Aduan Warga

    Kena Semprot! Wali Kota Adhan Dambea Murka Usai Terima Aduan Warga

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Wali Kota Kota Gorontalo, Adhan Dambea, meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja sejumlah lurah setelah menerima langsung aduan warga melalui pesan WhatsApp. Kemarahan itu disampaikan saat rapat koordinasi dan evaluasi (rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang digelar di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Rabu (25/3/2026). “Tadi saja, barusan ada yang WhatsApp ke saya. Kasie Kesra Heledulaa […]

  • Nilai Tukar Petani Gorontalo Bulan Juni Sebesar 115,84

    Nilai Tukar Petani Gorontalo Bulan Juni Sebesar 115,84

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Nilai tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo pada bulan Juni 2025 sebesar 115,84 atau naik 0,02 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,11 persen meskipun Indeks harga yang dibayar petani (Ib) juga naik sebesar 0,08 persen. Besaran NTP ini disampaikan Dwi Alwi Astuti Plt. Kepala Badan […]

  • Pandji Dilaporkan soal “Mens Rea”, DPR: Negara Demokrasi Tak Boleh Antikritik

    Pandji Dilaporkan soal “Mens Rea”, DPR: Negara Demokrasi Tak Boleh Antikritik

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 242
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah merespons pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya terkait materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea. Menurutnya, kritik yang disampaikan melalui medium seni dan komedi merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi dan tidak semestinya langsung dibawa ke ranah hukum. “Kritik yang disampaikan melalui Mens Rea adalah […]

expand_less