Breaking News
light_mode
Trending Tags

Papua selalu menjadi Hidangan dalam meja Kekuasaan

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 66
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kita seharusnya belajar dari banyak tempat di Indonesia: ketika investasi datang tanpa keadilan, yang tumbuh bukan kesejahteraan, melainkan kecemburuan sosial. Ketika pemerintah lebih sibuk melayani modal daripada warga, yang lahir bukan stabilitas, tetapi luka panjang. Negara mungkin bisa membangun jalan, gudang, atau bendungan dalam hitungan tahun. Tetapi kepercayaan sosial yang rusak bisa membutuhkan puluhan tahun untuk dipulihkan.

Karena itu, pertanyaan mendasarnya bukan apakah Papua perlu pembangunan. Tentu perlu. Namun pembangunan macam apa, untuk siapa, dan dengan cara bagaimana? Jika pembangunan dimulai dari perampasan tanah, pembungkaman suara lokal, dan penghancuran ekologi, maka itu bukan pembangunan. Itu adalah penjajahan dengan wajah administratif.

Papua membutuhkan kebijakan yang mengakui hak ulayat, memperkuat pangan lokal, melibatkan masyarakat adat sebagai penentu arah, serta menjaga hutan sebagai sumber kehidupan. Negara semestinya hadir sebagai pelindung warga, bukan perantara kepentingan modal.

Kapitalisme yang selalu berjalan beriringan denagn rasisme dan penjajahan itu sudah sejak lama menjadikan papua sasaran empuk sejak kolonialisme belanda hingga kolonialisme NKRI.
Maka narasi papua merdeka tak bisa dijadikan justfikiasi separatis semata tapi ia adalah siasat survive dan keluar dari ketertindasan dan Dehumanisasi yang dilanggengkan negara.

Penulis : Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libur Lebaran Bingung Mau ke Mana? Ini 7 Destinasi “Hidden Gem” Kaltim yang Wajib Kamu Coba!

    Libur Lebaran Bingung Mau ke Mana? Ini 7 Destinasi “Hidden Gem” Kaltim yang Wajib Kamu Coba!

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Alternatif wisata pantai lainnya adalah Pantai Tanjung Jumlai di Penajam Paser Utara, yang cocok untuk bersantai, bermain air, hingga menikmati panorama matahari terbenam. Tak hanya itu, masyarakat juga dapat mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN). Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dibuka untuk umum selama libur Lebaran dengan pendaftaran melalui aplikasi IKNOW. Ririn berharap rekomendasi ini dapat […]

  • Lawan Perampasan Lahan, Warga Maba Sangaji Hadang Alat Berat Industri Tambang PT Position

    Lawan Perampasan Lahan, Warga Maba Sangaji Hadang Alat Berat Industri Tambang PT Position

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sejumlah warga Desa Maba Sangaji, Halmahera Timur, Maluku Utara, yang juga merupakan pemilik sah lahan adat, melakukan aksi boikot terhadap aktivitas penambangan oleh PT Position pada 18 April 2025. Aksi ini dilakukan warga dengan mendatangi langsung lokasi penambangan di hutan adat Maba Sangaji sebagai bentuk perlawanan atas penyerobotan dan penggusuran lahan yang dinilai dilakukan secara […]

  • Ceramah Ramadan di Al Markaz: Kakanwil Sulsel Tekankan Akhlak Bertetangga

    Ceramah Ramadan di Al Markaz: Kakanwil Sulsel Tekankan Akhlak Bertetangga

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Nulondalo-Makassar. Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, Rabu 4 Maret 2026 atau 15 Ramadhan 1447 H, masjid Al Markaz Al Islami Makassar kembali dipadati ribuan jamaah Tarawih. Malam itu terasa istimewa, sebab Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel, H. Ali Yafid, didaulat menyampaikan tauziah bertema “Akhlak Bertetangga” sebuah pesan sederhana namun menjadi fondasi kerukunan hidup […]

  • Ketika Bias Oversimplifikasi Bekerja

    Ketika Bias Oversimplifikasi Bekerja

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 269
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Pernyataan Gus Ulil bahwa “menolak zero mining adalah goblok” secara teknis memang benar. Zero mining itu mustahil. Peradaban modern tidak berdiri tanpa mineral—ponsel, kendaraan listrik, panel surya, hingga kabel listrik di rumah kita semuanya lahir dari aktivitas tambang. Tidak ada yang membantah itu. […]

  • Tersesat di Antara Makna: Tanggapan terhadap Donald Tungkagi soal Makuta Ilmu sebagai Paradigma Epistemologi UIN Smart

    Tersesat di Antara Makna: Tanggapan terhadap Donald Tungkagi soal Makuta Ilmu sebagai Paradigma Epistemologi UIN Smart

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 1.246
    • 0Komentar

    Sebagai seorang alumni, ketika mendengar kabar baik bahwa IAIN Sultan Amai Gorontalo sedikit lagi menjadi UIN Sultan Amai Gorontalo (selanjutnya: UIN Smart), saya kegirangan minta ampun. Saya tahu prosesnya amat lama, melibatkan banyak sekali pihak, dan pekerjaan yang tidak mudah. Pada 17 Oktober 2025, alhasil terbit surat MenPAN-RB kepada presiden tentang Permohonan Izin Prakarsa Penyusunan […]

  • Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran Serius

    Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran Serius

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 201
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menilai demokrasi Indonesia tengah menghadapi tantangan serius yang berpotensi melemahkan prinsip-prinsip dasar demokrasi, mulai dari kebebasan sipil, supremasi sipil, hingga kebebasan pers. Penilaian tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Pesan Kebangsaan Awal Tahun 2026, yang digelar di Grha Pemuda, Kompleks Gereja Katedral, Jalan Katedral No. 7B, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026), […]

expand_less