Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 389
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam peta sosiologis, praktik tarbiyah selama ini tampaknya  masih terjebak kemacetan di jalur moral dan belum menemukan jalan tol agar bisa melaju kencang  menjadi kekuatan politik yang mampu memengaruhi arah kebijakan publik. Akar masalahnya tidak lain terletak pada kesalahan kita ketika hendak melakukan bongkar pasang paradigma. Oleh sebab itu, paradigma inward-looking berbasis nilai teosentrisme (kemampuan memproduksi militansi ibadah, moralitas ilahi, dan penyerahan diri kepada otoritas tertinggi) sudah harus diupgrade ke paradigma outward-looking berbasis nilai antroposentrisme (kemampuan berinteraksi, beradaptasi, dan merespons tantangan kemajuan ilmu pengetahuan, hak asasi manusia dan eksistensialisme). Jika tidak cepat ditangani, maka jangan heran apabila para penghuni di gedung fakultas tarbiyah hanya sanggup meneriakkan slogan “halal-haram”, “dosa-pahala” atau “surga-neraka”. Mereka telah mengalami krisis intelektualitas akibat suplai epistemologi, pengalaman dan kosakata yang terbatas.

Padahal, Muhammad ‘Imarah misalnya pernah menyebut jika al-Islam ilahiy al-mashdar insaniy al-maudlu’ (Islam adalah agama yang bersumber dari Allah, tapi diorientasikan untuk manusia). Pada titik inilah, saya berseberangan dengan Kuntowijoyo (2001) yang mengklaim bahwa kesadaran internal (suprastruktur) merupakan kunci yang menentukan realitas eksternal (struktur). Padahal, jika diperiksa secara seksama, maka realitas eksternal (struktur) itulah yang justru sangat menentukan kondisi kesadaran internal (suprastruktur). Singkat kata, bukan aku berpikir maka aku ada, melainkan aku ada maka aku berpikir. Tidak mungkin ada pemahaman dari sebuah ketiadaan.  Untuk lebih mempermudah ingatan kita, maka saya menyebut paradigma baru tersebut dengan istilah “Sosialisme Tarbiyah”. Istilah ini merupakan hasil racikan setelah saya mempelajari berbagai pemikiran sosialis awal yang digagas oleh Robert Owen, Charles Fourier, Henri de Saint-Simon, Pierre-Joseph Proudhon, Karl Marx dan Friedrich Engels. Lantas, apakah yang dimaksud dengan sosialisme tarbiyah? Mengapa paham tersebut penting sekaligus mendesak? Apa misi sentralnya? Lalu bagaimana metode penerapannya di dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia?

Pertama, sosialisme tarbiyah adalah sebuah teknik rekayasa fitrah manusia melalui intervensi ethics of care (etika kepedulian) yang basisnya adalah nilai komunitarian, empati dan interdependensi. Paham ini hadir untuk mengkritik budaya pendidikan yang cenderung menghamba pada sistem ethics of right (etika hak) sebagai konsekuensi dari kemenangan kapitalisme dan demokrasi liberal sebagaimana tesis Fukuyama dalam The End of History and The Last Man (1992). Model pendidikan yang membebek kepada ethics of right selalu mempromosikan individualisme yang ekstrem. Padahal, sisi kemanusiaan harus berakar pada empati, kedekatan relasional, dan responsibilitas nyata untuk mencegah penderitaan manusia (human suffering).

Ada tiga misi sentral yang akan diselesaikan oleh paham sosialisme tarbiyah. Pertama, masalah kebodohan (ignorance). Bank Dunia (2025) mendefinisikan kebodohan sebagai cacat karakter personal yang muncul karena ketidaktahuan dan hilangnya potensi manusia akibat kegagalan sistemik dari minimnya pengalaman pembelajaran (suboptimal learning experience) dan kurangnya modal manusia  (human capital deficit). Data BPS (2025) memberitahu kita bahwa tingkat pendidikan masyarakat Indonesia masih didominasi oleh tamatan SD (sekitar 22,27%), sedangkan tamatan perguruan tinggi (Diploma hingga S3) hanya 6,82%. Angka anak yang tidak pernah sekolah atau putus sekolah masih tinggi seperti Papua Barat (2,12%), Papua (2,0%), dan Sulawesi Barat (1,79%).

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skandal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di PC PMII Ambon 

    Skandal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di PC PMII Ambon 

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Oleh: Budiman Salamun – (Kader PMII Cabang Ambon) Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Ambon menjadi problem mendasar yang membentuk “frame” buruk terhadap citra organisasi, mengapa demikian! karena Pelantikan PC PMII Ambon didasari oleh pengungkungan AD/ART PMII atau dengan kata lain, Pelantikan PC PMII AMBON merupakan hasil pemerkosaan Konstitusi dan Peraturan organisasi. […]

  • Islam Nusantara dan Sisik Melik Halal bi Halal

    Islam Nusantara dan Sisik Melik Halal bi Halal

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Suatu ketika, kala isu Islam Nusantara sedang hangat-hangatnya, salah seorang perundungnya menyerang dengan sengit wacana ini. Kalimatnya menyengat dan pertanyaan-pertanyaannya nyelekit.  Salah satu kalimat dari perundung itu bunyinya begini: “seharusnya para pendukung Islam Nusantara, memboikot Arab, kan Islamnya bukan Islam dari Arab, tetapi Islam Nusantara.” Tentu saja ini pernyataan serampangan, sebab Islam Nusantara sebagai sebuah diskursus […]

  • DPP GENINUSA Desak Kapolda Lampung Segera Adili Oknum Penyidik Atas Dugaan Kekerasan Terhadap Warga 

    DPP GENINUSA Desak Kapolda Lampung Segera Adili Oknum Penyidik Atas Dugaan Kekerasan Terhadap Warga 

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Nulondalo – Faizal Habeba, Kordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi, Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santri Preuner Nusantara (DPP GENINUSA), mendesak kepada Kapolda Lampung untuk segera memanggil dan proses oknum kepolisian Inisial AIPTU S selaku penyidik yang melalukan tindakan kekerasan (pencekikan) kepada warga Lampung bernama Sadam Husen. Menurutnya, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepolisian insial AIPTU […]

  • pesawat ATR

    Badan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Evakuasi Lewat Jalur Pendakian

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 366
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tim SAR gabungan menemukan badan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Saat ini, petugas memfokuskan upaya pada persiapan jalur evakuasi dengan mempertimbangkan medan yang berat dan berisiko. Kepala Seksi Operasi Basarnas, Andi Sultan, mengatakan jalur pendakian dipilih sebagai opsi terbaik […]

  • Wajar Tapi Palsu

    Wajar Tapi Palsu

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Gus Dur pernah bilang, “Yang lebih lucu dari politik adalah orang yang menganggap politik itu serius.” Dalam konteks audit negara, barangkali yang lebih lucu dari korupsi adalah keyakinan bahwa WTP berarti pemerintah sudah beres. WTP itu sebenarnya sederhana: laporan keuangan tidak melanggar SAP. Titik. Tapi di negeri ini, WTP diperlakukan seperti air zam-zam—disiramkan ke mana-mana […]

  • Kajian Entrepreuner : 5 Tips Menjadi Pengusaha Muda oleh Ceo Eksyarprenuer Indonesia

    Kajian Entrepreuner : 5 Tips Menjadi Pengusaha Muda oleh Ceo Eksyarprenuer Indonesia

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Kajian entrepreneur dan ngabuburit bulan ramadhan yang dimediasi oleh Kopma Al-Hikmah dengan tema “berbisnis secara syariah Agar hidup menjadi berkah” menghadirkan Arya Nur Fauzi, salah satu pemateri muda dan sukses. Arya memiliki banyak pengalaman dan berprestasi, hingga sekarang ia adalah seorang CEO EKSYARPRENUER Indonesia sekaligus menjabat sebagai sekretaris jenderal DPP Gerakan SantriPreuner Nusantara (GENINUSA). Kegiatan […]

expand_less