Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ketika Anggaran Mengendap: Mengungkap Fenomena Idle Cash dalam APBN Indonesia

  • account_circle Dinda Rahma Filah
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 357
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sini, masalahnya bukan hanya soal angka, tapi juga transparansi. Informasi tentang penggunaan SAL tidak selalu mudah diakses atau dipahami secara langsung oleh masyarakat. Akibatnya, masyarakat hanya bisa menerima tanpa benar-benar tahu detailnya. Padahal, ini adalah uang negara, yang juga berarti uang rakyat.
Selain itu, ada juga tantangan dari dalam sistem pemerintahan, terutama karena penyusunan kembali kementerian. Perubahan struktur pemerintahan itu hal yang wajar, tapi dampaknya pada pencatatan keuangan tidak bisa dianggap ringan. Misalnya, ketika sebuah kementerian dibubarkan lalu asetnya dipindahkan ke lembaga lain, prosesnya tidak sesederhana memindahkan barang. Banyak hal yang harus disesuaikan, seperti pencatatan aset, kontrak, dan memastikan tidak ada data yang tercatat dua kali atau malah hilang. Kalau tidak dikelola dengan baik, hal ini bisa memengaruhi keakuratan laporan keuangan pemerintah.

Masalahnya, hal seperti ini jarang dibahas, padahal dampaknya bisa panjang. Kredibilitas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) bisa ikut terpengaruh.

Hal lain yang sering dianggap sepele adalah pengelolaan persediaan barang untuk masyarakat, seperti bantuan sosial, alat kesehatan, atau pupuk subsidi. Dalam sistem akuntansi, barang-barang ini masih dianggap milik negara sampai benar-benar diberikan ke masyarakat. Namun, dalam praktiknya, proses distribusi tidak selalu lancar. Tanpa sistem yang terhubung dengan baik, barang bisa menumpuk di gudang, rusak sebelum dipakai, atau bahkan tidak sampai ke yang membutuhkan. Di sinilah muncul “area abu-abu” dari uang yang sudah dibelanjakan, tapi belum tentu manfaatnya benar-benar dirasakan.

Kalau dilihat secara keseluruhan, semua masalah idle cash, penurunan SAL, perubahan struktur, dan pengelolaan persediaan yang sebenarnya saling berkaitan. Intinya ada pada transparansi dan akuntabilitas. Kalau informasi tidak jelas, keputusan yang diambil juga bisa kurang tepat. Padahal, APBN bukan sekadar angka, tapi menunjukkan prioritas dan arah kebijakan negara.

Karena itu, perbaikan dalam pengelolaan keuangan negara sangat penting. Salah satu caranya adalah meningkatkan keterbukaan informasi, misalnya lewat dashboard publik agar masyarakat bisa memantau SAL secara berkala. Selain itu, aturan akuntansi saat reorganisasi juga perlu diperjelas agar tidak menimbulkan masalah dalam pencatatan. Digitalisasi sistem persediaan juga bisa membantu supaya distribusi barang lebih jelas dan mudah dipantau.

Lebih jauh lagi, mungkin sudah saatnya kita melihat keuangan negara secara lebih luas, tidak hanya APBN, tapi juga APBD dan peran BUMN. Dengan begitu, kondisi keuangan negara bisa terlihat lebih lengkap. Akhirnya, tantangan terbesar bukan hanya bagaimana negara mendapatkan dan membelanjakan uang, tapi bagaimana memastikan semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Karena yang paling berisiko bukan cuma kekurangan dana, tapi ketika dana yang ada tidak dikelola dengan jelas. Dan mungkin, dari sini kita bisa mulai lebih peduli, bukan hanya pada angka besar, tapi juga pada hal-hal kecil yang sering terlewat.

Penulis : Mahasiswi Akuntansi UNUSIA Semester 4

  • Penulis: Dinda Rahma Filah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Annanguru Syahid; Orang Pambusuang Harus Berterima Kasih ke Gus Dur

    Annanguru Syahid; Orang Pambusuang Harus Berterima Kasih ke Gus Dur

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Polewali Mandar— Malam itu, langit Pambusuang tampak pekat. Rinai hujan turun perlahan, seolah menyapa tanah yang basah dengan kelembutan. Usai salat Magrib, meski langit masih gelap, hujan mulai reda. Di depan Masjid At-Taqwa, panggung berukuran 4 x 4 meter ditata dengan cermat. Pengeras suara yang sejak sore terbungkus terpal dibuka, sementara beberapa ruas jalan […]

  • Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA) mengadakan rapat pengurus yang menghasilkan keputusan penting dalam struktur kepengurusan organisasi pada tanggal 21 februari 2025, hotel gred said Jakarta. Pada rapat DPP GENINUSA itu secara resmi menetapkan Bapak Imam Nahrowi (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia periode 2014-2019) sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA. Ketum […]

  • Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 320
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Republik Indonesia mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah demi memastikan keselamatan warga negara Indonesia. “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah […]

  • Ratusan Santri di Seblak Diberi Pengetahuan Mengolah Sampah hingga Kopi Inklusif dalam Festival Jagat

    Ratusan Santri di Seblak Diberi Pengetahuan Mengolah Sampah hingga Kopi Inklusif dalam Festival Jagat

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – JOMBANG – Perhelatan Festival Jagat di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu hingga Minggu, 29-30 Agustus 2026  mempertemukan ratusan santri, kiai, pengajar madrasah, dan pegiat komunitas lintas iman. Agenda ini merangkum berbagai kegiatan, mulai dari Majelis Keadilan Ekologi, Fun Games, hingga Kelas Ekologi, sebagai ruang konsolidasi pemecahan masalah lingkungan […]

  • PPSN VI 2026 Resmi Ditutup, Kontingen Sulsel Raih Lima Penghargaan

    PPSN VI 2026 Resmi Ditutup, Kontingen Sulsel Raih Lima Penghargaan

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Humas Kemenag Sulsel
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Nulondalo.com- Malang,  Perkemahan Pramuka Santri Nasional (PPSN) VI Tahun 2026 resmi ditutup di Lapangan Utama Pondok Pesantren An Nur II Al Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Penutupan kegiatan yang mempertemukan pramuka santri dari berbagai provinsi di Indonesia itu menjadi momen membanggakan bagi Kontingen Sulawesi Selatan. Dalam ajang nasional tersebut, Sulsel berhasil meraih […]

  • Merdeka, tapi Bagi Siapa? Catatan Kecil soal Kebebasan Beragama Menjelang 17 Agustus

    Merdeka, tapi Bagi Siapa? Catatan Kecil soal Kebebasan Beragama Menjelang 17 Agustus

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Wahiyudin Mamonto
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Setiap kali Agustus tiba, saya selalu berpikir: kemerdekaan itu sebenarnya milik siapa? Bendera dikibarkan, lomba panjat pinang digelar, pidato-pidato disiapkan. Tapi di balik semua kemeriahan itu, ada pertanyaan yang jarang benar-benar dijawab tuntas—apakah setiap warga negara, tanpa memandang apa yang ia yakini, benar-benar sudah merdeka untuk beribadah dan hidup sesuai keyakinannya? Kalau bicara soal aturan, […]

expand_less