Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
  • visibility 250
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jika ini benar, maka selain tidak relevan, intinya berbagai ucapan tersebut berhenti maknanya sebatas mendongkrak popularitas politik para elit saja dan karena itulah, “Ramadan-nya” Gorontalo itu mesti ditolak. Klaim ini butuh untuk diperjelas agar pembaca tidak salah kaprah. Saya tidak menolak “Ramadan” di Gorontalo. Saya justru menolak “Ramadan-nya” Gorontalo. Dua klaim ini memiliki distingsi yang sangat tipis, namun memiliki konsekuensi etis yang sangat tajam: klaim pertama berisi penolakan terhadap bulan suci Ramadan; sedang klaim kedua berisi penolakan terhadap “praktik-praktik” politis yang dilakukan oleh segelintir orang di bulan Ramadan. Dari sini, jelaslah: yang menjadi kritik adalah praktik-praktik politik pencitraan yang mereduksi esensi Ramadan.

Dari Pencitraan menuju Komodifikasi Agama

Menampilkan baliho para elit di bulan Ramadan semacam ini lazim dalam dunia politik, khususnya pada domain politik pencitraan (imagining politics). Tujuannya sederhana dan pragmatis: iklan-iklan itu tidak lain adalah untuk meneguhkan citra para elit untuk meneguhkan identitas keagamaan mereka. Sehingga, dengan mengucapkan “selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan” ada semacam “kepuasan diri” di dalam sana, bahwa si A atau si B, dengan baliho-baliho Ramadan telah menjadi figur religius bahkan peduli untuk tampil dengan dalih representasi identitasnya sebagai Muslim.

Cara-cara semacam ini tentu lazim. Sejak dua dekade lalu, seturut menguatnya wacana media massa di Indonesia, iklan-iklan politik bertebaran di luar sana untuk kontestasi, saling rebut popularitas yang berimplikasi dalam menciptakan polarisasi di tengah-tengah masyarakat. Polarisasi ini kian akut disusul program-program berkedok agama. Para elit muncul layaknya super hero di tengah himpitan ekonomi masyarakat yang pusing harga barang yang naik, kelangkaan gas dan minyak goreng, dengan turun membagi-bagikan sembako. Tempat yang dipilih mereka pun tidak main-main: tiap-tiap masjid. Inti aktivitas ini sebenarnya mudah tertebak: kampanye dan perluasan mobilisasi masa. Namun yang membikin hal ini terlihat “baik-baik saja” karena dibungkus dengan klaim-klaim agama.

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

    Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Kedua, masalah kemiskinan (poverty). Bank Dunia (2025) mendefinisikan kemiskinan sebagai bentuk kehilangan kesejahteraan multidimensi seperti ketidakmampuan untuk memenuhi standar hidup dasar yakni makanan, pakaian, dan perumahan serta minimnya akses ke pendidikan, kesehatan, dan partisipasi dalam masyarakat. Data BPS (2025) pun menjelaskan jumlah penduduk miskin di Indonesia  sebesar 23,36 juta orang. Adapun wilayah dengan persentase penduduk […]

  • Status Lolos Dianulir, DPR Murka: Polemik Talent Scouting Universitas Indonesia Diprotes Publik

    Status Lolos Dianulir, DPR Murka: Polemik Talent Scouting Universitas Indonesia Diprotes Publik

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 295
    • 0Komentar

    “Ini bukan sekadar kesalahan teknis. Ini menyangkut nasib dan masa depan calon mahasiswa,” tegas Lalu Hadrian dalam keterangannya di Jakarta, dikutip nulondalo.com Jumat (20/3/2026). Ia menilai dalih gangguan sistem tidak dapat dijadikan pembenaran. Pasalnya, pengumuman awal sempat berjalan normal dan diakses publik tanpa kendala berarti. Perubahan mendadak justru menimbulkan dugaan adanya persoalan serius dalam tata […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan 2025

    Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Kebutuhan Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan Provinsi Gorontalo 2025”, Jumat (17/10/2025), di kantor Bappeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, tenaga ahli, akademisi, serta praktisi wisata. FGD ini merupakan bagian dari […]

  • Akuntan Langit

    Akuntan Langit

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Humor khas pesantren sering menggambarkan ini dengan sederhana. Seorang kiai pernah berkata, “Kalau manusia bisa menyuap auditor, mungkin sebagian orang juga akan mencoba menyuap malaikat.” Jamaah langsung tertawa. Tapi kiai itu melanjutkan, “Masalahnya, malaikat tidak punya rekening bank.” Di situlah letak uniknya akuntansi langit. Dalam praktik akuntansi modern, kita mengenal istilah creative accounting—cara kreatif mempercantik […]

  • Gus Yaqut Bantah Nikmati Dana Korupsi Kuota Haji

    Gus Yaqut Bantah Nikmati Dana Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membantah tudingan bahwa dirinya menikmati dana dalam kasus dugaan korupsi kuota haji yang tengah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pernyataan tersebut disampaikan Yaqut kepada awak media setelah keluar dari ruang pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/3/2025). Saat itu, ia terlihat telah mengenakan rompi oranye khas […]

  • Mengharapkan Masjid Ramah Disabilitas di Serambi Madinah

    Mengharapkan Masjid Ramah Disabilitas di Serambi Madinah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Fadhil Hadju
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Namun, tentu saja selain telah diprogramkan oleh pemerintah pusat, tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah juga mulai merancang fasilitas masjid ramah disabilitas. Terlebih Gorontalo menyandang julukan ‘Serambi Madinah’, dengan falsafah adat yang berlandaskan kitabullah. Di Aceh, daerah dengan julukan Serambi Makkah terdapat empat masjid yang memenuhi standar layak disabilitas di antaranya : Masjid Raya Baiturrahman, Masjid […]

expand_less