Intangible Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 90
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak/Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam dunia akuntansi, ada istilah yang terdengar agak mistis bagi orang awam: aset tidak berwujud atau intangible assets. Ia tidak bisa disentuh, tidak bisa difoto, dan tidak bisa dimasukkan ke dalam karung beras. Tapi nilainya bisa sangat besar. Contohnya merek dagang, reputasi perusahaan, hingga hak paten.
Lucunya, dalam kehidupan Ramadhan, umat Islam sebenarnya juga sedang sibuk mengumpulkan aset tak berwujud versi langit. Bedanya, kalau perusahaan mencatat goodwill, umat Ramadhan mencatat good deed.
Kalau perusahaan punya brand equity, umat punya barakah equity. Dan kalau perusahaan punya laporan laba rugi, manusia punya yang jauh lebih menegangkan: laporan amal di akhirat.
Dalam humor khas pesantren, sering ada ungkapan: “Kalau di dunia orang sibuk menambah aset, di Ramadhan orang waras sibuk menambah pahala.”
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar