Adjustment Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 77
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak./Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ramadhan sering disebut sebagai bulan penuh berkah. Namun, jika dilihat dari perspektif akuntansi, Ramadhan sebenarnya adalah bulan audit spiritual sekaligus periode “adjustment” besar-besaran dalam laporan keuangan langit. Kalau di perusahaan ada jurnal penyesuaian di akhir periode akuntansi, maka Ramadhan itu seperti closing sementara bagi buku besar amal manusia.
Bayangkan saja, selama sebelas bulan sebelumnya kita menjalankan kehidupan seperti perusahaan yang agak “longgar” dalam pencatatan. Ada biaya yang lupa dicatat, ada pendapatan amal yang tidak dimaksimalkan, bahkan kadang ada “pengeluaran moral” yang tidak jelas posnya. Dalam bahasa sederhana: neraca hidup kita kadang lebih banyak catatan kaki daripada catatan kebaikan. Di sinilah Ramadhan hadir seperti auditor internal dari langit.
Dalam akuntansi, jurnal penyesuaian dibuat untuk memastikan bahwa laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Misalnya, ada biaya yang sudah terjadi tetapi belum dicatat, atau pendapatan yang sudah menjadi hak tetapi belum diakui. Tanpa jurnal penyesuaian, laporan keuangan bisa menipu pembaca. Untungnya, dalam kehidupan spiritual manusia, Allah menyediakan satu periode khusus untuk melakukan penyesuaian amal secara kolektif: Ramadhan.
Contoh paling sederhana adalah niat. Dalam fiqh, niat adalah syarat sah ibadah. Dalam akuntansi, niat ini mirip seperti basis pengakuan transaksi. Tanpa niat, ibadah seperti transaksi tanpa bukti jurnal—terjadi, tapi tidak masuk pembukuan pahala.
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar