Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Merayakan Krisis Kendali di Kampus: Kekerasan Seksual dalam Peradaban Layar

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • visibility 400
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada yang perlu diluruskan sejak awal: kekerasan seksual di kampus bukan sekadar “penyimpangan individu” atau soal moral personal yang kebetulan meleset. Ia tumbuh dari ekosistem yang lebih luas—dari cara kita memproduksi relasi kuasa, memaknai tubuh, hingga bagaimana teknologi membentuk cara kita melihat dan memperlakukan orang lain.

Di tengah apa yang bisa disebut sebagai “peradaban layar terang”, kampus tidak lagi berdiri sebagai ruang steril yang kebal dari distorsi sosial. Ia justru menjadi miniatur masyarakat digital: hirarkis, kompetitif, dan semakin terdorong oleh logika performa. Dalam kondisi seperti ini, relasi antarindividu kerap kehilangan kedalaman etisnya. Interaksi menjadi cepat, responsif, tetapi juga dangkal—terutama ketika dimediasi oleh layar yang mengaburkan batas antara kedekatan dan akses tanpa batas.

Ketika segala sesuatu menjadi terlalu mudah, manusia perlahan berhenti bertanya—termasuk tentang batas, consent, dan tanggung jawab. Kedekatan bisa dibangun lewat pesan singkat, relasi bisa dipercepat tanpa proses refleksi, dan pada saat yang sama, empati bisa menipis karena tubuh orang lain tidak lagi hadir sebagai realitas utuh, melainkan sebagai representasi digital. Di sinilah lipatan berbahaya itu muncul: kemudahan teknologi tidak hanya menyederhanakan pilihan, tetapi juga menyederhanakan cara kita memahami orang lain.

Dalam konteks ini, kekerasan seksual di kampus sering kali terjadi bukan hanya karena niat jahat yang eksplisit, tetapi juga karena krisis kendali yang lebih halus—ketidakmampuan membaca situasi secara etis di tengah arus respons yang serba cepat. Notifikasi, pesan instan, budaya “selalu tersedia” menciptakan tekanan untuk terus merespons tanpa jeda. Dalam situasi seperti itu, refleksi moral menjadi barang mahal.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilusi Kesejahteraan di Daerah: Mengapa Dana Transfer Daerah Belum Menyentuh Akar Masalah?

    Ilusi Kesejahteraan di Daerah: Mengapa Dana Transfer Daerah Belum Menyentuh Akar Masalah?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Thahira Azzahra
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Triliunan rupiah terus dialirkan dari pemerintah pusat ke daerah setiap tahunnya melalui skema Dana Transfer Daerah. Di sisi lain, realitas yang tampak di sekitar kita justru memperlihatkan kondisi jalan yang rusak, fasilitas kesehatan yang kurang terawat, serta angka kemiskinan yang berjalan tanpa banyak perubahan. Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: sejauh mana dana tersebut benar-benar dirasakan […]

  • Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

    Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Pendidikan seharusnya menjadi ruang paling aman bagi lahirnya gagasan, perdebatan, dan keberanian berpikir. Sayangnya, realitas di lapangan sering kali berbicara lain. Ruang belajar kita masih dibayangi oleh warisan feodal yang mengekang kebebasan berpikir. Murid dituntut manut, mahasiswa diminta tunduk, sementara guru atau dosen ditempatkan di atas altar otoritas yang tidak boleh dipertanyakan. Ujung-ujungnya, pendidikan gagal […]

  • Seni Menjadi Orang Kalah

    Seni Menjadi Orang Kalah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Siapa yang mau kalah? Rasanya hampir tidak ada. Kalah itu menyakitkan dan secara alami manusia tidak ingin sakit. Semua orang ingin menang. Kemenangan terasa menyenangkan, memberi pengakuan, rasa aman, juga keyakinan bahwa diri kita bernilai. Sejak awal kehidupan manusia pun akrab dengan gagasan tentang kemenangan. Penjelasan biologis mengenai lahirnya manusia sering dimulai dari cerita tentang […]

  • Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm Play Button photo_camera 7

    Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 361
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nasib petani di kawasan penyangga Tahura BJ Habibie dan SM Nantu di Gorontalo tampaknya masih jauh dari sejahtera. Di tengah perjuangan mereka menanam dan merawat tanaman hingga masa panen, harga jual hasil pertanian kerap tidak berpihak pada mereka. Permasalahan ini kembali disoroti dalam Workshop bertema “Membangun Kolaborasi dan Memperkuat Jaringan Kemitraan Usaha untuk […]

  • Gelar Pengukuhan, Indonesia Menuju Pusat Ulama Dunia melalui PKUMI

    Gelar Pengukuhan, Indonesia Menuju Pusat Ulama Dunia melalui PKUMI

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) kembali mencatat sejarah penting dalam mencetak generasi ulama berwawasan global. Pada momentum penuh khidmat ini, PKUMI secara resmi mengukuhkan para kader ulama yang terdiri dari 18 mahasiswa program S3, 32 mahasiswa program S2, serta 32 mahasiswa program S2 PKUP. Para peserta berasal dari berbagai penjuru Nusantara, mencerminkan kekayaan budaya, […]

  • Mahasiswa PKUMI Jakarta Kunjungi KBRI Kairo, Perkuat Peran sebagai Duta Bangsa

    Mahasiswa PKUMI Jakarta Kunjungi KBRI Kairo, Perkuat Peran sebagai Duta Bangsa

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 247
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Rombongan mahasiswa Pendidikan Kader Ulama dari Masjid Istiqlal (PKUMI) Jakarta yang tengah mengikuti program short course di Mesir melakukan kunjungan silaturahmi dan dialog ke KBRI Kairo, Selasa (14/4/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Bineka lantai 4 KBRI Kairo. Perwakilan mahasiswa, Heri Kuseri, menyampaikan bahwa peserta program short course PKUMI tahun ini berjumlah 84 orang, […]

expand_less