Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Membentengi Anggaran Makan Bergizi: Ujian Akuntabilitas dan Integritas SPIP

  • account_circle Amrullah
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 239
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selain itu, penerapan SPIP yang masih bersifat formalitas juga menjadi tantangan serius. Di banyak lembaga, SPIP dipahami sebatas kewajiban administratif berupa penyusunan dokumen, laporan, dan pemenuhan indikator tertentu. Padahal, pengendalian intern yang efektif membutuhkan kesungguhan dalam mengidentifikasi risiko, memperbaiki proses kerja, serta menindaklanjuti setiap temuan secara serius. Jika SPIP hanya dijalankan untuk memenuhi penilaian kinerja, maka fungsi utamanya sebagai alat pencegahan akan hilang. Hal ini terlihat dari kondisi di mana prosedur sudah tersedia tetapi tidak dijalankan dengan disiplin, standar operasional ada tetapi diabaikan, serta laporan disusun lengkap namun tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Akibatnya, birokrasi terlihat tertib secara administratif, tetapi sebenarnya masih menyimpan banyak kelemahan dalam praktiknya.

Tantangan berikutnya berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia aparatur. Keberhasilan SPIP sangat bergantung pada kemampuan para pelaksananya dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pengendalian intern secara menyeluruh. Namun, dalam kenyataannya masih banyak aparatur yang memahami SPIP secara terbatas, hanya sebagai bagian dari administrasi keuangan, bukan sebagai sistem yang mencakup seluruh proses organisasi. Keterbatasan kompetensi ini meningkatkan risiko terjadinya kesalahan sekaligus membuka peluang bagi praktik manipulasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan, penempatan pegawai sesuai kompetensi, serta pembinaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar meningkatkan kualitas kerja.

Di samping persoalan struktural, terdapat pula tantangan kultural yang tidak kalah penting, yaitu budaya birokrasi yang belum sepenuhnya menjunjung tinggi integritas. Banyak upaya reformasi tidak berjalan optimal bukan karena kurangnya aturan, tetapi karena budaya kerja yang masih permisif terhadap penyimpangan. Dalam lingkungan seperti ini, pengawasan sering dianggap sebagai bentuk ketidakpercayaan, transparansi dianggap menghambat pekerjaan, dan kritik dipandang sebagai ancaman. Padahal, tanpa budaya integritas yang kuat, SPIP hanya akan menjadi sistem yang kosong tanpa makna. Program makan bergizi membutuhkan aparatur yang tidak hanya patuh terhadap aturan, tetapi juga memiliki komitmen moral untuk bekerja secara jujur, disiplin, dan terbuka terhadap pengawasan.

Oleh sebab itu, akuntabilitas publik harus ditempatkan sebagai prinsip utama dalam pengelolaan anggaran. Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui bagaimana anggaran direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi. Transparansi bukanlah ancaman bagi pemerintah, melainkan sarana untuk menjaga kepercayaan publik. Tanpa akuntabilitas yang jelas, program makan bergizi berisiko kehilangan legitimasi di mata masyarakat. Program yang seharusnya memberikan manfaat justru dapat dipersepsikan sebagai proyek yang sarat dengan kepentingan dan penyimpangan. Padahal, tujuan utama dari kebijakan sosial adalah menciptakan kesejahteraan dan keadilan, bukan sekadar menghabiskan anggaran.

Untuk itu, penguatan SPIP perlu dilakukan secara komprehensif. Pengawasan internal harus diperbaiki dengan pendekatan berbasis risiko yang nyata, bukan sekadar formalitas. Digitalisasi dalam proses anggaran dan pengadaan perlu ditingkatkan agar setiap transaksi dapat dipantau secara transparan. Selain itu, keterbukaan informasi kepada publik harus diperluas melalui penyediaan data yang mudah diakses dan dipahami. Partisipasi masyarakat juga perlu didorong, karena masyarakat dapat menjadi pengawas langsung terhadap pelaksanaan program di lapangan. Dengan langkah-langkah tersebut, anggaran makan bergizi dapat benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan program makan bergizi tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang disediakan, tetapi juga oleh kualitas tata kelola yang mendasarinya. SPIP merupakan instrumen penting dalam menjaga agar kepercayaan publik tidak disalahgunakan. Namun, sistem ini hanya akan efektif jika didukung oleh komitmen yang kuat, kompetensi yang memadai, serta integritas yang tinggi. Tanpa penguatan SPIP, program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpotensi gagal mencapai tujuannya. Dan jika hal tersebut terjadi, maka yang hilang bukan hanya dana publik, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sebagai pengelola amanah negara.

Penulis : Mahasiswa Akuntasi UNUSIA Jakarta Semester 4

  • Penulis: Amrullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Tunggu Air Naik: Camat Maros Baru, KSB, dan Relawan Bergerak Cepat Pantau Wilayah Rawan

    Tak Tunggu Air Naik: Camat Maros Baru, KSB, dan Relawan Bergerak Cepat Pantau Wilayah Rawan

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Kecamatan Maros Baru resmi menetapkan status Siaga 1 Banjir menyusul meningkatnya intensitas hujan dan naiknya debit air di sejumlah titik rawan. Menyikapi kondisi tersebut, Camat Maros Baru menunjukkan respons cepat dengan turun langsung ke lapangan melakukan patroli dan pemantauan wilayah, bersama unsur relawan dan masyarakat. Patroli tersebut melibatkan Ketua Kampung Siaga Bencana […]

  • Piutang Langit

    Piutang Langit

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Piutang langit bukan soal angka di transfer mobile banking. Ia soal niat yang dicatat tanpa jejak tinta. Dalam akuntansi konvensional, pengakuan pendapatan harus memenuhi prinsip realization. Dalam akuntansi Ramadhan, pengakuan pahala justru terjadi saat niat ditetapkan. Bahkan sebelum kas keluar, pahala sudah accrued. Di sinilah letak keindahan sistem Ilahi: ia berbasis akrual niat, bukan kas […]

  • Hirarki Pengabdian Gus Dur

    Hirarki Pengabdian Gus Dur

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Peringatan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menjadi momentum reflektif untuk membaca sosok Gus Dur secara lebih utuh dan jernih. Membaca Gus Dur secara parsial kerap melahirkan kesalahpahaman: ia dianggap liberal, kontroversial, bahkan menyimpang dari arus utama. Padahal, jika ditelusuri secara menyeluruh, pemikiran dan laku hidup Gus Dur justru memperlihatkan konsistensi yang kuat dan […]

  • Mengenang Kwik Kian Gie

    Mengenang Kwik Kian Gie

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Eka Putra B Santoso
    • visibility 151
    • 0Komentar

    (Penulis Akademisi Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo) Kemarin Kwik Kian Gie berpulang. Ekonom dan mantan Menteri era Gusdur dan Megawati itu  meninggalkan banyak sekali pemikiran tentang dinamika ekonomi politik di Indonesia. Saya ingat dalam buku Kwik yang berjudul ” Gonjang ganjing ekonomi Indonesia ” Ia mengkritik doktrin Marxisme Ortodoks berupa penguasaan ekonomi oleh negara secara […]

  • Tubuh sebagai Ruang Iman, Pengetahuan dan Penyembuhan

    Tubuh sebagai Ruang Iman, Pengetahuan dan Penyembuhan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Membaca Ketegangan Agama, Kesehatan Modern, Dan Pengobatan Tradisional dengan perspektif Moderasi Beragama. Mungkinkah gagasan moderasi beragama digunakan untuk membaca ilmu kesehatan? Saya menjawabnya, mungkin. Dengan segala kehati-hatian agar tidak terkesan memaksakan. Ruang perjumpaan agama dan ilmu kesehatan adalah tubuh. Sebagaimana ilmu kesahatan, agama juga berbicara tentang tubuh. Bagaimana tubuh dirawat, disembuhkan, dilindungi, bahkan dimuliakan. Tubuh […]

  • Pemkot–BPSDM Gorontalo Gelar Pelatihan PBJ Pemerintah

    Pemkot–BPSDM Gorontalo Gelar Pelatihan PBJ Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Gorontalo bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Gorontalo memulai Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah. Kegiatan ini berlangsung di Kelas NKRI BPSDM Provinsi Gorontalo ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur dalam memahami dan mengimplementasikan proses pengadaan barang dan jasa secara profesional, transparan, dan akuntabel. “Pada hari […]

expand_less