Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bersuara

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 152
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dunia maya kembali bergeliat. Kali ini di sebuah ajang cerdas cermat setingkat SMA terjadi peristiwa. Boleh jadi, peristiwa seperti ini sudah sering terjadi, tetapi baru kali ini terblow up.  Salah seorang peserta  dari kelompok C menginterupsi keputusan juri yang memberinya nilai minus untuk jawaban yang sama yang justru diberi nilai plus kepada kelompok lain. Sang peserta mencoba menyampaikan keberatannya. Ia meminta penjelasan. Ia mempertanyakan konsistensi keputusan.

Namun pada akhirnya, ia tetap harus mengalah. Otoritas juri berdiri terlalu tinggi untuk diganggu gugat. Apalagi sang juri menyalahkan artikulasi peserta. Artinya yang salah adalah peserta, bukan cara juri mendengar. Padahal, rekaman menunjukkan artikulasi peserta sudah tepat. Inilah yang membuat netizen Indonesia bereaksi.

Saya tidak ingin masuk ke dalam polemik siapa yang benar dan siapa yang salah. Saya juga tidak sedang ingin menghakimi juri atau membela peserta tertentu. Yang ingin saya soroti adalah keberanian seorang anak untuk bersuara ketika merasa diperlakukan tidak adil. Dalam banyak situasi, keberanian semacam itu jauh lebih penting daripada sekadar kemampuan menjawab pertanyaan dengan benar.

Kita hidup dalam budaya pendidikan yang sejak lama menempatkan kepatuhan sebagai ukuran utama. Anak didik dianggap baik ketika diam, mendengar, mengikuti instruksi, dan menerima keputusan tanpa banyak bertanya. Ruang kelas sering kali dibangun dengan pola satu arah: guru berbicara, murid menerima. Dalam situasi seperti itu, suara kritis perlahan dianggap sebagai ancaman terhadap keteraturan. Anak-anak akhirnya belajar satu hal penting: lebih aman diam daripada mempertanyakan.

Di titik inilah pemikiran Paulo Freire menjadi relevan. Dalam bukunya Pedagogy of the Oppressed, Freire mengkritik model pendidikan yang ia sebut sebagai banking education. Pendidikan model ini memposisikan murid seperti celengan kosong yang harus diisi pengetahuan oleh guru. Guru menjadi subjek yang mengetahui segalanya, sementara murid menjadi objek penerima informasi. Dalam relasi seperti itu, murid tidak dibiasakan berpikir kritis terhadap realitas. Mereka hanya dilatih menerima.

Freire percaya bahwa pendidikan semestinya menjadi proses pembebasan, bukan penjinakan. Pendidikan harus melahirkan manusia yang sadar terhadap situasi di sekitarnya dan berani berdialog dengan kekuasaan. Bagi Freire, dialog bukan sekadar percakapan biasa, tetapi pengakuan bahwa setiap manusia memiliki suara dan pengalaman yang layak didengar. Ketika suara murid dibungkam hanya karena berhadapan dengan otoritas, maka pendidikan kehilangan salah satu fungsi terpentingnya: memanusiakan manusia.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Pidana Kerja Sosial yang direncanakan mulai diberlakukan pada tahun 2026, meski ia menyadari masih banyak masyarakat yang belum memahami hukum baru ini. Dukungan tersebut disampaikan saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah, Kejaksaan, dan Jamkrindo di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (22/12/2025). […]

  • Desensitisasi masyarakat bukan sekedar Problem sosial tapi Juga Kekeringan Spirtualitas

    Desensitisasi masyarakat bukan sekedar Problem sosial tapi Juga Kekeringan Spirtualitas

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Dalam pandangan teologis, manusia diciptakan bukan hanya sebagai makhluk yang berpikir, tetapi juga sebagai makhluk yang memiliki qalb—hati yang menjadi pusat kesadaran moral dan spiritual. Al-Qur’an berkali-kali mengingatkan agar manusia tidak membiarkan hati menjadi keras sehingga kehilangan kemampuan menangkap penderitaan sesamanya. Karena itu, kepekaan terhadap derita orang lain bukan sekadar persoalan etika sosial, melainkan bagian […]

  • Membagun Peradaban Islam yang tak Islami

    Membagun Peradaban Islam yang tak Islami

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2019
    • account_circle Aljunaid Bakari
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo sebagai ibu kota provinsi merupakan kota yang terus berkembang. Perkembangannya terbilang cukup masif, terutama sejak resmi memisahkan diri dari Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2002. Sebagaimana kota-kota berkembang pada umumnya, arah pengembangan Kota Gorontalo sangat dipengaruhi oleh sense of place—sebuah imaji kolektif yang menjadi inspirasi pembangunan wilayah. Di banyak kota di Indonesia, sense […]

  • Wali Kota Adhan Dambea Lantik Sembilan Pejabat Eselon II Pemkot Gorontalo

    Wali Kota Adhan Dambea Lantik Sembilan Pejabat Eselon II Pemkot Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Adhan Dambea melantik dan mengambil sumpah janji jabatan sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo, Jumat (20/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Banthayo Lo Yiladia dan dihadiri seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama […]

  • Proyek jalan stasiun KA Pangkep Diduga menggunakan material timbunan ilegal,Penambang menyebut Ayah Bupati Pangkep

    Proyek jalan stasiun KA Pangkep Diduga menggunakan material timbunan ilegal,Penambang menyebut Ayah Bupati Pangkep

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Pangkep — Proyek pembangunan jalan akses menuju kawasan Stasiun Labakkang dan Ma’rang di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, kini menghadapi pertanyaan serius mengenai asal-usul material timbunan yang digunakan di lapangan. Ketua Umum Perserikatan Journalist Siber Indonesia (PERJOSI), Salim Djati Mamma mengungkapkan, jika peryataan dari La’lang menyebutkan jika semua pemilik tambang tidak memiliki legalitas, […]

  • Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Filipina, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (8/2/2026) pukul 20.15 WIB. Kabar duka tersebut beredar melalui pesan singkat keluarga. Dalam pesan itu disampaikan, “Innalillahi wainnailaihi rajiun… Telah berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 8 […]

expand_less