Breaking News
light_mode
Trending Tags

Papua selalu menjadi Hidangan dalam meja Kekuasaan

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 201
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tulisan ini dipantik dari bedah film dokumenter terbaru Dandhy Laksono berjudul Pesta Babi. Seperti karya-karyanya yang lain, film ini kembali menghadirkan gaya khas: provokatif, mengusik, dan sengaja menampar kenyamanan penonton terhadap cara negara bekerja. Ia memancing emosi, membuka luka lama, dan memaksa kita menatap sesuatu yang sering sengaja disamarkan oleh bahasa resmi pembangunan. Meski bagi sebagian orang pola semacam ini terasa klise—terutama bagi mereka yang akrab mengikuti produksi dokumenter Dandhy—tetap saja ada satu hal yang tak bisa dibantah: film-film seperti ini penting karena menghadirkan kegaduhan di tengah sunyinya kritik publik.

Dalam lanskap media yang makin jinak, dokumenter semacam ini bekerja sebagai alarm. Ia mengganggu narasi tunggal yang kerap dibangun negara tentang kemajuan, investasi, dan kesejahteraan. Sebab terlalu sering kita dipaksa percaya bahwa pembangunan selalu identik dengan kebaikan, seolah setiap proyek besar pasti membawa manfaat, dan setiap penolakan otomatis dianggap kebodohan. Di titik itulah Pesta Babi menjadi relevan: ia menantang cara pandang yang terlalu lama menempatkan rakyat sebagai objek, bukan subjek sejarah.

Di film itu, Papua kembali dibaca sebagai ruang kosong yang siap diisi proyek-proyek besar negara. Atas nama pembangunan, ketahanan pangan, modernisasi, dan swasembada, tanah Papua dipetakan bukan sebagai ruang hidup masyarakat adat, melainkan sebagai hamparan lahan yang bisa diukur, dibagi, lalu dieksploitasi. Di sinilah kita melihat wajah baru kolonialisme. Ia tidak lagi datang dengan kapal perang dan serdadu, tetapi dengan proposal investasi, peta konsesi, jargon teknokratis, dan aparat birokrasi.

Program pangan skala besar yang terus didorong di Papua memperlihatkan logika lama yang diwariskan sejak era kolonial: wilayah pinggiran dijadikan penyangga kebutuhan pusat. Hutan dibuka, rawa dikeringkan, tanah adat dialihkan, lalu semua disebut sebagai langkah strategis nasional. Padahal bagi masyarakat Papua, tanah bukan sekadar benda mati yang bisa diperjualbelikan. Tanah adalah identitas, leluhur, memori kolektif, ruang spiritual, sekaligus sumber keberlanjutan hidup. Ketika tanah dirampas, yang hilang bukan cuma ruang produksi, tetapi juga hubungan manusia dengan sejarahnya sendiri.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satu Tubuh, Banyak Identitas

    Satu Tubuh, Banyak Identitas

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Tubuh yang sama, tetapi identitasnya beraneka-ragam. Identitas tidak pernah tunggal atau statis; ia muncul dan berubah karena interaksi dengan lingkungan, pengalaman, dan relasi sosial. Setiap bagian diri lahir dari pertemuan antara harapan, tanggung jawab, dan kenyataan yang selalu bergerak. Perpecahan identitas bukan kelemahan, melainkan kondisi yang memungkinkan refleksi, adaptasi, dan tindakan yang relevan di berbagai […]

  • Aktivis HAM Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta, Ketua PBNU dan Wamen HAM Kutuk Keras

    Aktivis HAM Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta, Ketua PBNU dan Wamen HAM Kutuk Keras

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Serangan penyiraman air keras menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, pada Kamis (12/3/2026) pukul 23.00 WIB di kawasan Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. Insiden ini memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mohamad Syafi’ Alielha atau Savic Ali, serta […]

  • Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk penjabaran visi misi Bupati dan wakil Bupati terpilih Kabupaten Pohuwato, Pemda Pohuwato meluncurkan Gerbang Pohuwato Siap atau Gerakan Pembangunan Pohuwato Sehat, Hijau, Handal, dan Produktif.di Desa Puncak Jaya Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato. Implementasi Pohuwato Hijau diwujudkan dalam rehabilitasi lahan melalui program penanaman MPTS (multi purpose trees species) yakni jenis tanaman multiguna yang memberikan […]

  • Belum Genap Sebulan Menjabat, Hakim MK Adies Kadir digugat 21 Guru Besar ke MKMK

    Belum Genap Sebulan Menjabat, Hakim MK Adies Kadir digugat 21 Guru Besar ke MKMK

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebanyak 21 guru besar, dosen, hingga praktisi hukum yang tergabung dalam Constitutional and Administrative Law Society (CALS) melaporkan Hakim Konstitusi Adies Kadir ke Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK). Laporan tersebut diajukan setelah Adies resmi mengucap sumpah jabatan sebagai hakim MK pada Kamis (5/2/2026). Perwakilan CALS, Yance Arizona, mengatakan pelaporan dilakukan untuk menjaga keluhuran […]

  • Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka Desak Pertamina Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran Harga Solar di SPBU Mananggu

    Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka Desak Pertamina Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran Harga Solar di SPBU Mananggu

    • calendar_month 15 jam yang lalu
    • account_circle Ikbal
    • visibility 115
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka (AGMM) Provinsi Gorontalo menggelar audiensi dengan pihak Pertamina Patra Niaga Gorontalo dan perwakilan PT Arba selaku pengelola SPBU Mananggu pada Kamis (11/06/2026) di kantor Pertamina Patra Niaga Kota Gorontalo. Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dugaan penjualan BBM jenis solar subsidi yang melebihi Harga Eceran Tertinggi […]

  • PCNU Kota Gorontalo Dukung Penuh Pekan Ekonomi Syariah 2025

    PCNU Kota Gorontalo Dukung Penuh Pekan Ekonomi Syariah 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Gorontalo menyatakan dukungan penuh terhadap Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 yang diselenggarakan oleh PWNU Gorontalo pada 25–28 Oktober 2025 di halaman Kantor PWNU Gorontalo. Agenda ini bertujuan mempercepat penguatan ekosistem ekonomi umat melalui pengembangan UMKM halal, literasi keuangan syariah, serta kolaborasi pesantrenpreneur. “NU berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi jamaah. Pekan […]

expand_less