Breaking News
light_mode
Trending Tags

Membentengi Anggaran Makan Bergizi: Ujian Akuntabilitas dan Integritas SPIP

  • account_circle Amrullah
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 141
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selain itu, penerapan SPIP yang masih bersifat formalitas juga menjadi tantangan serius. Di banyak lembaga, SPIP dipahami sebatas kewajiban administratif berupa penyusunan dokumen, laporan, dan pemenuhan indikator tertentu. Padahal, pengendalian intern yang efektif membutuhkan kesungguhan dalam mengidentifikasi risiko, memperbaiki proses kerja, serta menindaklanjuti setiap temuan secara serius. Jika SPIP hanya dijalankan untuk memenuhi penilaian kinerja, maka fungsi utamanya sebagai alat pencegahan akan hilang. Hal ini terlihat dari kondisi di mana prosedur sudah tersedia tetapi tidak dijalankan dengan disiplin, standar operasional ada tetapi diabaikan, serta laporan disusun lengkap namun tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Akibatnya, birokrasi terlihat tertib secara administratif, tetapi sebenarnya masih menyimpan banyak kelemahan dalam praktiknya.

Tantangan berikutnya berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia aparatur. Keberhasilan SPIP sangat bergantung pada kemampuan para pelaksananya dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pengendalian intern secara menyeluruh. Namun, dalam kenyataannya masih banyak aparatur yang memahami SPIP secara terbatas, hanya sebagai bagian dari administrasi keuangan, bukan sebagai sistem yang mencakup seluruh proses organisasi. Keterbatasan kompetensi ini meningkatkan risiko terjadinya kesalahan sekaligus membuka peluang bagi praktik manipulasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan, penempatan pegawai sesuai kompetensi, serta pembinaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar meningkatkan kualitas kerja.

Di samping persoalan struktural, terdapat pula tantangan kultural yang tidak kalah penting, yaitu budaya birokrasi yang belum sepenuhnya menjunjung tinggi integritas. Banyak upaya reformasi tidak berjalan optimal bukan karena kurangnya aturan, tetapi karena budaya kerja yang masih permisif terhadap penyimpangan. Dalam lingkungan seperti ini, pengawasan sering dianggap sebagai bentuk ketidakpercayaan, transparansi dianggap menghambat pekerjaan, dan kritik dipandang sebagai ancaman. Padahal, tanpa budaya integritas yang kuat, SPIP hanya akan menjadi sistem yang kosong tanpa makna. Program makan bergizi membutuhkan aparatur yang tidak hanya patuh terhadap aturan, tetapi juga memiliki komitmen moral untuk bekerja secara jujur, disiplin, dan terbuka terhadap pengawasan.

Oleh sebab itu, akuntabilitas publik harus ditempatkan sebagai prinsip utama dalam pengelolaan anggaran. Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui bagaimana anggaran direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi. Transparansi bukanlah ancaman bagi pemerintah, melainkan sarana untuk menjaga kepercayaan publik. Tanpa akuntabilitas yang jelas, program makan bergizi berisiko kehilangan legitimasi di mata masyarakat. Program yang seharusnya memberikan manfaat justru dapat dipersepsikan sebagai proyek yang sarat dengan kepentingan dan penyimpangan. Padahal, tujuan utama dari kebijakan sosial adalah menciptakan kesejahteraan dan keadilan, bukan sekadar menghabiskan anggaran.

Untuk itu, penguatan SPIP perlu dilakukan secara komprehensif. Pengawasan internal harus diperbaiki dengan pendekatan berbasis risiko yang nyata, bukan sekadar formalitas. Digitalisasi dalam proses anggaran dan pengadaan perlu ditingkatkan agar setiap transaksi dapat dipantau secara transparan. Selain itu, keterbukaan informasi kepada publik harus diperluas melalui penyediaan data yang mudah diakses dan dipahami. Partisipasi masyarakat juga perlu didorong, karena masyarakat dapat menjadi pengawas langsung terhadap pelaksanaan program di lapangan. Dengan langkah-langkah tersebut, anggaran makan bergizi dapat benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan program makan bergizi tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang disediakan, tetapi juga oleh kualitas tata kelola yang mendasarinya. SPIP merupakan instrumen penting dalam menjaga agar kepercayaan publik tidak disalahgunakan. Namun, sistem ini hanya akan efektif jika didukung oleh komitmen yang kuat, kompetensi yang memadai, serta integritas yang tinggi. Tanpa penguatan SPIP, program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpotensi gagal mencapai tujuannya. Dan jika hal tersebut terjadi, maka yang hilang bukan hanya dana publik, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sebagai pengelola amanah negara.

Penulis : Mahasiswa Akuntasi UNUSIA Jakarta Semester 4

  • Penulis: Amrullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Desa Mattirotasi Imbau Warga Jaga Ketertiban dan Perkuat Spiritualitas Jelang Nataru 2025

    Kepala Desa Mattirotasi Imbau Warga Jaga Ketertiban dan Perkuat Spiritualitas Jelang Nataru 2025

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kesiapsiagaan serta penjagaan oleh berbagai instansi dan institusi di Kabupaten Maros terus ditingkatkan guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Bupati Maros yang menekankan pengamanan serta ketertiban umum selama momentum Nataru. Di tingkat desa, Kepala Desa Mattirotasi, Ust. Andi […]

  • Ustadz “Tuhan Kecil”?

    Ustadz “Tuhan Kecil”?

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Jika ada pertanyaan sebagaimana judul tulisan ini, maka jawabanya bukan. Ustadz bukan “Tuhan Kecil”. Tuhan yang sesungguhnya adalah dzat Yang Maha Besar dan tidak ada yang melebihi kebesaran-Nya. Kemahabesaran Tuhan ini dibarengi dengan kekuasaan-Nya yang tidak terbatas termasuk kekuasaan untuk “menghukumi” segala sesuatu. Namun harus dipahami bahwa penghukuman Tuhan kepada segala sesuatu yang termaktub dalam […]

  • Kader PMII Kota Gorontalo Sandri Siap Datangi Instansi Pusat, Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah

    Kader PMII Kota Gorontalo Sandri Siap Datangi Instansi Pusat, Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Aroma ketidakadilan dan lemahnya penegakan hukum di daerah tampaknya akan segera mendapat perhatian serius di tingkat pusat. Dalam waktu dekat, Sandri, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Gorontalo yang dikenal vokal dan konsisten mengawal isu publik, akan bertolak ke Jakarta untuk mendatangi sejumlah lembaga strategis negara. Langkah tersebut, menurut Sandri, adalah bentuk komitmen nyata […]

  • Laporan Langit

    Laporan Langit

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Masalahnya, banyak dari kita terjebak pada sistem pencatatan tunggal: single entry dunia saja. Yang penting saldo rekening bertambah, jabatan naik, proyek cair. Soal saldo akhirat? “Nanti saja diatur.” Padahal dalam logika akuntansi, laporan yang hanya mencatat satu sisi pasti tidak seimbang. Neraca hidup pun bisa timpang: aset dunia menumpuk, tetapi liabilitas moral menggunung. Di bulan […]

  • PT. STM di Halmahera Tentang Akan Digugat ke Disnaker dan Pengadilan 

    PT. STM di Halmahera Tentang Akan Digugat ke Disnaker dan Pengadilan 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Perisilisihan Hubungan Industrial (PHI) yang mana terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakuan oleh PT. Sinar Terang Mandiri (PT. STM) kepada Karyawan-nya. Sekretaris Serikat Buruh Garda Nusantara (SBGN) Provinsi Maluku Utara, Sofyan Abubakar mengatakan bahwa Perundingan Bipartit dinyatakan Gagal dikarenakan tidak ada kesepahaman. Pria yang biasa disapa Black Panther itu dengan tegas akan mengawal hingga […]

  • Ummu Athiyah, Sang Juru Rawat di Medan Perang (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #8)

    Ummu Athiyah, Sang Juru Rawat di Medan Perang (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #8)

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Beberapa riwayat yang dia sampaikan berkaitan dengan tata cara memandikan jenazah perempuan, ketentuan masa berkabung (ihdad), dan kehadiran perempuan dalam shalat Id. Salah satu riwayat penting menyebutkan perintah Nabi  agar perempuan menghadiri shalat Id, termasuk mereka yang sedang menstruasi. Mereka tidak melaksanakan shalat secara fisik, tetapi tetap hadir untuk menyaksikan dan mendengarkan khutbah. Riwayat semacam ini […]

expand_less