Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Belanja Negara dan Ilusi Kinerja: Apakah Realisasi Anggaran Mencerminkan Keberhasilan?

  • account_circle Muhammad Dzaky Alfarisi
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 226
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sementara itu, belanja modal yang berorientasi pada pembangunan infrastruktur atau peningkatan layanan publik sering kali memiliki porsi yang lebih kecil. Dalam kondisi seperti ini, realisasi anggaran yang tinggi tidak selalu berarti peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jika sebagian besar anggaran hanya digunakan untuk membiayai aktivitas internal birokrasi, maka angka penyerapan yang tinggi sebenarnya hanya mencerminkan mahalnya biaya administrasi pemerintahan. Tanpa evaluasi terhadap kualitas dan komposisi belanja, angka realisasi menjadi sekadar kamuflase atas inefisiensi yang bersifat struktural. Publik disuguhi data yang terlihat positif, tetapi tidak mencerminkan manfaat yang nyata.

Lebih mengkhawatirkan lagi, ilusi kinerja ini dapat mengaburkan akuntabilitas publik. Ketika keberhasilan diukur dari angka penyerapan, maka fokus evaluasi pun menjadi sempit. Selama anggaran terserap dan laporan pertanggungjawaban disusun sesuai prosedur, kinerja dianggap baik. Padahal, akuntabilitas seharusnya tidak berhenti pada kepatuhan administratif, tetapi juga mencakup pertanggungjawaban terhadap hasil dan dampak kebijakan.

Untuk keluar dari kondisi ini, diperlukan perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelolaan belanja negara. Pendekatan berbasis kinerja harus benar-benar diterapkan dengan menekankan pada outcome, bukan sekadar output atau penyerapan anggaran. Indikator kinerja perlu dirancang agar mampu mengukur dampak nyata terhadap masyarakat, meskipun hal ini lebih kompleks dan menantang.

Selain itu, sistem insentif dalam birokrasi harus diubah agar tidak lagi mendorong perilaku boros. Efisiensi harus dihargai sebagai bentuk kinerja yang positif, bukan justru dianggap sebagai ancaman terhadap alokasi anggaran di masa depan. Dengan demikian, aparatur akan terdorong untuk menggunakan anggaran secara lebih bijak dan strategis.

  • Penulis: Muhammad Dzaky Alfarisi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musdes Penetapan APBDes 2026 Desa Majannang Digelar di Hari Libur, Dorong Percepatan dan Transparansi

    Musdes Penetapan APBDes 2026 Desa Majannang Digelar di Hari Libur, Dorong Percepatan dan Transparansi

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pemerintah Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 pada Sabtu (27/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Majannang dan menjadi perhatian karena dilaksanakan di hari libur. Musdes dihadiri oleh PJ Kepala Desa Majannang, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping […]

  • Ma’ruf Amin Mundur dari Jabatan Ketua Dewan Pertimbangan MUI

    Ma’ruf Amin Mundur dari Jabatan Ketua Dewan Pertimbangan MUI

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2025–2030. Pengunduran diri disampaikan melalui surat resmi dan berlaku sejak tanggal penandatanganan. Keputusan ini dipengaruhi faktor usia dan masa pengabdian panjang di MUI. Ma’ruf Amin menilai sudah saatnya membuka ruang bagi regenerasi […]

  • Menuju RUPS, Gusnar Ismail Uji Langsung Tiga Calon Komisaris BUMD Gorontalo

    Menuju RUPS, Gusnar Ismail Uji Langsung Tiga Calon Komisaris BUMD Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menguji langsung tiga calon komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Gorontalo melalui wawancara yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (16/1/2026). Tahapan ini menjadi bagian akhir dari proses seleksi sebelum penetapan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Wawancara tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim […]

  • Wali Kota Gorontalo Siapkan Perda LGBT, Adhan Dambea: Tidak Ada Ruang untuk LGBT

    Wali Kota Gorontalo Siapkan Perda LGBT, Adhan Dambea: Tidak Ada Ruang untuk LGBT

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Adhan menjelaskan, penyusunan regulasi tersebut nantinya akan melibatkan sejumlah pihak, termasuk lembaga adat dan unsur terkait lainnya agar perda yang dirancang memiliki dasar sosial dan hukum yang kuat. Ia menegaskan, regulasi tersebut disiapkan sebagai dasar hukum dalam melakukan penertiban terhadap aktivitas yang dianggap bertentangan dengan visi pemerintah daerah. “Ini akan menjadi dasar hukum menertibkan mereka. […]

  • Bareskrim Geledah Tiga Lokasi di Jatim, Bongkar Dugaan TPPU Tambang Emas Ilegal Rp25,8 Triliun

    Bareskrim Geledah Tiga Lokasi di Jatim, Bongkar Dugaan TPPU Tambang Emas Ilegal Rp25,8 Triliun

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menggeledah tiga lokasi di wilayah Surabaya dan Nganjuk, Jawa Timur, terkait pengembangan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil tambang emas ilegal. Salah satu lokasi yang digeledah adalah Toko Emas Semar di Kabupaten Nganjuk. Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Ade Safri Simanjuntak, mengatakan […]

  • Post-Tarbiyah : Akhir Politik Kebencian

    Post-Tarbiyah : Akhir Politik Kebencian

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Dalam The Great Disruption: Human Nature and the Reconstitution of Social Order (1999), Fukuyama mengatakan jika kejahatan sosial di Amerika dan Eropa sering terjadi karena hilangnya struktur keluarga yang sehat, tingginya angka perceraian dan meningkatnya anak yang dibesarkan orang tua tunggal. Dalam State-Building: Governance and World Order in the 21st Century (2004), lagi-lagi Fukuyama mengatakan […]

expand_less