Breaking News
light_mode
Trending Tags

Membentengi Anggaran Makan Bergizi: Ujian Akuntabilitas dan Integritas SPIP

  • account_circle Amrullah
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 142
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selain itu, penerapan SPIP yang masih bersifat formalitas juga menjadi tantangan serius. Di banyak lembaga, SPIP dipahami sebatas kewajiban administratif berupa penyusunan dokumen, laporan, dan pemenuhan indikator tertentu. Padahal, pengendalian intern yang efektif membutuhkan kesungguhan dalam mengidentifikasi risiko, memperbaiki proses kerja, serta menindaklanjuti setiap temuan secara serius. Jika SPIP hanya dijalankan untuk memenuhi penilaian kinerja, maka fungsi utamanya sebagai alat pencegahan akan hilang. Hal ini terlihat dari kondisi di mana prosedur sudah tersedia tetapi tidak dijalankan dengan disiplin, standar operasional ada tetapi diabaikan, serta laporan disusun lengkap namun tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Akibatnya, birokrasi terlihat tertib secara administratif, tetapi sebenarnya masih menyimpan banyak kelemahan dalam praktiknya.

Tantangan berikutnya berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia aparatur. Keberhasilan SPIP sangat bergantung pada kemampuan para pelaksananya dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pengendalian intern secara menyeluruh. Namun, dalam kenyataannya masih banyak aparatur yang memahami SPIP secara terbatas, hanya sebagai bagian dari administrasi keuangan, bukan sebagai sistem yang mencakup seluruh proses organisasi. Keterbatasan kompetensi ini meningkatkan risiko terjadinya kesalahan sekaligus membuka peluang bagi praktik manipulasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan, penempatan pegawai sesuai kompetensi, serta pembinaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar meningkatkan kualitas kerja.

Di samping persoalan struktural, terdapat pula tantangan kultural yang tidak kalah penting, yaitu budaya birokrasi yang belum sepenuhnya menjunjung tinggi integritas. Banyak upaya reformasi tidak berjalan optimal bukan karena kurangnya aturan, tetapi karena budaya kerja yang masih permisif terhadap penyimpangan. Dalam lingkungan seperti ini, pengawasan sering dianggap sebagai bentuk ketidakpercayaan, transparansi dianggap menghambat pekerjaan, dan kritik dipandang sebagai ancaman. Padahal, tanpa budaya integritas yang kuat, SPIP hanya akan menjadi sistem yang kosong tanpa makna. Program makan bergizi membutuhkan aparatur yang tidak hanya patuh terhadap aturan, tetapi juga memiliki komitmen moral untuk bekerja secara jujur, disiplin, dan terbuka terhadap pengawasan.

Oleh sebab itu, akuntabilitas publik harus ditempatkan sebagai prinsip utama dalam pengelolaan anggaran. Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui bagaimana anggaran direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi. Transparansi bukanlah ancaman bagi pemerintah, melainkan sarana untuk menjaga kepercayaan publik. Tanpa akuntabilitas yang jelas, program makan bergizi berisiko kehilangan legitimasi di mata masyarakat. Program yang seharusnya memberikan manfaat justru dapat dipersepsikan sebagai proyek yang sarat dengan kepentingan dan penyimpangan. Padahal, tujuan utama dari kebijakan sosial adalah menciptakan kesejahteraan dan keadilan, bukan sekadar menghabiskan anggaran.

Untuk itu, penguatan SPIP perlu dilakukan secara komprehensif. Pengawasan internal harus diperbaiki dengan pendekatan berbasis risiko yang nyata, bukan sekadar formalitas. Digitalisasi dalam proses anggaran dan pengadaan perlu ditingkatkan agar setiap transaksi dapat dipantau secara transparan. Selain itu, keterbukaan informasi kepada publik harus diperluas melalui penyediaan data yang mudah diakses dan dipahami. Partisipasi masyarakat juga perlu didorong, karena masyarakat dapat menjadi pengawas langsung terhadap pelaksanaan program di lapangan. Dengan langkah-langkah tersebut, anggaran makan bergizi dapat benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan program makan bergizi tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang disediakan, tetapi juga oleh kualitas tata kelola yang mendasarinya. SPIP merupakan instrumen penting dalam menjaga agar kepercayaan publik tidak disalahgunakan. Namun, sistem ini hanya akan efektif jika didukung oleh komitmen yang kuat, kompetensi yang memadai, serta integritas yang tinggi. Tanpa penguatan SPIP, program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpotensi gagal mencapai tujuannya. Dan jika hal tersebut terjadi, maka yang hilang bukan hanya dana publik, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sebagai pengelola amanah negara.

Penulis : Mahasiswa Akuntasi UNUSIA Jakarta Semester 4

  • Penulis: Amrullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Langit ke Bumi: Pesan Agung Salat Menggema di Masjid Nurul Jama’ah Taipa

    Dari Langit ke Bumi: Pesan Agung Salat Menggema di Masjid Nurul Jama’ah Taipa

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW kembali diperingati dengan penuh kekhusyukan oleh umat Islam di Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Peringatan yang berlangsung di Masjid Nurul Jama’ah Taipa, Minggu malam, 4 Januari 2026, menjadi momentum spiritual untuk menguatkan kembali komitmen umat dalam menjaga salat sebagai fondasi kehidupan […]

  • Zero Terorisme di Indonesia, Densus 88 Amankan 51 Tersangka Sepanjang 2025

    Zero Terorisme di Indonesia, Densus 88 Amankan 51 Tersangka Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mencatat telah mengamankan 51 tersangka kasus tindak pidana terorisme sepanjang tahun 2025. Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers rilis akhir tahun Polri di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025). “Kami mencatat sepanjang 2025, jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 51 orang,” ujar Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono, saat memaparkan […]

  • Abdullah bin Salam: Seorang Rabbi yang Mengenali Kebenaran (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #23)

    Abdullah bin Salam: Seorang Rabbi yang Mengenali Kebenaran (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #23)

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Dalam riwayat yang disebutkan dalam Sunan al-Tirmidzi, Abdullah bin Salam menceritakan kesan pertamanya ketika melihat Nabi Muhammad. Ia mengatakan bahwa ketika wajah Nabi terlihat olehnya, ia segera merasa bahwa wajah itu bukan wajah seorang pendusta. Kesan pertama itu meninggalkan pengaruh yang kuat dalam dirinya. Pada kesempatan itu pula Nabi menyampaikan beberapa nasihat kepada orang-orang yang berkumpul. […]

  • Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Misbahuddin Yamin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Program Transmigrasi Patriot yang digagas Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara dengan mengirim mahasiswa dari tujuh kampus elite seperti UI, UGM, ITB, IPB, ITS, Unpad, dan Undip ke Mamuju, secara sekilas tampak progresif. Narasi yang dibangun adalah kolaborasi, sinergi, dan pembangunan ekonomi inklusif. Namun, jika dibaca secara lebih jernih dan struktural, kebijakan ini menyimpan persoalan […]

  • Neraca di Balik Peluru: Mengukur Efisiensi Akuntansi Perang Iran, AS, dan Israel

    Neraca di Balik Peluru: Mengukur Efisiensi Akuntansi Perang Iran, AS, dan Israel

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Angca Aldafa
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Dampaknya, laporan keuangan pemerintah terlihat likuid dalam jangka pendek, padahal sesungguhnya menumpuk kewajiban tersembunyi yang akan membebani anggaran tahunan di masa depan. Dari sudut pandang akuntansi pemerintahan, model ini kurang efisien karena mengorbankan prinsip full cost recognition demi kecepatan operasional, sehingga risiko fiskal jangka panjang tidak terpetakan secara memadai dalam laporan pertanggungjawaban negara. Di sisi […]

  • Jelang Nataru 2025, PJ Kades Majannang Imbau Warga Patuhi Edaran Bupati Maros

    Jelang Nataru 2025, PJ Kades Majannang Imbau Warga Patuhi Edaran Bupati Maros

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kesiapsiagaan dan pengamanan oleh berbagai instansi serta institusi terus ditingkatkan guna menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Bupati Maros terkait pengamanan dan ketertiban selama momentum Nataru. Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Penjabat (PJ) Kepala Desa Majannang, Syamsir, secara tegas mengimbau […]

expand_less