Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Awan yang tak Kunjung Hujan

  • account_circle Hakiki
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 182
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di surgaloka yang selalu cerah, Raqib dan Atid sudah lama bosan.

“Sudah berabad-abad kita mencatat amal manusia,” kata Raqib sambil mengusap jenggotnya yang putih. “Tapi akhir-akhir ini… awan di bawah sana makin tebal. Aneh, tidak juga hujan.”

Atid mengangguk. Matanya yang tajam menembus lapisan awan tebal yang
menyelimuti Jakarta. “Kita turun saja. Lihat sendiri. Siapa tahu ada yang bisa kita
perbaiki.”

Mereka turun tanpa sayap, hanya berpakaian sederhana seperti warga biasa. Malam itu Bundaran HI ramai seperti biasa. Lampu-lampu neon berkelap-kelip, tapi langit di atasnya hitam pekat, tak ada bintang.

Mereka berdiri di pinggir trotoar. Seorang ibu muda sedang live Instagram sambil memeluk anak jalanan kecil. “Lihat, teman-teman! Aku lagi bantu anak yatim piatu nih. Doakan ya!” Komentar membanjir: “Mashallah”, “Queen”, Ibu itu tersenyum lebar, tapi begitu kamera mati, ia melepaskan pelukannya dan buru buru pergi meninggalkan anak itu sendirian di trotoar.

Raqib menggeleng. “Amalnya tercatat… tapi kebaikannya tidak tulus” Mereka melanjutkan jalan ke arah Stasiun Sudirman. Di dalam kereta ada seorang remaja cowok duduk sambil memegang HP. Di layar terpampang postingan: “Hari ini gue donasi 1 juta buat korban banjir. Siapa yang mau ikutan? Tag temen lo!” Di bawahnya ratusan like. Tapi ketika seorang nenek tua di depannya
kesulitan berdiri karena kereta oleng, remaja itu tetap duduk, mata tak lepas dari
layar.

Atid berbisik, “Dia donasi satu juta… tapi tak sanggup berdiri sebentar saja.” Di sebuah kafe mewah di Thamrin, mereka melihat seorang selebgram sedang rapat dengan timnya. “Besok kita bikin konten peduli lingkungan. Aku foto sambil tanam pohon di rooftop, terus captionnya soal global warming. Bagus kan?” Timnya mengangguk antusias. Tak ada yang ingat bahwa kemarin mereka membuang plastik sekali pakai di sungai yang sama.

Raqib dan Atid terus berjalan. Mereka melihat seorang ayah yang baru pulang kerja memarahi anaknya karena nilai sekolah jelek, padahal seharian anak itu ditinggal sendirian dengan HP. Mereka melihat pejabat yang baru saja keluar dari mobil mewah sambil bicara di telepon, “Proyeknya jalan terus, bos. Yang penting laporan ke pusat bagus.”

Semua terasa sama orang-orang sibuk menunjukkan kebaikan, tapi tak ada yang benar-benar melakukan kebaikan.

Pagi menjelang, Raqib dan Atid berdiri lagi di Bundaran HI. Awan di atas kepala mereka semakin tebal, hampir hitam. Tak ada tetes air pun yang jatuh. “Kita sudah lihat cukup,” kata Atid. “Mereka tidak butuh hujan… mereka hanya butuh likes.”

Raqib mengangguk sedih. “Mari kita pulang. Mencatat amal di sini sudah tak ada artinya lagi.”

Mereka naik kembali ke surgaloka. Begitu kaki mereka menyentuh tanah surga, awan di atas Jakarta semakin menggantung berat. Kali ini bukan hanya mendung. Kali ini gelap sekali.  Dan hujan pun tak kunjung datang.

Penulis : Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

  • Penulis: Hakiki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesantren Kilat Ramadhan The Nusa Institute Tekankan Iman, Akhlak, dan Kesadaran Ekologis Generasi Muda

    Pesantren Kilat Ramadhan The Nusa Institute Tekankan Iman, Akhlak, dan Kesadaran Ekologis Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 243
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Lembaga riset dan pengembangan keislaman The Nusa Institute menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H pada 6–8 Maret 2026 di Aula PKUMI kawasan Masjid Istiqlal. Kegiatan ini mengusung tema “Iman Naik, Akhlak Baik, Lingkungan Asri”, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan spiritual, akhlak, serta kesadaran ekologis bagi generasi muda Muslim. Pesantren kilat ini […]

  • Pemkab Gorontalo Gelar Sidang MP-TGR, Dalami Potensi Kerugian Daerah

    Pemkab Gorontalo Gelar Sidang MP-TGR, Dalami Potensi Kerugian Daerah

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggelar sidang Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi (MP-TGR), Selasa (21/04/2026), di Ruang Dulohupa Kantor Bupati Gorontalo. Sidang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, didampingi sejumlah pejabat terkait, di antaranya Asisten III Setda, Inspektorat, Badan Keuangan, serta Bagian Hukum. Agenda utama sidang adalah melakukan pendalaman terhadap potensi tuntutan ganti rugi […]

  • Halalbihalal PP As’adiyah NU: Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyyah, dan Basyariyah

    Halalbihalal PP As’adiyah NU: Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyyah, dan Basyariyah

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dalam momentum Idulfitri 1447 Hijriah, Pondok Pesantren (PP) As’adiyah Li Nahdlatul Ulama Lompulle Kebo menggelar kegiatan halalbihalal yang berlangsung khidmat di aula pondok pesantren, Selasa (24/3/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Terus Mengokohkan Ukhuwah Basyariyah, Wathoniyyah, dan Islamiyah” sebagai bentuk komitmen dalam mempererat persaudaraan di tengah masyarakat. Acara ini merupakan kolaborasi antara PP As’adiyah […]

  • Pemprov Sulsel Genjot Preservasi Jalan Paket 3 Senilai Rp478,1 Miliar, Ruas Strategis di Pinrang Dikebut

    Pemprov Sulsel Genjot Preservasi Jalan Paket 3 Senilai Rp478,1 Miliar, Ruas Strategis di Pinrang Dikebut

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 217
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus menggenjot penanganan preservasi jalan melalui Paket 3 dengan total anggaran mencapai Rp478,1 miliar. Program ini mencakup penanganan jalan sepanjang 254,85 kilometer yang tersebar di 15 ruas jalan pada sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. Salah satu ruas yang saat ini tengah dikerjakan berada di Kabupaten Pinrang, yakni […]

  • Alasan Ridwan Kamil Kerap Menyebut Nama Aura Kasih dalam Pantun

    Alasan Ridwan Kamil Kerap Menyebut Nama Aura Kasih dalam Pantun

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 214
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nama Ridwan Kamil kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah pantun lama yang menyebut nama penyanyi Aura Kasih viral di media sosial. Pantun-pantun tersebut kemudian memicu spekulasi warganet terkait hubungan personal antara keduanya. Isu ini mencuat setelah akun-akun gosip mengunggah jejak digital Ridwan Kamil yang beberapa kali menyelipkan nama Aura Kasih dalam pantun, baik […]

  • Wujudkan Generasi Emas, Kemkomdigi Perkuat Komunikasi Publik dan Konten Positif

    Wujudkan Generasi Emas, Kemkomdigi Perkuat Komunikasi Publik dan Konten Positif

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat kapasitas dan jejaring komunikasi publik pemerintah agar makin adaptif, profesional, dan kolaboratif di tengah derasnya transformasi digital. Upaya itu diwujudkan melalui tiga kegiatan strategis yang digelar serentak di Denpasar, Bali, Rabu (29/10/2025), yakni Indonesia.go.id (IGID) Menyapa, Forum Media Monitoring (FoMo), dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Standardisasi Konten Pemerintah. Ketiga […]

expand_less