Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketika Anggaran Mengendap: Mengungkap Fenomena Idle Cash dalam APBN Indonesia

  • account_circle Dinda Rahma Filah
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 168
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sini, masalahnya bukan hanya soal angka, tapi juga transparansi. Informasi tentang penggunaan SAL tidak selalu mudah diakses atau dipahami secara langsung oleh masyarakat. Akibatnya, masyarakat hanya bisa menerima tanpa benar-benar tahu detailnya. Padahal, ini adalah uang negara, yang juga berarti uang rakyat.
Selain itu, ada juga tantangan dari dalam sistem pemerintahan, terutama karena penyusunan kembali kementerian. Perubahan struktur pemerintahan itu hal yang wajar, tapi dampaknya pada pencatatan keuangan tidak bisa dianggap ringan. Misalnya, ketika sebuah kementerian dibubarkan lalu asetnya dipindahkan ke lembaga lain, prosesnya tidak sesederhana memindahkan barang. Banyak hal yang harus disesuaikan, seperti pencatatan aset, kontrak, dan memastikan tidak ada data yang tercatat dua kali atau malah hilang. Kalau tidak dikelola dengan baik, hal ini bisa memengaruhi keakuratan laporan keuangan pemerintah.

Masalahnya, hal seperti ini jarang dibahas, padahal dampaknya bisa panjang. Kredibilitas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) bisa ikut terpengaruh.

Hal lain yang sering dianggap sepele adalah pengelolaan persediaan barang untuk masyarakat, seperti bantuan sosial, alat kesehatan, atau pupuk subsidi. Dalam sistem akuntansi, barang-barang ini masih dianggap milik negara sampai benar-benar diberikan ke masyarakat. Namun, dalam praktiknya, proses distribusi tidak selalu lancar. Tanpa sistem yang terhubung dengan baik, barang bisa menumpuk di gudang, rusak sebelum dipakai, atau bahkan tidak sampai ke yang membutuhkan. Di sinilah muncul “area abu-abu” dari uang yang sudah dibelanjakan, tapi belum tentu manfaatnya benar-benar dirasakan.

Kalau dilihat secara keseluruhan, semua masalah idle cash, penurunan SAL, perubahan struktur, dan pengelolaan persediaan yang sebenarnya saling berkaitan. Intinya ada pada transparansi dan akuntabilitas. Kalau informasi tidak jelas, keputusan yang diambil juga bisa kurang tepat. Padahal, APBN bukan sekadar angka, tapi menunjukkan prioritas dan arah kebijakan negara.

Karena itu, perbaikan dalam pengelolaan keuangan negara sangat penting. Salah satu caranya adalah meningkatkan keterbukaan informasi, misalnya lewat dashboard publik agar masyarakat bisa memantau SAL secara berkala. Selain itu, aturan akuntansi saat reorganisasi juga perlu diperjelas agar tidak menimbulkan masalah dalam pencatatan. Digitalisasi sistem persediaan juga bisa membantu supaya distribusi barang lebih jelas dan mudah dipantau.

Lebih jauh lagi, mungkin sudah saatnya kita melihat keuangan negara secara lebih luas, tidak hanya APBN, tapi juga APBD dan peran BUMN. Dengan begitu, kondisi keuangan negara bisa terlihat lebih lengkap. Akhirnya, tantangan terbesar bukan hanya bagaimana negara mendapatkan dan membelanjakan uang, tapi bagaimana memastikan semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Karena yang paling berisiko bukan cuma kekurangan dana, tapi ketika dana yang ada tidak dikelola dengan jelas. Dan mungkin, dari sini kita bisa mulai lebih peduli, bukan hanya pada angka besar, tapi juga pada hal-hal kecil yang sering terlewat.

Penulis : Mahasiswi Akuntansi UNUSIA Semester 4

  • Penulis: Dinda Rahma Filah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saldo Akhir

    Saldo Akhir

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Idul Fitri sering dimaknai sebagai “kembali ke fitrah”. Tapi dalam bahasa akuntansi, ini menarik. Apakah fitrah itu seperti saldo nol? Kalau iya, berarti kita reset semua dosa dan kembali ke titik awal. Tapi kalau kita pikir lebih dalam, fitrah itu bukan nol, melainkan “baseline kebaikan” yang seharusnya meningkat setiap tahun. Jadi bukan sekadar menghapus kesalahan, […]

  • NU Gorontalo dan Kotak Macis

    NU Gorontalo dan Kotak Macis

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 65
    • 0Komentar

    NU memang terlalu seksi bagi kalangan internal maupun eksternal atau bagi siapa saja yang memandangnya. Apalagi jika dipandang dari luar bangunan ke-NU-an dengan menggunakan frame subjektif, sosial dan politik. Dalam konteks ini, NU tidak hanya sekedar seksi tapi ternyata juga begitu mempesona. Maka tidak heran jika perebutan tampuk kepemimpinan di NU menjadi sesuatu yang sangat […]

  • Mahasiswa UNUSIA Gugat UU Pesantren ke MK, Soroti Ketidakadilan Anggaran dan Politik Pengakuan Negara

    Mahasiswa UNUSIA Gugat UU Pesantren ke MK, Soroti Ketidakadilan Anggaran dan Politik Pengakuan Negara

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Kuasa hukum pemohon, Alif Resnu Ahmad, menilai pendanaan pesantren seharusnya diposisikan sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara sebagaimana diamanatkan Pasal 31 UUD 1945, bukan sekadar kebijakan yang bergantung pada diskresi pemerintah. “Persoalan pendanaan pendidikan, termasuk pesantren, harus dipandang sebagai kewajiban konstitusional negara. Bukan sekadar kebijakan yang bisa diberikan atau tidak diberikan berdasarkan alasan kemampuan […]

  • Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

    Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Yogyakarta- Direktur Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid, menyampaikan bahwa merawat Indonesia tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi juga membutuhkan kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut Alissa, menjaga dan merawat Indonesia bukanlah pekerjaan mudah seperti menyampaikan pidato di depan umum. Merawat Indonesia berarti harus hadir secara nyata dalam memelihara keberagaman dan kebersamaan di antara […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial-Ekonomi

    Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial-Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar kajian bertema “Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial dan Ekonomi”, Rabu (5/11/2025), bertempat di Kantor Bappeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Kabid Riset dan Inovasi, Titi Iriani Datau. Dalam sambutannya, Titi Iriani menegaskan pentingnya kajian […]

  • BNPB: Bencana Hidrometeorologi Dominasi Laporan 10–11 Februari 2026 di Jawa Tengah

    BNPB: Bencana Hidrometeorologi Dominasi Laporan 10–11 Februari 2026 di Jawa Tengah

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi pada periode 10 hingga 11 Februari 2026. Dalam laporan tersebut, bencana hidrometeorologi mendominasi kejadian di wilayah Provinsi Jawa Tengah akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang. Hujan intensitas sedang disertai angin kencang melanda Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, pada […]

expand_less