Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bukber oleh Funco Tanipu

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
  • visibility 42
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Asal muasalnya, bukber atau buka puasa bersama dilaksanakan di tiap masjid saat Ramadan. Lambat laun, perkembangannya menjadi lebih transformatif. Bukber bukan saja soal tradisi buka puasa sebagai bagian dari ritus Ramadan. Bukber hari ini berkembang menjadi praktik sosio-religius yang modern.

Jika kita pantau dari timeline media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp dan berbagai story media sosial, bukber adalah praktik “mengingat”. Kita sebut sebagai praktik mengingat karena lebih banyak bukber dilaksanakan oleh komunitas “masa lalu” yang dihadirkan pada hari ini. Bisa kita lihat bukber alumni SD, SMP, SMA, kuliah, satu kos, sepermainan.

Bukber terjadi karena dirangkai oleh ingatan pada masa lalu. Ada memori yang hendak dibangkitkan untuk dikenang dan dirayakan sambil tertawa dengan bahagia. Bukber konteks ini berhenti pada sekedar mengingat.

Selain itu, bukber juga terjadi karena alasan-alasan kekinian, misalnya satu kantor, se-organisasi, se-profesi, keluarga dan bahkan satu hobi serta karena kepentingan politis. Bukber dalam konteks ini diikat oleh kepentingan kekinian, kepentingannya untuk merawat harmoni agar masa depan bisa lebih solid.

Bukber selalu ditutup oleh foto bersama dan juga selfie. Bahkan di beberapa komunitas, mulai digunakan spanduk sebagai penanda komunitas tersebut. Misalnya angkatan sekolah, tahun lulus atau brand komunitas tersebut.

Tujuannya adalah mengikat memori klasik untuk solidaritas yang lebih kuat. Namun, bukber tidak bisa berhenti pada praktik konsumsi semata, atau sekedar mengingat memori, tapi mesti lebih transformatif. Bukber mesti menjadi ajang untuk menjalin solidaritas kebatinan untuk kebangkitan umat dan bangsa.

Di tengah banyaknya derita yang dialami bangsa ini dan di tengah jutaan kaum miskin yang tidak bisa mengikuti praktik bukber yang diadakan selama ini, sudah semestinya bukber sebagai praktik berkumpul menjadi ajang untuk memupuk kebaikan.

Bukber transformatif adalah bukber yang memiliki agenda kebangsaan dan keumatan. Bukber mesti menjadi momentum untuk menggalang solidaritas pada kaum miskin dan korban rezim.

Sehingga, pada konteks itu, buka puasa di bulan Ramadan tidak sekedar menjadi praktik kuliner yang bersifat privat. Bukber bukan lagi ajang kontestasi, tapi sebagai praktik keagamaan yang berdampak pada kebangkitan umat secara kolektif.

Habib Umar bin Hafidz dalam bukunya “Amal Pemusnah Kebaikan”, Habib Umar menyampaikan bahwa salah satu penyebab kehancuran terbesar bagi anak Adam adalah nafsu terhadap makanan (syahwat al-bathn).

Karena nafsu tersebut, Adam dan Hawa dikeluarkan dari negeri kedamaian. Nafsu ini akan diikuti oleh nafsu birahi (syahwat al-farj), lalu dibuntuti oleh nafsu pada kedudukan dan harta, lalu diikuti oleh bentuk kebebalan dan kebencian.

Kemudian lahir darinya penyakit pamer, bangga dan sombong. Ini yang kemudian menyebabkan tingkat kezaliman dan kemungkaran. Semua hal ini adalah buah dari kelalaian dalam mengendalikan lambung dan mencegahnya dari kekenyangan.

Tujuan dari penjagaan ketiga nafsu itu untuk pengendalian. Apa-apa yang menjadi praktik kita selama ini masih bisa dikendalikan secara sadar, dikelola dan hingga berdampak positif pada bangkitnya umat Islam, bukan pada arah yang sebaliknya; kehancuran.

Penulis : Dr. Funco Tanipu, MA(Akademisi di Universitas Negeri Gorontalo)

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan 2025

    Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Kebutuhan Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan Provinsi Gorontalo 2025”, Jumat (17/10/2025), di kantor Bappeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, tenaga ahli, akademisi, serta praktisi wisata. FGD ini merupakan bagian dari […]

  • Mengenang Kwik Kian Gie

    Mengenang Kwik Kian Gie

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Eka Putra B Santoso
    • visibility 41
    • 0Komentar

    (Penulis Akademisi Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo) Kemarin Kwik Kian Gie berpulang. Ekonom dan mantan Menteri era Gusdur dan Megawati itu  meninggalkan banyak sekali pemikiran tentang dinamika ekonomi politik di Indonesia. Saya ingat dalam buku Kwik yang berjudul ” Gonjang ganjing ekonomi Indonesia ” Ia mengkritik doktrin Marxisme Ortodoks berupa penguasaan ekonomi oleh negara secara […]

  • Skandal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di PC PMII Ambon 

    Skandal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di PC PMII Ambon 

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Oleh: Budiman Salamun – (Kader PMII Cabang Ambon) Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Ambon menjadi problem mendasar yang membentuk “frame” buruk terhadap citra organisasi, mengapa demikian! karena Pelantikan PC PMII Ambon didasari oleh pengungkungan AD/ART PMII atau dengan kata lain, Pelantikan PC PMII AMBON merupakan hasil pemerkosaan Konstitusi dan Peraturan organisasi. […]

  • IDE Indonesia Chapter Kota Bandung Gelar Pelantikan, Simposium dan Launching Store of IDE

    IDE Indonesia Chapter Kota Bandung Gelar Pelantikan, Simposium dan Launching Store of IDE

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia Chapter Kota Bandung sukses menyelenggarakan pelantikan pengurus baru, simposium, serta launching Store of IDE yang digelar di Auditorium Balai Kota Bandung pada 15 Maret 2025. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak perubahan sosial di Kota Bandung. Pelantikan dipimpin oleh Ketua Umum IDE […]

  • Solidaritas PC PMII Baabullah Kota Ternate Untuk Sumatera dan Aceh Sekaligus Berikan Warning Wilayah Maluku Utara 

    Solidaritas PC PMII Baabullah Kota Ternate Untuk Sumatera dan Aceh Sekaligus Berikan Warning Wilayah Maluku Utara 

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Asril
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Baabullah Kota Ternate menggelar aksi kemanusiaan untuk korban bencana alam di Sumatra dan Aceh, sekaligus mengampanyekan peringatan darurat ekologi bagi Maluku Utara yang saat ini dikepung oleh aktivitas pertambangan secara masif. Ternate, 7 Desember 2025. Aksi yang berlangsung di depan Lank Mart itu diisi dengan penggalangan donasi, […]

  • Puncak PES PWNU Gorontalo: Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Da’i Cilik dan Mobile Lengend

    Puncak PES PWNU Gorontalo: Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Da’i Cilik dan Mobile Lengend

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Suasana penuh kebersamaan mewarnai penutupan Pekan Ekonomi Syariah (PES) PWNU Gorontalo 2025 yang digelar sejak 28 Oktober 2025 sampai dengan Kamis 30 Oktober 2025 di pelataran kantor PWNU Gorontalo. Penutupan diisi dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang berbagai lomba yang sebelumnya digelar, termasuk Lomba Da’i Cilik dan Lomba Mobile Legends bertema ekonomi syariah. Kedua lomba […]

expand_less