Breaking News
light_mode
Trending Tags

Beban Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 141
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada yang berkata, “Ramadhan ini berat.” Saya jawab, “Berat di badan atau berat di hati?” Kalau berat di badan, itu wajar. Kalau berat di hati, mungkin kita terlalu banyak memikul beban dunia dan terlalu sedikit memikul beban langit.

Sebagai akademisi akuntansi, saya melihat Ramadhan sebagai laboratorium etika. Di kampus kita belajar standar, di masjid kita belajar kesadaran. Standar tanpa kesadaran melahirkan kepatuhan formal. Kesadaran tanpa standar melahirkan niat baik yang tak terstruktur. Ramadhan menyatukan keduanya: disiplin dan ketulusan.

Humor ala NU mengajarkan keseimbangan. Jangan terlalu kaku sampai lupa tertawa, jangan terlalu santai sampai lupa taat. Beban langit bukan untuk dikeluhkan, tetapi untuk dirayakan. Ia adalah tanda bahwa kita masih dipercaya memikul amanah.

Pada akhirnya, laporan keuangan terbaik bukan yang diaudit kantor akuntan publik, tetapi yang diaudit oleh nurani. Ketika Ramadhan usai, pertanyaannya bukan berapa banyak uang yang tersisa, tetapi berapa banyak ego yang terkikis.

Jika beban dunia membuat kita menunduk karena lelah, biarlah beban langit membuat kita menunduk karena sujud. Dan di antara keduanya, semoga kita tetap bisa tersenyum—karena dalam senyum yang tulus, ada laba yang tak tercatat, tetapi sangat terasa.

Ramadhan mengajarkan bahwa tidak semua beban harus dihindari. Ada beban yang justru mengangkat derajat. Itulah beban langit: ringan dijalani dengan ikhlas, berat ditinggalkan tanpa kesadaran.

Selamat memikul beban yang benar. Karena kadang, yang membuat hidup terasa berat bukanlah banyaknya beban, tetapi salah alamatnya tujuan.

Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA), menggelar buka puasa bersama dan berbagi takjil dengan ibu Febrina sebagai salah satu dewan pembina Geninusa di kediamannya, Jakarta Selatan, Jum’at 07 Maret 2025. Sebagai salah satu dewan pembina Geninusa, ibu Febrina juga memberikan pesan sebagai dorongan kepada pengurus DPP Geninusa. Harapannya geninusa harus tetap konsisten dan […]

  • Adjustment Langit

    Adjustment Langit

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Ramadhan memberi kesempatan untuk melakukan reklasifikasi moral. Misalnya, dari sifat pelit menjadi dermawan, dari malas menjadi rajin, dari marah menjadi sabar. Dalam istilah jurnal, ini seperti memindahkan akun dari beban duniawi ke aset ukhrawi. Humor ala Gus Dur mungkin akan menjelaskan ini dengan cara sederhana. Beliau pernah berkata kira-kira begini: “Tuhan itu tidak pernah kekurangan […]

  • Abdul Kadir Diko/FOTO: Istimewa Play Button photo_camera 14

    Gorontalo Green School: Langkah Kecil Menahan Krisis Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Abdullah K. Diko
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Kerusakan lingkungan tidak pernah hadir sebagai peristiwa tunggal. Ia tumbuh perlahan—dari tanah yang kehilangan kesuburan, sungai yang kian tercemar, hingga bencana alam yang makin sering dan sulit diprediksi. Dalam banyak kasus, respons kita justru terjebak pada solusi jangka pendek: proyek cepat, jargon hijau, dan seremoni tanam pohon. Padahal, di balik krisis itu terdapat persoalan yang […]

  • Supremasi Sipil: Sebuah Refleksi Tentang Realitas dan Harapan

    Supremasi Sipil: Sebuah Refleksi Tentang Realitas dan Harapan

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Di banyak tempat, kita sering mendengar narasi tentang supremasi sipil, sebuah konsep di mana masyarakat sipil—atau masyarakat yang bebas dari pengaruh langsung negara atau militer—dianggap sebagai entitas yang memegang kendali atas jalannya pemerintahan. Idealnya, masyarakat sipil adalah ruang di luar struktur formal negara, tempat kebebasan berkembang dan hak-hak individu dihargai. Namun, bagaimana jika kenyataannya tidak […]

  • Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menyoroti penurunan anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Azis usai Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian […]

  • Petuah yang Disangka Mantra

    Petuah yang Disangka Mantra

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Pandangan serupa juga ditemukan pada masyarakat Kajang, yang memaknai tanah sebagai angrongta (Ibu). Bagi mereka, tanah adalah asal muasal manusia, sehingga harus dikelola dengan penuh kearifan. Cara pandang ini dikenal sebagai relational epistemology: melihat alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai sahabat atau teman hidup yang harus dihormati. Esensi petuah leluhur Mandar di atas jelas […]

expand_less