Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Akuntansi Kemenangan

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
  • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
  • visibility 481
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di republik yang gemar membuat laporan ini, segala sesuatu rasanya perlu diaudit. Dari laporan keuangan negara sampai laporan perasaan mantan—semuanya ingin disusun rapi, kalau perlu dengan catatan kaki. Maka ketika Ramadhan tiba dan Idul Fitri menjelang, saya membayangkan satu hal: bagaimana kalau kemenangan spiritual juga kita perlakukan seperti laporan keuangan? Apakah kita layak mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari langit?

Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, humor bukan sekadar hiburan, melainkan cara halus untuk menyampaikan kebenaran. Seperti kata Abdurrahman Wahid, “Gitu saja kok repot.” Kalimat sederhana ini sebenarnya bisa menjadi standar audit hidup: kalau sesuatu bisa dibuat mudah tapi kita buat rumit, jangan-jangan kita sedang menumpuk “liabilitas batin”.

Ramadhan adalah periode tutup buku. Selama satu bulan, kita diminta mengendalikan “arus kas hawa nafsu” dan meningkatkan “aset kebajikan”. Masalahnya, banyak di antara kita yang rajin mencatat pemasukan pahala, tapi lupa mencatat beban moral. Ibarat perusahaan, kita sibuk mengakui pendapatan (revenue recognition), tapi menunda pengakuan kerugian (loss recognition). Padahal, dalam akuntansi yang sehat—dan juga dalam hidup yang waras—keduanya harus seimbang.

Mari kita lihat fenomena yang cukup populer: buka puasa bersama. Secara sosial ini indah, mempererat silaturahim. Namun secara akuntansi spiritual, kadang-kadang ini menjadi ajang “window dressing”. Foto diunggah, caption penuh doa, tapi hati masih menyimpan iri, dengki, dan cicilan emosi yang belum lunas. Ini seperti laporan keuangan yang kinclong di permukaan, tapi penuh rekayasa di balik layar.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejak 2002, Kelompok Tani Putra Matindok Perjuangkan Kepastian Lahan

    Sejak 2002, Kelompok Tani Putra Matindok Perjuangkan Kepastian Lahan

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2026
    • account_circle Rhandu
    • visibility 37
    • 0Komentar

    GORONTALO.COM, BANGGAI – Persoalan kepastian batas dan status lahan di wilayah Kobo-kobou, Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, masih menjadi perhatian Kelompok Tani Putra Matindok. Kelompok tani tersebut mengaku telah menguasai dan mengusahakan lahan sejak 2002, tetapi hingga kini masih membutuhkan kejelasan mengenai status dan batas bidang tanah mereka. Bagi para petani, lahan tersebut bukan […]

  • Mahasiswa Desak Renovasi Asrama Wonocatur, Soroti Tunggakan Pajak dan Janji yang Tak Pernah Terealisasi photo_camera 3

    Mahasiswa Desak Renovasi Asrama Wonocatur, Soroti Tunggakan Pajak dan Janji yang Tak Pernah Terealisasi

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Mike
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Yogyakarta — Mahasiswa Gorontalo yang menghuni Asrama Wonocatur, Yogyakarta, kembali menyuarakan tuntutan renovasi menyeluruh terhadap bangunan asrama yang kian memburuk. Kerusakan fisik yang terus bertambah dinilai sebagai dampak dari renovasi yang tidak berkualitas, ditambah dengan persoalan administratif yang hingga kini belum diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Ketua Asrama Gorontalo Wonocatur, Prasetya, menyebut bahwa kondisi bangunan […]

  • DPR Buka Suara: Lemahnya Propam Jadi Biang Turunnya Kepercayaan Publik

    DPR Buka Suara: Lemahnya Propam Jadi Biang Turunnya Kepercayaan Publik

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 209
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyoroti serius lemahnya pengawasan internal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Anggota Komisi III DPR RI, Martin Tumbelaka, menilai ketidaktegasan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) menjadi salah satu faktor utama menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Pernyataan tersebut disampaikan Martin dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di pelataran Kantor PWNU Gorontalo, Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Pintraco, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo, KNEX, Bank Indonesia, serta Pemerintah Provinsi Gorontalo […]

  • DPP PKB Tetapkan Abdullah Kadir Diko sebagai Ketua DPC PKB Pohuwato, Ini Profilnya

    DPP PKB Tetapkan Abdullah Kadir Diko sebagai Ketua DPC PKB Pohuwato, Ini Profilnya

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB menetapkan Abdullah Kadir Diko, S.Pt. sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Pohuwato masa khidmat 2026–2031. Penetapan tersebut menandai estafet kepemimpinan DPC PKB Pohuwato dari ketua sebelumnya, Idris Kadji. Abdullah Kadir Diko merupakan salah satu kader PKB yang telah lama berkiprah di dunia politik, pemberdayaan masyarakat, dan advokasi […]

  • GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Guswandri
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Komunitas GUSDURian Mamasa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan bertajuk “Jaga Jagat Kita”, yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2025 di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Buntu Tanete. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Sekolah Jagat GUSDURian, yang sebelumnya diikuti oleh beberapa penggerak komunitas. Dalam sambutannya, Febry, perwakilan GUSDURian dan alumni Sekolah Jagat, menekankan […]

expand_less