Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
  • visibility 116
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yang lebih parahnya, di saat memberikan sambutan, ada aksi saling hantam antar elit tidak tertangguhkan: “saya mendatangi masjid A, sedangkan dia, elit lainnya, tidak sehingga, ini membuktikan bahwa saya lebih peduli dari dia”. Cara-cara semacam ini persis dengan rujukan Marx ketika bicara tentang para kapitalis Protestan di Eropa abad 19 yang membuat agama menjadi opium untuk menggerakkan hasrat umat manusia ketika mereka berada dalam keadaan tidak punya apa-apa. Akibatnya, publik kita tertipu. Umat Islam menjadi pragmatis dan kehilangan kritisismenya terhadap pemimpin. Politik tereduksi, berhenti, bahkan mati maknanya pada sekadar pemenuhan hasrat setahun sekali.

Ramadan Sebagai Kritik Sosial

Saya pikir, absennya kritik terhadap fenomena sosial-politik yang mendominasi dalam beberapa tahun belakangan terjadi karena kita tidak pernah menempatkan Ramadan sebagai kritik sosial. Bulan yang mulia ini tidak diciptakan oleh Allah Swt., untuk sekadar memikirkan urusan pribadi, melainkan juga untuk kebermanfaatan seluas-luasnya. Salah satu ayat Al-Quran yang bagi saya representatif untuk mewakili argumen ini misalnya ditampakkan dalam Qs. Al-Maun (1-7) yang bicara tentang orang-orang yang lalai dalam ibadahnya ketika berbuat Riya ketika memberikan bantuan. Mereka tidak sedang merepresentasikan agamanya ketika berbuat demikian. Celakanya, ayat  ini justru menjadi landasan kritik terhadap pada para elit yang sebenarnya tidak pernah berjuang, namun justru berdusta atas nama agama!

Lebih dari itu, Ramadan sebagai kritik sosial juga semata menumbuhkan kepekaan sosial yang alhasil membuat masyarakat kita seolah terkasta-kasta. Sungguh, spirit Ramadan adalah spirit pembebasan kepada para mustadh’afin atau orang yang terpinggirkan. Problem semacam ini hanya bisa terselesaikan dengan menegakkan keadilan distributif. Kita tahu bahwa selama ini, para elit politik cenderung merepresentasikan apa yang diinginkan oleh partai politiknya alih-alih kebermanfaatan bersama. Namun kondisi hari ini tidak memungkinkan hal tersebut untuk terjadi. Kita sedang berada dalam berbagai macam ketimpangan sehingga, politik semestinya tidak menjadi instrumen memecah belah kelompok.

  • Penulis: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Annanguru Syahid; Orang Pambusuang Harus Berterima Kasih ke Gus Dur

    Annanguru Syahid; Orang Pambusuang Harus Berterima Kasih ke Gus Dur

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Polewali Mandar— Malam itu, langit Pambusuang tampak pekat. Rinai hujan turun perlahan, seolah menyapa tanah yang basah dengan kelembutan. Usai salat Magrib, meski langit masih gelap, hujan mulai reda. Di depan Masjid At-Taqwa, panggung berukuran 4 x 4 meter ditata dengan cermat. Pengeras suara yang sejak sore terbungkus terpal dibuka, sementara beberapa ruas jalan […]

  • PC PMII Kepulauan Sula Desak APH Usut Tuntas Dugaan Illegal Logging di Kepulauan Sula

    PC PMII Kepulauan Sula Desak APH Usut Tuntas Dugaan Illegal Logging di Kepulauan Sula

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Dugaan aktivitas illegal logging di Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, menuai perhatian publik. Dalam video yang beredar di media sosial tersebut, warga terlihat menyampaikan keluhan serta meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan menindak aktivitas penebangan kayu yang diduga tidak memiliki izin. Hamit Capalulu […]

  • Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Peristiwa itu menjadi bagian paling dikenal dari kisahnya. Di hadapan para sahabat, Nabi SAW bersabda, “Ia bagian dariku dan aku bagian darinya.” Tidak banyak yang tercatat tentang kehidupan Julaybib selain peristiwa ini. Ia bukan tokoh besar dalam sejarah, bukan pemimpin kabilah, dan bukan perawi hadis yang banyak meriwayatkan ilmu. Namun satu pernyataan Nabi SAW sudah […]

  • Banjir Rusak Jembatan Darurat di Galela Utara, Kementerian PU Turunkan Alat Berat

    Banjir Rusak Jembatan Darurat di Galela Utara, Kementerian PU Turunkan Alat Berat

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Beberapa sungai meluap, longsor terjadi di berbagai titik, rumah warga terendam banjir, hingga infrastruktur vital mengalami kerusakan. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Galela Utara, tepatnya di Kali Aru yang berada di perbatasan Desa Bobisingo dan Desa […]

  • Intelektual Muda NU Dukung Pengembalian Konsesi Tambang ke Pemerintah

    Intelektual Muda NU Dukung Pengembalian Konsesi Tambang ke Pemerintah

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sejumlah intelektual muda di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menyerukan agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera mengembalikan konsesi tambang yang diberikan pemerintah kepada organisasi. Mereka menilai bahwa kepemilikan dan pengelolaan tambang oleh ormas keagamaan seperti NU berisiko merusak marwah NU sebagai jam’iyah, dan dapat membawa mudharat yang jauh lebih besar dibanding manfaatnya, Minggu(7/12/2025). Salah satu […]

  • UNU Gorontalo Dampingi Petani Atasi Konflik Satwa

    UNU Gorontalo Dampingi Petani Atasi Konflik Satwa

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo yang melakukan penanaman papaya di batas ladang Masyarakat dengan kawasan hutan. Penanaman buah ini merupakan upaya untuk meredam konflik satwa liar dan petani yang hingga kini belum mampu diatasi. Mahasiswa ini menanam bibit papaya dengan jarak tertentu pada bidang lahan, sehingga saat pohon besar dan berbuah nanti kawasan ini […]

expand_less