Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 48
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam peta sosiologis, praktik tarbiyah selama ini tampaknya  masih terjebak kemacetan di jalur moral dan belum menemukan jalan tol agar bisa melaju kencang  menjadi kekuatan politik yang mampu memengaruhi arah kebijakan publik. Akar masalahnya tidak lain terletak pada kesalahan kita ketika hendak melakukan bongkar pasang paradigma. Oleh sebab itu, paradigma inward-looking berbasis nilai teosentrisme (kemampuan memproduksi militansi ibadah, moralitas ilahi, dan penyerahan diri kepada otoritas tertinggi) sudah harus diupgrade ke paradigma outward-looking berbasis nilai antroposentrisme (kemampuan berinteraksi, beradaptasi, dan merespons tantangan kemajuan ilmu pengetahuan, hak asasi manusia dan eksistensialisme). Jika tidak cepat ditangani, maka jangan heran apabila para penghuni di gedung fakultas tarbiyah hanya sanggup meneriakkan slogan “halal-haram”, “dosa-pahala” atau “surga-neraka”. Mereka telah mengalami krisis intelektualitas akibat suplai epistemologi, pengalaman dan kosakata yang terbatas.

Padahal, Muhammad ‘Imarah misalnya pernah menyebut jika al-Islam ilahiy al-mashdar insaniy al-maudlu’ (Islam adalah agama yang bersumber dari Allah, tapi diorientasikan untuk manusia). Pada titik inilah, saya berseberangan dengan Kuntowijoyo (2001) yang mengklaim bahwa kesadaran internal (suprastruktur) merupakan kunci yang menentukan realitas eksternal (struktur). Padahal, jika diperiksa secara seksama, maka realitas eksternal (struktur) itulah yang justru sangat menentukan kondisi kesadaran internal (suprastruktur). Singkat kata, bukan aku berpikir maka aku ada, melainkan aku ada maka aku berpikir. Tidak mungkin ada pemahaman dari sebuah ketiadaan.  Untuk lebih mempermudah ingatan kita, maka saya menyebut paradigma baru tersebut dengan istilah “Sosialisme Tarbiyah”. Istilah ini merupakan hasil racikan setelah saya mempelajari berbagai pemikiran sosialis awal yang digagas oleh Robert Owen, Charles Fourier, Henri de Saint-Simon, Pierre-Joseph Proudhon, Karl Marx dan Friedrich Engels. Lantas, apakah yang dimaksud dengan sosialisme tarbiyah? Mengapa paham tersebut penting sekaligus mendesak? Apa misi sentralnya? Lalu bagaimana metode penerapannya di dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia?

Pertama, sosialisme tarbiyah adalah sebuah teknik rekayasa fitrah manusia melalui intervensi ethics of care (etika kepedulian) yang basisnya adalah nilai komunitarian, empati dan interdependensi. Paham ini hadir untuk mengkritik budaya pendidikan yang cenderung menghamba pada sistem ethics of right (etika hak) sebagai konsekuensi dari kemenangan kapitalisme dan demokrasi liberal sebagaimana tesis Fukuyama dalam The End of History and The Last Man (1992). Model pendidikan yang membebek kepada ethics of right selalu mempromosikan individualisme yang ekstrem. Padahal, sisi kemanusiaan harus berakar pada empati, kedekatan relasional, dan responsibilitas nyata untuk mencegah penderitaan manusia (human suffering).

Ada tiga misi sentral yang akan diselesaikan oleh paham sosialisme tarbiyah. Pertama, masalah kebodohan (ignorance). Bank Dunia (2025) mendefinisikan kebodohan sebagai cacat karakter personal yang muncul karena ketidaktahuan dan hilangnya potensi manusia akibat kegagalan sistemik dari minimnya pengalaman pembelajaran (suboptimal learning experience) dan kurangnya modal manusia  (human capital deficit). Data BPS (2025) memberitahu kita bahwa tingkat pendidikan masyarakat Indonesia masih didominasi oleh tamatan SD (sekitar 22,27%), sedangkan tamatan perguruan tinggi (Diploma hingga S3) hanya 6,82%. Angka anak yang tidak pernah sekolah atau putus sekolah masih tinggi seperti Papua Barat (2,12%), Papua (2,0%), dan Sulawesi Barat (1,79%).

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegadaian Kanwil IX Dorong Pelaku Usaha Lewat Promo Cashback Pinjaman Hingga RP 5 Juta

    Pegadaian Kanwil IX Dorong Pelaku Usaha Lewat Promo Cashback Pinjaman Hingga RP 5 Juta

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    PT Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 bersama Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) gelar agenda Konsolidasi Offline Bank Sampah sebagai langkah penguatan sinergi dan evaluasi program lingkungan berbasis komunitas. Kamis, 7 Agustus 2025. Dihadiri oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs. Arifin, M.A.P, serta jajaran manajemen PT Pegadaian. Agenda konsolidasi ini menjadi salah […]

  • Sidak Subuh di SPPG Boalemo, Wagub Gorontalo Temukan Sejumlah Pelanggaran Higienitas MBG

    Sidak Subuh di SPPG Boalemo, Wagub Gorontalo Temukan Sejumlah Pelanggaran Higienitas MBG

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 197
    • 0Komentar

    nulondalo.com -Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Gorontalo kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu pagi (17/12/2025). Kali ini, sidak dilakukan di SPPG Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Tepat pukul 04.30 Wita, Wagub Idah bersama Tim Satgas MBG […]

  • Transparansi APBN di Era Digital: Menyeimbangkan Keterbukaan Data dan Literasi Publik

    Transparansi APBN di Era Digital: Menyeimbangkan Keterbukaan Data dan Literasi Publik

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Isla Aulia'i Wasi Suhada
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Di era digital yang kini mendominasi kehidupan sehari-hari, transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi fondasi utama bagi kepercayaan publik terhadap pemerintahan. Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen serius melalui berbagai inisiatif digital, seperti portal Open Data APBN di situs Kementerian Keuangan dan aplikasi mobile yang menyediakan akses langsung ke rincian anggaran. Data ini mencakup […]

  • Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

    Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Apriyanto Radjak
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Penulis: Apriyanto Rajak –  (seorang petani, nelayan dan pemain sepak bola amatir) Di penghujung Agustus 2025, saya bersama Rizki memutuskan untuk bekerja sama menyelesaikan pekerjaan di kebun masing-masing. Kebetulan kebun milik kami berdua tidak terlalu berjauhan. Adapun jarak dari kampung bisa diasumsikan dengan waktu tempuh 15 menit menggunakan sepeda motor. Lokasinya berada di pegunungan Landaso, Kecamatan Bolaang […]

  • Menag: Presiden Dukung Penuh Pengembangan PKUMI, Dorong Percepatan Kaderisasi Ulama Global

    Menag: Presiden Dukung Penuh Pengembangan PKUMI, Dorong Percepatan Kaderisasi Ulama Global

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI). Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi dan persiapan perpanjangan Nota Kesepahaman (NK) antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, PKUMI, dan Universitas PTIQ Jakarta. Dalam sambutannya, Menag menekankan pentingnya percepatan kaderisasi ulama […]

  • Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Tri Gunawan Sidiki
    • visibility 867
    • 0Komentar

    Aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat petani plasma desa binaan di wilayah barat Kabupaten Pohuwato bukan sekadar ekspresi kekecewaan, melainkan cermin dari kesabaran panjang yang mulai mencapai batasnya. Di tengah ketidakpastian yang telah berlangsung hampir satu dekade, masyarakat tetap memilih jalan yang bermartabat untuk menyuarakan haknya. Ini adalah bentuk kedewasaan sosial yang patut diapresiasi, sekaligus […]

expand_less