Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Piutang Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 290
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Humor Gus Dur mengajarkan satu hal penting: agama harus membumi. Jika piutang langit hanya menjadi retorika ceramah tanpa menyentuh kemiskinan struktural, maka itu seperti laporan keuangan tanpa arus kas. Indah dibaca, kosong dampak.

Ramadhan juga momentum rekonsiliasi neraca diri. Kita tutup buku sebelas bulan sebelumnya. Apakah aset kesabaran meningkat? Apakah liabilitas amarah berkurang? Apakah ekuitas ketakwaan bertambah? Jika tidak ada perubahan, mungkin kita salah metode pencatatan.

Dalam akuntansi, ada prinsip materialitas. Tidak semua kesalahan signifikan. Tetapi dalam etika, dosa kecil yang diulang-ulang bisa menjadi material secara moral. Maka Ramadhan adalah periode audit internal sebelum audit eksternal di hari pembalasan.

Sebagai penutup, mari kita pahami bahwa piutang langit bukan proyek spekulatif, melainkan proses pembentukan karakter. Sedekah bukan sekadar transaksi spiritual, melainkan pendidikan empati. Zakat bukan sekadar kewajiban fiskal agama, tetapi instrumen distribusi kekayaan.

Jika dunia mengenal rasio profitabilitas, maka Ramadhan mengenalkan rasio kemanusiaan: seberapa besar manfaat kita bagi orang lain. Jika perusahaan bangga dengan pertumbuhan dua digit, maka mukmin bangga dengan pertumbuhan akhlak satu tingkat saja. Dan sebagaimana pesan bijak para kiai kampung, “Jangan khawatirkan rezeki yang sudah dijamin, khawatirkan amal yang belum tentu diterima.”

Karena pada akhirnya, piutang langit bukan soal berapa banyak yang kita transfer, tetapi seberapa tulus kita menyerahkan. Laporan keuangan bisa dimanipulasi, tetapi laporan hati tidak bisa direkayasa.

Ramadhan mengajarkan bahwa yang paling aman bukan menyimpan harta di brankas, melainkan mengirimnya ke langit. Dan kabar baiknya: sistem di sana tidak pernah error, server-nya tidak pernah down, dan bunga investasinya—insyaAllah—tak terbatas.

Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Lampu-Lampu Dinyalakan: Tumbilo Tohe dan Spirit Menjemput Lailatul Qadar

    Ketika Lampu-Lampu Dinyalakan: Tumbilo Tohe dan Spirit Menjemput Lailatul Qadar

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Dr. Hj. Misnawaty S. Nuna
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Dalam konteks Tumbilo Tohe, lampu-lampu yang dinyalakan menjadi simbol bahwa masyarakat Gorontalo tidak ingin membiarkan malam-malam akhir Ramadhan berlalu dalam kegelapan. Mereka ingin menghadirkan cahaya, baik cahaya fisik di jalan menuju masjid, maupun cahaya spiritual di dalam hati. Tradisi ini sekaligus menjadi pesan bahwa jalan menuju ibadah harus selalu dipermudah dan diterangi, agar manusia semakin […]

  • Nelayan Terselamatkan Setelah 4 Jam Terapung di Laut Muara Berau, Solidaritas Komunitas Nelayan Tersorot

    Nelayan Terselamatkan Setelah 4 Jam Terapung di Laut Muara Berau, Solidaritas Komunitas Nelayan Tersorot

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Insiden ini juga menyoroti pentingnya solidaritas dalam komunitas nelayan. Penyelamatan Pak Usman menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antar nelayan dapat menyelamatkan nyawa di tengah risiko tinggi profesi mereka. Keluarga dan masyarakat sekitar memberikan apresiasi tinggi kepada para penyelamat, menunjukkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial di lingkungan perairan Muara Berau. Pihak berwenang dan komunitas […]

  • Sawit Gorontalo Kacau Balau, Ginada: Ini Soal Masa Depan, Bukan Cuma Ekonomi!

    Sawit Gorontalo Kacau Balau, Ginada: Ini Soal Masa Depan, Bukan Cuma Ekonomi!

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sorotan tajam datang dari Ketua Departemen Organisasi PP Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), I Dewa Gede Ginada Darma Putra, terkait kisruh pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Gorontalo. Dalam pernyataan kerasnya, Ginada menyebut kondisi tata kelola sawit saat ini bukan hanya bermasalah, tapi masuk dalam level krisis akut dan berlapis. Berangkat dari berbagai dokumen, […]

  • Arena Judi Sabung Ayam Srengat Blitar Beroperasi Bebas, Warga Resah dan Tuntut Tindakan Tegas

    Arena Judi Sabung Ayam Srengat Blitar Beroperasi Bebas, Warga Resah dan Tuntut Tindakan Tegas

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, BLITAR – Warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, hidup dalam keresahan yang memuncak. Arena judi sabung ayam kembali beroperasi secara terang-terangan di tengah pemukiman padat penduduk. Aktivitas haram ini berlangsung setiap hari tanpa aparat kepolisian melakukan razia atau penggerebekan, Senin (22/6/2026). Para penjudi dan penonton memadati arena milik pengelola tertentu sejak pagi hingga […]

  • Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Anggota Korps Brigade di Kota Tual, Moh Yakub dan Abdul Kadir Komitmen Dorong Reformasi Polri

    Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Anggota Korps Brigade di Kota Tual, Moh Yakub dan Abdul Kadir Komitmen Dorong Reformasi Polri

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Founder dan Advokat Senior “HAM & Associate”, Moh. Yakub K. Salamun, S.H., M.H., bersama Abdul Kadir Z. Lakuy, S.H., angkat bicara terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Korps Brigade di Kota Tual yang menyebabkan seorang anak kecil meninggal dunia. Moh. Yakub Salamun menyampaikan bahwa peristiwa tersebut tidak seharusnya hanya dipandang sebagai […]

  • DPR RI Beberkan 4 Masalah Krusial Pascabencana di Sumatra, Ini yang Paling Mendesak

    DPR RI Beberkan 4 Masalah Krusial Pascabencana di Sumatra, Ini yang Paling Mendesak

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 245
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI mengungkap empat permasalahan krusial yang masih menghambat penanganan dan pemulihan bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Temuan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif Satgas Galapana DPR RI selama 1–5 Januari 2025 di daerah terdampak. Hal itu disampaikan perwakilan Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, dalam Rapat Koordinasi Satgas […]

expand_less