Pendapatan Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
- visibility 164
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak./istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ramadhan mengajarkan bahwa laba sejati bukan yang dibagikan dalam RUPS, tetapi yang dirasakan dalam sujud panjang di sepertiga malam. Itulah saat di mana neraca menjadi seimbang—antara dunia dan akhirat, antara angka dan doa, antara usaha dan tawakal.
Maka mari kita raih pendapatan langit. Bukan untuk dipamerkan, tetapi untuk disyukuri. Bukan untuk dihitung orang, tetapi untuk diterima Tuhan. Sebab pada akhirnya, yang paling menenangkan bukan saldo rekening, melainkan saldo kebaikan.
Dan kalau pun kita masih ingin bercanda ala Gus Dur, mungkin begini: “Kalau laporan keuangan bisa diaudit BPK, laporan kehidupan diaudit Malaikat. Bedanya, yang satu bisa klarifikasi, yang satu tidak ada banding.” Selamat menabung di langit. Karena di sana, inflasi nol persen dan dividen berlaku selamanya.
Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak

Saat ini belum ada komentar