Breaking News
light_mode
Trending Tags

Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
  • visibility 114
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari, bulan dan tahun merupakan siklus hidup manusia yang diukur menurut satuan waktu dengan berdasarkan peredaran bumi, bulan dan matahari. Siklus hari manusia terbagi dalam dua babakan, yaitu malam dan siang. Dalam penciptaan keduanya, begitu sangat istimewa sehingga Allah mengulang-ulang penciptaan malam dan siang sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berpikir (QS. 3:190, 11:3, 16:12, 23:80, 24:44 dan 45:5), beriman (QS. 27:86) bertakwa (QS. 10:6) dan bersyukur (QS. 25:62).

Dalam penciptaan malam dan siang begitu banyak pelajaran, inspirasi dan hikmah yang berlapis-lapis hingga memantik nalar sains, memacu refleksi filosofis hingga memacu raihan supremasi mistis. Hal inilah mengapa Al-Qur’an berulang kali menyebut kata malam dan siang secara berulang. Kata malam disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 100 kali dan kata siang sebanyak 54 kali. Sebanyak 47 kali kata malam dan siang disebut beriringan dalam satu ayat atau dalam dua ayat yang berurutan.

Penyebutan malam dan siang secara berurutan dalam Al-Qur’an mengandung beberapa maksud selain sebagai bahan pelajaran bagi manusia. Pertama, memberikan informasi tentang peredaran astronomis bulan dan matahari (QS. 14;33 21:33 dan 36:40), Kedua, sebagai satuan perhitungan waktu (QS. 17:12). Ketiga, berkenaan dengan waktu ibadah (salat dan puasa) (QS. 11:114 dan 2:187). Keempat, penjelasan tentang signifikansi malam dan siang bagi manusia, yaitu sebagai waktu beristirahat dan beraktivitas, tentang ini disebut berulang kali dalam Al-Qur’an di antaranya dalam QS. 10:67, 25:47 dan 78:10-11.

Hampir semua ayat Al-Qur’an yang menyebut kata malam lebih dahulu daripada siang, yaitu sebanyak 45 kali, hanya dua kali kata siang lebih dahulu disebutkan, yaitu dalam QS. 71:5 yang berkenaan dengan ucapan Nabi Nuh as kepada Allah bahwa ia telah berdakwah kepada kaumnya “siang dan malam” dan QS. 91:3-4 karena surat tersebut adalah surat al-Syams (matahari).

Mengapa malam lebih dahulu disebutkan oleh Al-Qur’an daripada siang (layl wa nahar)?. Karena pada dasarnya malam adalah permulaan dari hari. Baik dalam kalender lunar maupun solar, keduanya menjadikan malam sebagai permulaan pergantian hari dan tanggal. Perbedaannya kalender lunar menjadikan waktu matahari terbenam sebagai awal hari sedangkan kalender solar menjadikan pertengahan malam (mid night) sebagai waktu pergantian tanggal

Malam sebagai permulaan hari adalah awal dari siklus aktivitas harian kita, karenanya waktu malam adalah waktu yang paling efektif dan utama untuk memperbanyak permenungan dan ibadah sebagai bekal bagi jiwa untuk menjalani aktivitas perjuangan di tengah hingar-bingar aktivitas di siang hari.

Aktivitas harian dimulai dengan permenungan dan ketenangan kemudian tindakan dan kesibukan. Awal aktivitas adalah malam yang tenang, momen kita lebih banyak berdialog dengan diri sendiri dan bermunajat kepada Allah. Selanjutnya pada siang hari kita berinteraksi dengan manusia lain dalam riuh aktivitas dunia demi mencari sebagian karunia Allah.

Malam adalah bagian feminim dari waktu, ibarat ibu dengan sisi nurturing (pengasuhan) yang memberikan kita keteduhan dan ketenangan, sehingga menjadi momen yang tepat untuk beristirahat, merenung dan beribadah. Sedangkan siang adalah bagian maskulinnya, ibarat seorang ayah yang penuh perjuangan (struggle), sehingga siang adalah momen bagi kita beraktivitas mencari karunia Allah untuk penghidupan kita dan keluarga kita. Malam adalah kesenyapan sedangkan siang adalah kebisingan, pada malam hari lebih banyak aktivitas rohani sedangkan siang lebih dominan pada aktivitas jasmani.

Mengapa malam lebih dahulu disebutkan daripada siang?. Karena manusia membutuhkan nurturing agar bisa struggle. Aspek nurturing yang kita cerap di malam hari menjadi pemandu bagi struggle kita di tengah dunia pada siang hari. Aktivitas manusia mesti dimulai dengan pematangan dan penguatan rohani sebagai daya yang digunakan bagi aktivitas jasmani.Malam diisi dengan aktivitas rohani sebagai pakaian yang digunakan untuk melindungi diri saat berkutat dalam aktivitas jasmani di siang hari. Nilai dan spirit ukhrawi menjadi landasan bagi seluruh aktivitas duniawi, sehingga segala aktivitas duniawi pun akhirnya bernilai ukhrawi.

Itulah mengapa dipilih malam sebagai momen “tumpah ruahnya” berkah Allah kepada manusia. Lailatulqadar adalah malam puncak nurturing tahunan yang mengisi daya rohani manusia agar mencapai kematangan dan ketenangan paripurna. Lailatulqadar adalah malam puncak yang mengantarkan kita pada transformasi spiritual yang sempurna meninggalkan karakter ammarah dan mengafirmasi karakter muthmainnah.

Pada malam lailatuqadar kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, menyapa Allah dengan pengharapan, memohon ampunanNya dengan rintihan, memuja dan memujiNya dengan penuh cinta, merendahkan diri dan mengagungkanNya dengan rukuk dan sujud. Lailatulqadar adalah momen nurturing sebagai titik balik rohani yang menjadikan kita manusia yang lebih arif, lebih penyayang, lebih lembut, lebih tawaduk dan segala kualitas rohaniah lainnya, untuk kita implementasikan dalam kehidupan kita. Inilah konteks “menuhan” sebagai cita ideal Ramadan dan selanjutnya kita menahun bersama Tuhan. Hal inilah yang dimaksud dalam hadis “berakhlak sebagaimana akhlak Allah”.

Perintah menahan dari ibadah puasa adalah jalan bagi kita untuk mengaktivasi rohani untuk bisa “melangit”, sebagai pelindung bagi jasmani kita yang membumi. Malam Lailatulqadar adalah malam puncak aktivasi rohani karena di malam tersebut dimensi langit dan bumi terhubung berkat turunnya Al-Qur’an dari langit kepada seorang makhluk bumi bernama Muhamamd bin Abdullah saw.

Al-Qur’an dan Muhammad saw adalah esensi dari keagungan malam lailatulqadar. Malam itu adalah momen puncak aktivasi jasmani yang menahan menuju transformasi rohani yang “menuhan”. Melalui washilah Al-Qur’an dan Muhamamd saw, agar kita senantiasa menahun bersama Tuhan.

Angkatlah Al-Qur’an di atas kepala dalam takzim dan washilah kepada al-Mustafa kita berserah dan memohon kepada Allah. Mahasuci Engkau, tiada Tuhan selain Engkau, bebaskanlah kami dari siksa api neraka. Sampaikanlah salam kami kepada Muhammad dan keluarganya.

Penulis : Dr. Sabara Nuruddin(Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional)

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWNU Gorontalo Gelar PES Esport 2025: Ajang Turnamen Game dengan Total Hadiah Rp10 Juta

    PWNU Gorontalo Gelar PES Esport 2025: Ajang Turnamen Game dengan Total Hadiah Rp10 Juta

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Dalam rangkaian Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo menghadirkan kompetisi seru bertajuk PES Esport 2025 yang akan berlangsung pada 28–30 Oktober 2025 di Pelataran Kantor PWNU Gorontalo, Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U-I, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Turnamen ini menjadi salah satu terobosan kreatif PWNU Gorontalo dalam menggabungkan nilai-nilai syariah […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo secara resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) di Kantor PWNU Gorontalo, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah. Acara pembukaan turut dihadiri oleh berbagai lembaga dan instansi strategis, antara lain Bursa Efek Indonesia (BEI), Pintraco, Otoritas […]

  • Komitmen Melayani: Kelurahan Baji Pamai Bagikan Beras dan Minyak Goreng kepada Warga

    Komitmen Melayani: Kelurahan Baji Pamai Bagikan Beras dan Minyak Goreng kepada Warga

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 284
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros— Pemerintah Kelurahan Baji Pamai Kecamatan Maros Baru kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Kelurahan Baji Pamai menyalurkan bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng kepada warga. Bantuan ini merupakan program dari Kementerian Sosial RI dan dibagikan langsung di kantor kelurahan. Pada penyaluran kali ini, bantuan didistribusikan ke warga […]

  • Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muh. Akbar
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki cerita rakyat yang cukup terkenal. Cerita rakyat ini termuat dalam salah satu episode dalam sureq La Galigo. Cerita rakyat tersebut dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan dengan sebutan Meong Palo Karellae, kisah yang mengandung nilai moral, kesabaran, keikhlasan, dan penghormatan. Meong Palo Karellae mengisahkan seekor kucing belang tiga yang menemani Sangiangseri (Dewi […]

  • PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 228
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Kisruh di PBNU bukan hal mengejutkan. NU sejak dulu hidup dengan perdebatan. Organisasi sebesar ini wajar kalau penuh pandangan, ego, dan aspirasi. Tapi kisruh kali ini berbeda: ia terjadi di era digital—era ketika gesekan kecil langsung berubah jadi tontonan nasional sebelum ada kesempatan […]

  • Bareskrim Polri Tahan Dua Petinggi PT Dana Syariah Indonesia Terkait Dugaan Penggelapan Dana dan TPPU

    Bareskrim Polri Tahan Dua Petinggi PT Dana Syariah Indonesia Terkait Dugaan Penggelapan Dana dan TPPU

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri resmi menahan dua petinggi PT Dana Syariah Indonesia (DSI), yakni Direktur Utama Taufiq Aljufri dan Komisaris Arie Rizal Lesmana, mulai Selasa (10/02/2026). Penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan kasus dugaan penggelapan dana dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada layanan pinjaman online (pinjol) DSI. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus […]

expand_less