Breaking News
light_mode
Trending Tags

Opini

Rubrik Opini / Esai di nulondalo.com menjadi wadah bagi gagasan dan refleksi kritis atas berbagai persoalan publik. Di sini, nalar, pengalaman, dan keberanian berpikir bertemu dalam satu ruang dialog yang sehat.

Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • account_circle Apriyanto Radjak
  • visibility 135
  • 0Komentar

Penulis: Apriyanto Rajak –  (seorang petani, nelayan dan pemain sepak bola amatir) Di penghujung Agustus 2025, saya bersama Rizki memutuskan untuk bekerja sama menyelesaikan pekerjaan di kebun masing-masing. Kebetulan kebun milik kami berdua tidak terlalu berjauhan. Adapun jarak dari kampung bisa diasumsikan dengan waktu tempuh 15 menit menggunakan sepeda motor. Lokasinya berada di pegunungan Landaso, Kecamatan Bolaang […]

Mengenang Kwik Kian Gie

Mengenang Kwik Kian Gie

  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • account_circle Eka Putra B Santoso
  • visibility 91
  • 0Komentar

(Penulis Akademisi Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo) Kemarin Kwik Kian Gie berpulang. Ekonom dan mantan Menteri era Gusdur dan Megawati itu  meninggalkan banyak sekali pemikiran tentang dinamika ekonomi politik di Indonesia. Saya ingat dalam buku Kwik yang berjudul ” Gonjang ganjing ekonomi Indonesia ” Ia mengkritik doktrin Marxisme Ortodoks berupa penguasaan ekonomi oleh negara secara […]

Pagula: Ulama Pesisir dan Penemu Pukat Cincin dari Gorontalo

Pagula: Ulama Pesisir dan Penemu Pukat Cincin dari Gorontalo

  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • account_circle Abdul Kadir Lawero
  • visibility 145
  • 0Komentar

Di tengah riak ombak pesisir Kota Gorontalo, sejarah mencatat nama seorang ulama yang hidupnya sederhana, namun penuh pengaruh. Sosok itu adalah KH. Nahar Akadji, yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Pagula—sebuah panggilan penuh makna yang mencerminkan kelembutan, kearifan, dan manisnya akhlak beliau. Di Gorontalo, penyebutan ulama memang berbeda. Tak ada istilah “Kiai” seperti di Jawa […]

Ketika Karamah dan Budaya Menyatu: Menelusuri Jejak Spiritualitas Islam Gorontalo Lewat Sosok Bapu Paci Nurjana

Ketika Karamah dan Budaya Menyatu: Menelusuri Jejak Spiritualitas Islam Gorontalo Lewat Sosok Bapu Paci Nurjana

  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • account_circle M. Fadhil Hadju
  • visibility 171
  • 0Komentar

Di tanah Gorontalo, Islam tidak hanya dipeluk dalam syariat, tetapi juga dirawat dalam budaya. Dalam ritus seperti modikili, tahlilan, maulidan, dan doa arwah, agama dan adat saling menyatu. Di antara masyarakat yang memegang teguh warisan ini, terdapat satu nama yang tetap harum hingga hari ini: KH Yahya Podungge, atau yang lebih dikenal dengan Bapu Paci […]

KH. Adam Zakaria: Ulama Tanpa Pesantren yang Melahirkan Banyak Ulama

KH. Adam Zakaria: Ulama Tanpa Pesantren yang Melahirkan Banyak Ulama

  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • account_circle Moh. Rodney Neu
  • visibility 113
  • 0Komentar

Barangkali tidak semua orang mengenal sosok ulama masyhur Gorontalo yang satu ini. Namun di kalangan para santri, guru agama, dan tokoh masyarakat, nama KH. Adam Zakaria dikenang sebagai ulama yang tak pernah berhenti belajar, mengajar, dan berkhidmat untuk Islam. Ia adalah cerminan nyata dari kegigihan menuntut ilmu, meski tanpa pernah mencicipi pendidikan formal di pesantren. […]

Ketika Bias Oversimplifikasi Bekerja

Ketika Bias Oversimplifikasi Bekerja

  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • visibility 266
  • 0Komentar

(Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Pernyataan Gus Ulil bahwa “menolak zero mining adalah goblok” secara teknis memang benar. Zero mining itu mustahil. Peradaban modern tidak berdiri tanpa mineral—ponsel, kendaraan listrik, panel surya, hingga kabel listrik di rumah kita semuanya lahir dari aktivitas tambang. Tidak ada yang membantah itu. […]

Demokrasi yang Kehilangan Bumi

Demokrasi yang Kehilangan Bumi

  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • account_circle Julman Hente
  • visibility 111
  • 0Komentar

Oleh: Julman Hente, SH., MH (Penulis) Demokrasi kita hari ini seperti pohon yang tumbuh tanpa akar. Tampak hijau di permukaan, penuh daun dan ranting yang menjulang, tetapi mudah roboh ketika angin kencang datang. Ia berdiri di atas tanah yang semakin rapuh, tanah yang terus terkikis oleh keputusan-keputusan yang mengatasnamakan rakyat tetapi mengkhianati bumi tempat rakyat […]

Tubuh sebagai Ruang Iman, Pengetahuan dan Penyembuhan

Tubuh sebagai Ruang Iman, Pengetahuan dan Penyembuhan

  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • visibility 132
  • 0Komentar

Membaca Ketegangan Agama, Kesehatan Modern, Dan Pengobatan Tradisional dengan perspektif Moderasi Beragama. Mungkinkah gagasan moderasi beragama digunakan untuk membaca ilmu kesehatan? Saya menjawabnya, mungkin. Dengan segala kehati-hatian agar tidak terkesan memaksakan. Ruang perjumpaan agama dan ilmu kesehatan adalah tubuh. Sebagaimana ilmu kesahatan, agama juga berbicara tentang tubuh. Bagaimana tubuh dirawat, disembuhkan, dilindungi, bahkan dimuliakan. Tubuh […]

Rahmatan Lil Alamin, Bukan Laknatan Lil Alamin

Rahmatan Lil Alamin, Bukan Laknatan Lil Alamin

  • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
  • account_circle Risman Lutfi
  • visibility 155
  • 0Komentar

(Kader PMII dan Pembina GUSDURian Ternate). Fenomena alam harus dikaji secara mendalam karena memiliki asbab (akibat) dari terjadinya sesuatu, konstruksi makna menggunakan pendekatan hermeneutika memiliki banyak perspektif. Pertama, Ada yang menilai bahwa bencana alam adalah sebuah realitas yang alami dan merupakan hukum alam. Kedua, ada juga yang berpandangan bahwa tidak semua kejadian alam (bencana alam) […]

Menuju Moderasi Beragama Progresif

Menuju Moderasi Beragama Progresif

  • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
  • account_circle Pepi al-Bayqunie
  • visibility 118
  • 0Komentar

Oleh: Pepi Albayqunie – (Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Tulisan ini merupakan refleksi dari pengalaman mengelola program moderasi beragama, selama 3-5 tahun belakangan. Saya mengamati Dan merasakan gerakan moderasi beragama telah menemukan momentum yang tepat tetapi membutuhkan varian gerakan yang lebih progressif. Gerakan Moderasi Beragama di Indonesia telah berkembang melalui berbagai diskusi, […]

expand_less