Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Membentengi Anggaran Makan Bergizi: Ujian Akuntabilitas dan Integritas SPIP

  • account_circle Amrullah
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 238
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Anggaran publik seharusnya tidak hanya dipahami sebagai deretan angka yang tersusun rapi dalam dokumen resmi negara. Lebih dari itu, anggaran merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah kepada masyarakat, sekaligus ukuran sejauh mana negara mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan. Oleh karena itu, ketika anggaran dialokasikan untuk program makan bergizi, persoalannya tidak berhenti pada aspek teknis seperti penyaluran dana atau distribusi bahan makanan. Ada persoalan yang jauh lebih mendasar, yaitu apakah anggaran tersebut benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, atau justru terserap dalam praktik kebocoran, sekadar formalitas administratif, serta pola birokrasi yang kehilangan arah integritas. Di titik inilah kritik terhadap pengelolaan anggaran menjadi relevan, karena tanpa sistem pengawasan yang kuat, program yang baik sekalipun berpotensi berubah menjadi kegiatan simbolis tanpa dampak nyata.

Program makan bergizi pada hakikatnya memiliki nilai strategis yang sangat tinggi dalam pembangunan sosial. Program ini berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan anak-anak, kemampuan belajar, hingga masa depan pembangunan nasional secara keseluruhan. Namun, justru karena menyentuh aspek kebutuhan dasar masyarakat, program ini juga memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap berbagai bentuk penyimpangan. Besarnya alokasi anggaran, panjangnya rantai distribusi, keterlibatan banyak pihak, serta proses pengadaan barang dan jasa membuka peluang terjadinya inefisiensi maupun kecurangan. Dalam kenyataannya, kebocoran anggaran tidak selalu muncul dalam bentuk korupsi yang terlihat jelas. Ia bisa muncul dalam bentuk penggelembungan harga, pengadaan yang tidak sesuai standar, laporan yang tidak sesuai fakta, pemborosan administratif, atau distribusi yang tidak tepat sasaran. Dengan demikian, persoalan anggaran tidak hanya berkaitan dengan tindakan pencurian, tetapi juga menyangkut ketidakmampuan sistem dalam memastikan bahwa setiap rupiah memberikan manfaat yang optimal.

Dalam kondisi seperti ini, Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) seharusnya berperan sebagai benteng utama dalam menjaga tata kelola anggaran. SPIP dirancang untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan berjalan secara efektif, efisien, sesuai dengan peraturan, serta menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya. Idealnya, SPIP tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi kesalahan setelah terjadi, tetapi juga sebagai mekanisme pencegahan sejak awal proses berjalan. Sistem ini bekerja melalui berbagai unsur, seperti lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, sistem informasi dan komunikasi, serta pemantauan yang berkelanjutan. Dengan struktur seperti itu, SPIP seharusnya mampu menutup berbagai celah yang dapat dimanfaatkan untuk penyimpangan sebelum berkembang menjadi kerugian negara. Namun dalam praktiknya, kekuatan konsep SPIP sering kali tidak diikuti oleh kualitas implementasi yang memadai. Secara administratif sistem terlihat tertata, tetapi dalam pelaksanaannya sering kali pengendalian hanya dijalankan sebagai kewajiban formal, bukan sebagai bagian dari budaya kerja yang hidup.

Permasalahan pertama dapat dilihat dari lemahnya fungsi pengawasan internal di banyak instansi. Pengendalian masih sering dianggap sebagai tugas tambahan, bukan sebagai bagian utama dari proses kerja organisasi. Akibatnya, kegiatan audit internal dan pemeriksaan sering dilakukan setelah masalah terjadi, bukan untuk mencegahnya sejak awal. Dalam konteks program makan bergizi, kondisi ini sangat berisiko karena kesalahan kecil pada tahap perencanaan atau pengadaan dapat berdampak besar terhadap kualitas pelaksanaan di lapangan. Misalnya, kualitas makanan yang menurun, sasaran penerima yang tidak tepat, atau penggunaan anggaran yang tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Lemahnya pengawasan juga menyebabkan tidak jelasnya pembagian tanggung jawab. Ketika terjadi masalah, setiap pihak cenderung menghindari tanggung jawab dan saling menyalahkan, sehingga penyelesaian masalah menjadi tidak efektif.

  • Penulis: Amrullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PETI Molalahu Mulolo: Banyak yang Tahu, Tambang Terus Mengoyak (Bagian 1)

    PETI Molalahu Mulolo: Banyak yang Tahu, Tambang Terus Mengoyak (Bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Momy Hunowu
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Akhirnya Rapat Dengar Pendapat soal Pertambangan Emas Tanpa Izin terlaksana. Akhirnya. Kata itu layak diulang karena rapat tersebut sempat tertunda selama sepekan. Undangan RDP 14 Juli 2026 sudah beredar. Sehari sebelumnya bergeser dari jam 09.00 pagi menjadi pukul 13.00 siang. Lalu tiba-tiba dibatalkan. Ada sidang paripurna, begitu alasan yang disampaikan Aleg asal Molalahu Mulolo, Rusli […]

  • Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Selasa sore, 17 Februari 2026, di Jakarta. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penetapan dilakukan setelah menerima laporan tim pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari 96 titik […]

  • Ironi Serambi Madinah, Dua Dekade Provinsi Berdiri Tanpa Masjid Raya

    Ironi Serambi Madinah, Dua Dekade Provinsi Berdiri Tanpa Masjid Raya

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Hafiz Aqmal Djibran, S.Ikom
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Jika Aceh dikenal dengan “Serambi Mekkah”, maka Gorontalo dikenal dengan “Serambi Madinah”. Julukan tersebut sudah lama dikenal khususnya bagi masyarakat Gorontalo, termasuk penulis. Barangkali telah menjadi identitas daerah Gorontalo yang bisa diketahui oleh banyak orang. Tentunya julukan ini tidak serta merta turun dari langit dan dipersembahkan untuk daerah Gorontalo. Jika digali dari sejarah lokal dan […]

  • Antara Tadarus dan Transferan

    Antara Tadarus dan Transferan

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan dua hal yang paling ditunggu umat beriman Indonesia: pahala berlipat dan THR berlipat harap. Di satu sisi, kita khusyuk membaca ayat-ayat suci, di sisi lain kita khusyuk membuka aplikasi mobile banking. Antara doa dan dompet, antara tadarus dan transferan di situlah drama “THR vs Taqwa” dimulai. THR, atau Tunjangan Hari Raya, secara […]

  • Di Hadapan Ketua DPC Terpilih, Faisol Riza Sampaikan Pesan Khusus Gus Muhaimin untuk PKB Gorontalo

    Di Hadapan Ketua DPC Terpilih, Faisol Riza Sampaikan Pesan Khusus Gus Muhaimin untuk PKB Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    nulondalo.com -Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, H. Faisol Riza, menyampaikan pesan khusus Ketua Umum DPP PKB, H. A. Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), kepada jajaran pengurus dan kader PKB Gorontalo saat memimpin Rapat Formatur Pembentukan dan Penetapan Kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Provinsi Gorontalo Masa Bhakti 2026–2031 di Grand […]

  • Wali Kota Palu Tinjau Titik Banjir di Tawaeli, Instruksikan Penanganan Menyeluruh

    Wali Kota Palu Tinjau Titik Banjir di Tawaeli, Instruksikan Penanganan Menyeluruh

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau langsung sejumlah titik banjir di wilayah Kecamatan Tawaeli, Minggu malam (11/1/2026). Peninjauan tersebut merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kota Palu terhadap dampak banjir yang merendam beberapa kawasan permukiman warga akibat curah hujan tinggi. Adapun lokasi yang dikunjungi […]

expand_less