Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
  • visibility 393
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jika ini benar, maka selain tidak relevan, intinya berbagai ucapan tersebut berhenti maknanya sebatas mendongkrak popularitas politik para elit saja dan karena itulah, “Ramadan-nya” Gorontalo itu mesti ditolak. Klaim ini butuh untuk diperjelas agar pembaca tidak salah kaprah. Saya tidak menolak “Ramadan” di Gorontalo. Saya justru menolak “Ramadan-nya” Gorontalo. Dua klaim ini memiliki distingsi yang sangat tipis, namun memiliki konsekuensi etis yang sangat tajam: klaim pertama berisi penolakan terhadap bulan suci Ramadan; sedang klaim kedua berisi penolakan terhadap “praktik-praktik” politis yang dilakukan oleh segelintir orang di bulan Ramadan. Dari sini, jelaslah: yang menjadi kritik adalah praktik-praktik politik pencitraan yang mereduksi esensi Ramadan.

Dari Pencitraan menuju Komodifikasi Agama

Menampilkan baliho para elit di bulan Ramadan semacam ini lazim dalam dunia politik, khususnya pada domain politik pencitraan (imagining politics). Tujuannya sederhana dan pragmatis: iklan-iklan itu tidak lain adalah untuk meneguhkan citra para elit untuk meneguhkan identitas keagamaan mereka. Sehingga, dengan mengucapkan “selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan” ada semacam “kepuasan diri” di dalam sana, bahwa si A atau si B, dengan baliho-baliho Ramadan telah menjadi figur religius bahkan peduli untuk tampil dengan dalih representasi identitasnya sebagai Muslim.

Cara-cara semacam ini tentu lazim. Sejak dua dekade lalu, seturut menguatnya wacana media massa di Indonesia, iklan-iklan politik bertebaran di luar sana untuk kontestasi, saling rebut popularitas yang berimplikasi dalam menciptakan polarisasi di tengah-tengah masyarakat. Polarisasi ini kian akut disusul program-program berkedok agama. Para elit muncul layaknya super hero di tengah himpitan ekonomi masyarakat yang pusing harga barang yang naik, kelangkaan gas dan minyak goreng, dengan turun membagi-bagikan sembako. Tempat yang dipilih mereka pun tidak main-main: tiap-tiap masjid. Inti aktivitas ini sebenarnya mudah tertebak: kampanye dan perluasan mobilisasi masa. Namun yang membikin hal ini terlihat “baik-baik saja” karena dibungkus dengan klaim-klaim agama.

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Anggota Korps Brigade di Kota Tual, Moh Yakub dan Abdul Kadir Komitmen Dorong Reformasi Polri

    Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Anggota Korps Brigade di Kota Tual, Moh Yakub dan Abdul Kadir Komitmen Dorong Reformasi Polri

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Founder dan Advokat Senior “HAM & Associate”, Moh. Yakub K. Salamun, S.H., M.H., bersama Abdul Kadir Z. Lakuy, S.H., angkat bicara terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Korps Brigade di Kota Tual yang menyebabkan seorang anak kecil meninggal dunia. Moh. Yakub Salamun menyampaikan bahwa peristiwa tersebut tidak seharusnya hanya dipandang sebagai […]

  • Halalbihalal Harlah PMII, Alumni Didorong Jadi Agen Perubahan

    Halalbihalal Harlah PMII, Alumni Didorong Jadi Agen Perubahan

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Lebih lanjut, Basnang menyoroti kompleksitas tantangan zaman yang menuntut penguatan peran kolektif. Ia mengajak seluruh alumni untuk membangun jejaring yang solid dan kolaboratif lintas sektor, sehingga kontribusi yang dihasilkan dapat lebih luas dan berkelanjutan. “Kader dan alumni PMII tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika sosial. Kita harus aktif bergerak, mengambil peran, dan memastikan nilai-nilai […]

  • Prancis Diunggulkan Singkirkan Swedia, Les Bleus Bidik Tiket ke Babak 16 Besar

    Prancis Diunggulkan Singkirkan Swedia, Les Bleus Bidik Tiket ke Babak 16 Besar

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Prancis akan menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB. Les Bleus datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil sempurna sepanjang fase grup. Tim asuhan Didier Deschamps menutup Grup I sebagai juara grup dengan raihan sembilan poin dari tiga pertandingan. Prancis juga […]

  • Epstein, Uang dan Impunitas

    Epstein, Uang dan Impunitas

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle -
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Epstein memulai kariernya sebagai guru matematika di Dalton School. Meski pria keLahiran Brooklyn 1953 tidak lulus kuliah, namun berkat kegigihannya, ia bisa merambah dunia keuangan di Bear Stearns sebelum mendirikan J. Epstein & Co., perusahaan manajemen kekayaan yang diklaim hanya melayani klien dengan aset di atas US$1 miliar. Jaringan dan Gaya Hidupnya dikenal sebagai sosialita […]

  • Langkah Terhadang Lapak: Menata Ulang Empati di Ruang Kota

    Langkah Terhadang Lapak: Menata Ulang Empati di Ruang Kota

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Kebijakan yang Menuai Tanya  Beberapa waktu terakhir, masyarakat Gorontalo dikejutkan oleh pernyataan Walikota yang memperkenankan pedagang berjualan di trotoar di ruas Jalan eks Andalas (John Ario Katili) dan Tanggidaa (Cokroaminoto). Pernyataan tersebut, meski berniat baik untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), justru menimbulkan pertanyaan di kalangan pemerhati tata kota, arsitek, dan masyarakat umum: Apakah […]

  • Menag Nasaruddin Umar Luncurkan Buku Teladan Sang Menteri di Masjid Istiqlal

    Menag Nasaruddin Umar Luncurkan Buku Teladan Sang Menteri di Masjid Istiqlal

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 335
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar dijadwalkan meluncurkan buku berjudul Teladan Sang Menteri pada Senin (6/4/2026) di Aula VVIP Masjid Istiqlal. Peluncuran buku ini merupakan hasil kolaborasi antara UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal sebagai bagian dari penguatan tradisi intelektual serta kepemimpinan berbasis nilai. Buku karya akademisi UIN Ar-Raniry […]

expand_less