Breaking News
light_mode
Trending Tags

Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
  • visibility 22
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari, bulan dan tahun merupakan siklus hidup manusia yang diukur menurut satuan waktu dengan berdasarkan peredaran bumi, bulan dan matahari. Siklus hari manusia terbagi dalam dua babakan, yaitu malam dan siang. Dalam penciptaan keduanya, begitu sangat istimewa sehingga Allah mengulang-ulang penciptaan malam dan siang sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berpikir (QS. 3:190, 11:3, 16:12, 23:80, 24:44 dan 45:5), beriman (QS. 27:86) bertakwa (QS. 10:6) dan bersyukur (QS. 25:62).

Dalam penciptaan malam dan siang begitu banyak pelajaran, inspirasi dan hikmah yang berlapis-lapis hingga memantik nalar sains, memacu refleksi filosofis hingga memacu raihan supremasi mistis. Hal inilah mengapa Al-Qur’an berulang kali menyebut kata malam dan siang secara berulang. Kata malam disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 100 kali dan kata siang sebanyak 54 kali. Sebanyak 47 kali kata malam dan siang disebut beriringan dalam satu ayat atau dalam dua ayat yang berurutan.

Penyebutan malam dan siang secara berurutan dalam Al-Qur’an mengandung beberapa maksud selain sebagai bahan pelajaran bagi manusia. Pertama, memberikan informasi tentang peredaran astronomis bulan dan matahari (QS. 14;33 21:33 dan 36:40), Kedua, sebagai satuan perhitungan waktu (QS. 17:12). Ketiga, berkenaan dengan waktu ibadah (salat dan puasa) (QS. 11:114 dan 2:187). Keempat, penjelasan tentang signifikansi malam dan siang bagi manusia, yaitu sebagai waktu beristirahat dan beraktivitas, tentang ini disebut berulang kali dalam Al-Qur’an di antaranya dalam QS. 10:67, 25:47 dan 78:10-11.

Hampir semua ayat Al-Qur’an yang menyebut kata malam lebih dahulu daripada siang, yaitu sebanyak 45 kali, hanya dua kali kata siang lebih dahulu disebutkan, yaitu dalam QS. 71:5 yang berkenaan dengan ucapan Nabi Nuh as kepada Allah bahwa ia telah berdakwah kepada kaumnya “siang dan malam” dan QS. 91:3-4 karena surat tersebut adalah surat al-Syams (matahari).

Mengapa malam lebih dahulu disebutkan oleh Al-Qur’an daripada siang (layl wa nahar)?. Karena pada dasarnya malam adalah permulaan dari hari. Baik dalam kalender lunar maupun solar, keduanya menjadikan malam sebagai permulaan pergantian hari dan tanggal. Perbedaannya kalender lunar menjadikan waktu matahari terbenam sebagai awal hari sedangkan kalender solar menjadikan pertengahan malam (mid night) sebagai waktu pergantian tanggal

Malam sebagai permulaan hari adalah awal dari siklus aktivitas harian kita, karenanya waktu malam adalah waktu yang paling efektif dan utama untuk memperbanyak permenungan dan ibadah sebagai bekal bagi jiwa untuk menjalani aktivitas perjuangan di tengah hingar-bingar aktivitas di siang hari.

Aktivitas harian dimulai dengan permenungan dan ketenangan kemudian tindakan dan kesibukan. Awal aktivitas adalah malam yang tenang, momen kita lebih banyak berdialog dengan diri sendiri dan bermunajat kepada Allah. Selanjutnya pada siang hari kita berinteraksi dengan manusia lain dalam riuh aktivitas dunia demi mencari sebagian karunia Allah.

Malam adalah bagian feminim dari waktu, ibarat ibu dengan sisi nurturing (pengasuhan) yang memberikan kita keteduhan dan ketenangan, sehingga menjadi momen yang tepat untuk beristirahat, merenung dan beribadah. Sedangkan siang adalah bagian maskulinnya, ibarat seorang ayah yang penuh perjuangan (struggle), sehingga siang adalah momen bagi kita beraktivitas mencari karunia Allah untuk penghidupan kita dan keluarga kita. Malam adalah kesenyapan sedangkan siang adalah kebisingan, pada malam hari lebih banyak aktivitas rohani sedangkan siang lebih dominan pada aktivitas jasmani.

Mengapa malam lebih dahulu disebutkan daripada siang?. Karena manusia membutuhkan nurturing agar bisa struggle. Aspek nurturing yang kita cerap di malam hari menjadi pemandu bagi struggle kita di tengah dunia pada siang hari. Aktivitas manusia mesti dimulai dengan pematangan dan penguatan rohani sebagai daya yang digunakan bagi aktivitas jasmani.Malam diisi dengan aktivitas rohani sebagai pakaian yang digunakan untuk melindungi diri saat berkutat dalam aktivitas jasmani di siang hari. Nilai dan spirit ukhrawi menjadi landasan bagi seluruh aktivitas duniawi, sehingga segala aktivitas duniawi pun akhirnya bernilai ukhrawi.

Itulah mengapa dipilih malam sebagai momen “tumpah ruahnya” berkah Allah kepada manusia. Lailatulqadar adalah malam puncak nurturing tahunan yang mengisi daya rohani manusia agar mencapai kematangan dan ketenangan paripurna. Lailatulqadar adalah malam puncak yang mengantarkan kita pada transformasi spiritual yang sempurna meninggalkan karakter ammarah dan mengafirmasi karakter muthmainnah.

Pada malam lailatuqadar kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, menyapa Allah dengan pengharapan, memohon ampunanNya dengan rintihan, memuja dan memujiNya dengan penuh cinta, merendahkan diri dan mengagungkanNya dengan rukuk dan sujud. Lailatulqadar adalah momen nurturing sebagai titik balik rohani yang menjadikan kita manusia yang lebih arif, lebih penyayang, lebih lembut, lebih tawaduk dan segala kualitas rohaniah lainnya, untuk kita implementasikan dalam kehidupan kita. Inilah konteks “menuhan” sebagai cita ideal Ramadan dan selanjutnya kita menahun bersama Tuhan. Hal inilah yang dimaksud dalam hadis “berakhlak sebagaimana akhlak Allah”.

Perintah menahan dari ibadah puasa adalah jalan bagi kita untuk mengaktivasi rohani untuk bisa “melangit”, sebagai pelindung bagi jasmani kita yang membumi. Malam Lailatulqadar adalah malam puncak aktivasi rohani karena di malam tersebut dimensi langit dan bumi terhubung berkat turunnya Al-Qur’an dari langit kepada seorang makhluk bumi bernama Muhamamd bin Abdullah saw.

Al-Qur’an dan Muhammad saw adalah esensi dari keagungan malam lailatulqadar. Malam itu adalah momen puncak aktivasi jasmani yang menahan menuju transformasi rohani yang “menuhan”. Melalui washilah Al-Qur’an dan Muhamamd saw, agar kita senantiasa menahun bersama Tuhan.

Angkatlah Al-Qur’an di atas kepala dalam takzim dan washilah kepada al-Mustafa kita berserah dan memohon kepada Allah. Mahasuci Engkau, tiada Tuhan selain Engkau, bebaskanlah kami dari siksa api neraka. Sampaikanlah salam kami kepada Muhammad dan keluarganya.

Penulis : Dr. Sabara Nuruddin(Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional)

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial-Ekonomi

    Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial-Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar kajian bertema “Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial dan Ekonomi”, Rabu (5/11/2025), bertempat di Kantor Bappeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Kabid Riset dan Inovasi, Titi Iriani Datau. Dalam sambutannya, Titi Iriani menegaskan pentingnya kajian […]

  • DPW PKB Gorontalo Resmikan Kantor Baru, Simbol Semangat dan Marwah Partai

    DPW PKB Gorontalo Resmikan Kantor Baru, Simbol Semangat dan Marwah Partai

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo resmi memiliki kantor baru yang berlokasi di Jalan KH. Adam Zakaria, Kota Gorontalo, setelah diresmikan langsung oleh Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh, pada Selasa (12/8/2025). Ketua DPW PKB Gorontalo, Muhammad Dzikyan atau yang akrab disapa Gus Yayan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Nihayah […]

  • Pseudo-Ramadan

    Pseudo-Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Ramadan akan segera berlalu. Bagai seorang perempuan, Ramadan tampak anggun dan suci. Ramadan cermin dari sebuah cahaya yang menyinari jiwa yang membutuhkan cahaya. Hanya jiwa yang suci yang dapat diterangi cahaya itu. Dalam Ramadan berisi deretan ritus persembahan bagi yang merasa harus menyembah. Salah satu aktifitas itu adalah puasa. Bukan saja untuk menahan haus dan […]

  • Tinggalkan Jagung Priatno Sejahtera Menanam Kakao

    Tinggalkan Jagung Priatno Sejahtera Menanam Kakao

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo dikenal memiliki bentang alam pertanian jagung yang dihiasi hamparan kebun jagung di lereng-lereng bukit. Meskipun indah dipandang mata tetapi pesona kebun jagung itu ternyata menyimpan bahaya besar, yakni erosi permukaan tanah (top soil) karena pengolahan lahan tanpa terasering atau teknik konservasi tanah. Menghadapi kondisi ini, hati Priatno (45) galau. Pria Jawa transmigran asal Banyumas Jawa […]

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan Gorontalo dengan mengusung tema “Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan Gorontalo: Sebuah Strategi Akselerasi Pembangunan Regional, Pemerataan, dan Pengembangan Peningkatan Kinerja Central Place.” Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Bappeda Provinsi Gorontalo , Jumat (21/11/2025). Seminar ini […]

  • Wali Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi Bagi Minoritas, Ini Respon Gusdurian

    Wali Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi Bagi Minoritas, Ini Respon Gusdurian

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Gorontalo mengadakan kegiatan Doa Lintas Agama di Aula Rudis Wali Kota, yang dihadiri oleh berbagai pemuka agama. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kebersamaan dan kerja sama antarumat beragama. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan bahwa pembangunan daerah harus melibatkan semua elemen masyarakat tanpa diskriminasi. Ia menegaskan bahwa Pemkot tidak akan pilih kasih dalam memberikan […]

expand_less