Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ketika Anggaran Mengendap: Mengungkap Fenomena Idle Cash dalam APBN Indonesia

  • account_circle Dinda Rahma Filah
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 277
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sini, masalahnya bukan hanya soal angka, tapi juga transparansi. Informasi tentang penggunaan SAL tidak selalu mudah diakses atau dipahami secara langsung oleh masyarakat. Akibatnya, masyarakat hanya bisa menerima tanpa benar-benar tahu detailnya. Padahal, ini adalah uang negara, yang juga berarti uang rakyat.
Selain itu, ada juga tantangan dari dalam sistem pemerintahan, terutama karena penyusunan kembali kementerian. Perubahan struktur pemerintahan itu hal yang wajar, tapi dampaknya pada pencatatan keuangan tidak bisa dianggap ringan. Misalnya, ketika sebuah kementerian dibubarkan lalu asetnya dipindahkan ke lembaga lain, prosesnya tidak sesederhana memindahkan barang. Banyak hal yang harus disesuaikan, seperti pencatatan aset, kontrak, dan memastikan tidak ada data yang tercatat dua kali atau malah hilang. Kalau tidak dikelola dengan baik, hal ini bisa memengaruhi keakuratan laporan keuangan pemerintah.

Masalahnya, hal seperti ini jarang dibahas, padahal dampaknya bisa panjang. Kredibilitas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) bisa ikut terpengaruh.

Hal lain yang sering dianggap sepele adalah pengelolaan persediaan barang untuk masyarakat, seperti bantuan sosial, alat kesehatan, atau pupuk subsidi. Dalam sistem akuntansi, barang-barang ini masih dianggap milik negara sampai benar-benar diberikan ke masyarakat. Namun, dalam praktiknya, proses distribusi tidak selalu lancar. Tanpa sistem yang terhubung dengan baik, barang bisa menumpuk di gudang, rusak sebelum dipakai, atau bahkan tidak sampai ke yang membutuhkan. Di sinilah muncul “area abu-abu” dari uang yang sudah dibelanjakan, tapi belum tentu manfaatnya benar-benar dirasakan.

Kalau dilihat secara keseluruhan, semua masalah idle cash, penurunan SAL, perubahan struktur, dan pengelolaan persediaan yang sebenarnya saling berkaitan. Intinya ada pada transparansi dan akuntabilitas. Kalau informasi tidak jelas, keputusan yang diambil juga bisa kurang tepat. Padahal, APBN bukan sekadar angka, tapi menunjukkan prioritas dan arah kebijakan negara.

Karena itu, perbaikan dalam pengelolaan keuangan negara sangat penting. Salah satu caranya adalah meningkatkan keterbukaan informasi, misalnya lewat dashboard publik agar masyarakat bisa memantau SAL secara berkala. Selain itu, aturan akuntansi saat reorganisasi juga perlu diperjelas agar tidak menimbulkan masalah dalam pencatatan. Digitalisasi sistem persediaan juga bisa membantu supaya distribusi barang lebih jelas dan mudah dipantau.

Lebih jauh lagi, mungkin sudah saatnya kita melihat keuangan negara secara lebih luas, tidak hanya APBN, tapi juga APBD dan peran BUMN. Dengan begitu, kondisi keuangan negara bisa terlihat lebih lengkap. Akhirnya, tantangan terbesar bukan hanya bagaimana negara mendapatkan dan membelanjakan uang, tapi bagaimana memastikan semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Karena yang paling berisiko bukan cuma kekurangan dana, tapi ketika dana yang ada tidak dikelola dengan jelas. Dan mungkin, dari sini kita bisa mulai lebih peduli, bukan hanya pada angka besar, tapi juga pada hal-hal kecil yang sering terlewat.

Penulis : Mahasiswi Akuntansi UNUSIA Semester 4

  • Penulis: Dinda Rahma Filah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

    Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Namun setelah melihat podcast itu dengan khidmat hingga selesai, asumsi-asumsi yang membuat saya jadi kesal di awal itu runtuh seketika. Tak ada sama sekali pernyataan Ust. Bakari yang saya lihat “bengkok” ataupun intensinya untuk benar-benar “meluruskan” perayaan Ketupatan. Bahkan, saya pikir, argumen-argumen Ust. Bakari di dalam podcast itu terjelaskan dengan baik: mulai dari caranya menyelisik […]

  • Tambang Diduga Ilegal di Moncongloe Beroperasi Terang-Terangan, PERJOSI Desak APH Bertindak

    Tambang Diduga Ilegal di Moncongloe Beroperasi Terang-Terangan, PERJOSI Desak APH Bertindak

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Aktivitas pertambangan yang diduga tidak mengantongi izin kembali menjadi sorotan di Kabupaten Maros. Kali ini, lokasi tambang yang berada di wilayah Bonto Bunga, Kecamatan Moncongloe, Sulawesi Selatan, terpantau masih beroperasi secara leluasa dengan melibatkan alat berat dan armada pengangkut material. Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan pada Rabu (3/6/2026), sejumlah ekskavator dan […]

  • Kesya: Bagaimana Staw, Bagaimana Staw

    Kesya: Bagaimana Staw, Bagaimana Staw

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Viral dan sangat viral……ungkapan “Bagaimana Staw, Bagaimana Staw,” yang diucapkan oleh Kesya kepada temannya saat live TikTok dapat dianalisis secara semiotika untuk memahami makna dan implikasi yang terkandung di dalamnya. Saya mengamati dan menonton sampai habis video tersebut yang tidak hanya viral di TikTok tapi juga di Facebook. Saya mencoba memahami ungkapan “Bagaimana staw” tersebut […]

  • Tahun Baru Hijriyah dan Ilusi Kebangkitan

    Tahun Baru Hijriyah dan Ilusi Kebangkitan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A.
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Dalam konteks Indonesia, negeri yang memiliki jumlah Muslim terbesar di dunia. Masjid berdiri di hampir setiap sudut kampung. Pesantren tumbuh dalam jumlah puluhan ribu. Pengajian memenuhi ruang-ruang publik. Simbol-simbol agama hadir di mana-mana. Namun, pada saat yang sama, korupsi tetap menjadi berita harian. Kebohongan menemukan rumah yang nyaman di media sosial. Kebencian diproduksi lebih cepat […]

  • Apakah Indonesia sudah dalam Cengkeraman Masyarakat Paliatif?

    Apakah Indonesia sudah dalam Cengkeraman Masyarakat Paliatif?

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Kemarahan, kesedihan, dan kecemasan bukanlah sekadar luapan emosi pribadi yang sia-sia. Itu adalah sinyal sosial. Ketika kita marah melihat korupsi, itu artinya nurani kita masih menolak ketidakadilan. Ketika kita cemas melihat hutan yang gundul, itu artinya hubungan batin kita dengan alam belum sepenuhnya putus. Namun, emosi ini sering sekali “dinetralisir”. Lihat saja media sosial. Amarah […]

  • DPP Geninusa Bidang pendidikan dan ekonomi Soroti Uang komite/SPP Di SMA Negeri Sumatra Utara

    DPP Geninusa Bidang pendidikan dan ekonomi Soroti Uang komite/SPP Di SMA Negeri Sumatra Utara

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Dugaan pungutan liar (pungli) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sumatera Utara kembali mencuat. Hal ini disampaikan oleh Nirwan Pumah Siregar, pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GENINUSA bidang pendidikan dan ekonomi, yang menyoroti praktik pungutan yang berkedok sukarela namun bersifat wajib. “Pendidikan gratis di sekolah negeri sudah diatur dalam Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur, […]

expand_less