Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

  • account_circle Risman Lutfi
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • visibility 91
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat yang sering dikenal dengan nama RA Kartini sebagai salah satu perempuan Indonesia asal jepara-jawa tengah, pejuang emansipasi perempuan itu selalu diperingati setiap tahun, tepatnya pada tanggal 21 April, tahun kelahirannya 1879. Dalam catatan sejarah, kartini menggores tinta perlawanan atas penjajahan yang dialami bangsa Indonesia. Doktrin Perjuangannya mengangkat martabat perempuan sebagai makhluk Tuhan yang setara dengan laki-laki dan mendapatkan kelayakan pendidikan, pekerjaan, kedudukan sosial serta hak selaku manusia merdeka, harus diakui sebagai jasa pahlawan-pejuang pendidikan.

Ayahnya Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang pernah menjadi bupati jepara, sedangkan ibunya, MA Ngasirah juga merupakan perempuan keturunan darah biru. Kartini terlahir dengan status sosial bangsawan, kedudukannya sebagai seorang kelas terhormat sejak lahir tidak menghilangkan rasa peduli pada lingkungan sosial. Catatan Kartini dalam surat-suratnya yang menjadi karya abadi “Habis Gelap Terbitlah Terang” itu harus bacaan wajib bagi siswa/i dan mahasiswa/i agar memiliki kesadaran kolektif tentang basis sejarah perlawanan dan membangkitkan spirit perjuangan para pelajar-pelajar dalam dunia pendidikan Indonesia.

Bangunan ide-ide progresif sebagai respon terhadap situasi eksternal yang berdampak pada eksistensinya sebagai manusia dalam sejarah perkembangan masyarakat, menjadikan dirinya sosok individu memanusiakan manusia seutuhnya. RA Kartini meyakini dengan penuh jiwa bahwa perempuan juga bisa membangun konstruksi pemikiran kritis untuk mewujudkan keadilan sosial juga kesetaraan gender. Semangat, ketangguhan, keberanian, dan karakter kepeloporan kartini harus diambil sebagai realisasi dalam langkah konkrit, sehingga tidak menjadi bayang-bayang ingatan masa lampau dan mati pada imajinasi perayaan nostalgia.

Kekejaman dunia patriarkis melalui sistem kapitalisme dan feodalisme yang dilawan oleh kartini rupanya masih tumbuh berkembang pesat hingga hari ini. Proses penghisapan tenaga kerja pada buruh perempuan hingga mengalami keguguran, kekerasan dalam rumah tangga yang hampir secara minoritas korban adalah perempuan, bahkan striotipe perempuan sebagai manusia inferior masih ada pada ruang publik, dunia pendidikan, hingga menjalar dan melekat pada urusan rumah tangga keluarga. Perspektif dan kesadaran diskriminatif dalam dominasi kelas tertentu terhadap kelas lain harus dihapuskan melalui pendidikan formal, nonformal dan informal menggunakan pendidikan kritis yang membuka ruang dialogis.

RA Kartini menjalani kehidupan dengan sangat singkat, karena dengan usia 25 tahun, tepatnya pada tanggal 17 september 1904 dirinya meninggal dunia. Walaupun tutup usia diwaktu muda, kartini hadir dan hidup dalam ingatan panjang perjuangan bangsa Indonesia. Hingga kini, sudah 121 tahun wafatnya kartini, pelopor emansipasi perempuan.

Selamat Hari Kartini.!!!

Jawa Timur, 21 April 2025.

Risman Lutfi (Pembina GUSDURian Ternate).

  • Penulis: Risman Lutfi
  • Editor: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMII Maros Minta Polisi Tak Tutup Mata atas Kekerasan di Malam Tahun Baru

    PMII Maros Minta Polisi Tak Tutup Mata atas Kekerasan di Malam Tahun Baru

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Maros menyatakan keprihatinan serius atas peristiwa pengeroyokan yang dialami Muhammad Akbar (Korban), seorang warga Kabupaten Maros, di kawasan Pantai Tak Berombak (PTB) pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025. Insiden tersebut tidak hanya menyebabkan korban mengalami luka fisik, tetapi juga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta […]

  • Perkokoh Pancasila, Lakpesdam NU Kota Gorontalo Ngaji Kebangsaan

    Perkokoh Pancasila, Lakpesdam NU Kota Gorontalo Ngaji Kebangsaan

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2019
    • account_circle Yusran Laindi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mengantisipasi berkurangnya jumlah dukungan terhadap Pancasila di Kota Gorontalo, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Kota Gorontalo gelar Ngaji Kebangsaan dengan tema ‘Pancasila Sebagai Living Ideologi Bangsa.’ Narasumber kegiatan tersebut, KH. Abdul Rasyid Kamaru (Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Gotontalo), Alim Niode M.Si (Budayawan) dan DR Sastro Wantu […]

  • Temuan DPR di Jatim: Masih Ada Perusahaan Abai pada Perlindungan Ekosistem

    Temuan DPR di Jatim: Masih Ada Perusahaan Abai pada Perlindungan Ekosistem

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Komisi XII DPR RI menemukan masih adanya perusahaan yang dinilai belum serius dalam menjalankan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup. Temuan tersebut mengemuka saat kunjungan kerja DPR RI ke sejumlah perusahaan sektor energi dan industri di Jawa Timur. Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mengungkapkan, dari empat perusahaan yang diundang dalam agenda […]

  • Bendera HTI Berkibar di Aksi Bela Palestina, Dewan Ahli ISNU Gorontalo: Bentuk Pelanggaran Hukum

    Bendera HTI Berkibar di Aksi Bela Palestina, Dewan Ahli ISNU Gorontalo: Bentuk Pelanggaran Hukum

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Nulondalo – Di beberapa kota di Indonesia pada hari Minggu, 2 Februari 2025 aksi Bela Palestina digelar serentak. Dalam aksi-aksi tersebut massa aksi turut mengibarkan bendera dengan tulisan Arab berwarna putih dan hitam yang lekat dengan kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kelompok yang sudah dinyatakan terlarang di Indonesia sejak 2017. Dewan Ahli Pengurus Wilayah Ikatan […]

  • Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

    Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 214
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pakar analisis media sosial sekaligus Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, menilai platform digital saat ini sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk mendeteksi usia pengguna tanpa harus bergantung pada verifikasi identitas seperti KTP. Hal tersebut disampaikan Fahmi merespons rencana pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang akan menerapkan pembatasan akses anak di bawah […]

  • Momentum Isra Mi’raj, Gusnar Ismail Ajak ASN Gorontalo Bangun Etos Kerja Berbasis Spiritual

    Momentum Isra Mi’raj, Gusnar Ismail Ajak ASN Gorontalo Bangun Etos Kerja Berbasis Spiritual

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pencanangan gerakan membaca Al-Qur’an di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Jumat (16/1/2025), dan dicanangkan langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail. Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum penguatan spiritual ASN sekaligus bagian dari […]

expand_less