Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Belanja Negara dan Ilusi Kinerja: Apakah Realisasi Anggaran Mencerminkan Keberhasilan?

  • account_circle Muhammad Dzaky Alfarisi
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 261
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sementara itu, belanja modal yang berorientasi pada pembangunan infrastruktur atau peningkatan layanan publik sering kali memiliki porsi yang lebih kecil. Dalam kondisi seperti ini, realisasi anggaran yang tinggi tidak selalu berarti peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jika sebagian besar anggaran hanya digunakan untuk membiayai aktivitas internal birokrasi, maka angka penyerapan yang tinggi sebenarnya hanya mencerminkan mahalnya biaya administrasi pemerintahan. Tanpa evaluasi terhadap kualitas dan komposisi belanja, angka realisasi menjadi sekadar kamuflase atas inefisiensi yang bersifat struktural. Publik disuguhi data yang terlihat positif, tetapi tidak mencerminkan manfaat yang nyata.

Lebih mengkhawatirkan lagi, ilusi kinerja ini dapat mengaburkan akuntabilitas publik. Ketika keberhasilan diukur dari angka penyerapan, maka fokus evaluasi pun menjadi sempit. Selama anggaran terserap dan laporan pertanggungjawaban disusun sesuai prosedur, kinerja dianggap baik. Padahal, akuntabilitas seharusnya tidak berhenti pada kepatuhan administratif, tetapi juga mencakup pertanggungjawaban terhadap hasil dan dampak kebijakan.

Untuk keluar dari kondisi ini, diperlukan perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelolaan belanja negara. Pendekatan berbasis kinerja harus benar-benar diterapkan dengan menekankan pada outcome, bukan sekadar output atau penyerapan anggaran. Indikator kinerja perlu dirancang agar mampu mengukur dampak nyata terhadap masyarakat, meskipun hal ini lebih kompleks dan menantang.

Selain itu, sistem insentif dalam birokrasi harus diubah agar tidak lagi mendorong perilaku boros. Efisiensi harus dihargai sebagai bentuk kinerja yang positif, bukan justru dianggap sebagai ancaman terhadap alokasi anggaran di masa depan. Dengan demikian, aparatur akan terdorong untuk menggunakan anggaran secara lebih bijak dan strategis.

  • Penulis: Muhammad Dzaky Alfarisi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Setiap lebaran tiba, ada satu momen yang selalu kita tunggu dengan antusias: Halal Bi Halal. Di banyak keluarga muslim Indonesia, tradisi ini berarti keliling dari rumah ke rumah, bersalaman, dan menyantap hidangan yang sensasi rasanya tak pernah gagal. Tapi lebih dari itu, ada suasana hangat yang selalu hadir: perasaan diterima kembali, (setelah) apapun yang terjadi […]

  • WaliKota Gorontalo Sidak Mobil Dinas, Ternyata Lebih Populer di Kalangan Istri Pejabat

    WaliKota Gorontalo Sidak Mobil Dinas, Ternyata Lebih Populer di Kalangan Istri Pejabat

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, kembali melakukan inspeksi mendadak (Sidak), kali ini menyasar mobil dinas (Mobnas) para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Sidak dilaksanakan dengan mengumpulkan seluruh kendaraan dinas operasional (KDO) di halaman kantor wali kota, Selasa (23/12/2025). Menurut Wali Kota Adhan, sidak dilakukan setelah banyak laporan masuk bahwa Mobnas lebih banyak digunakan […]

  • Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Pemanfaatan SDA

    Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Pemanfaatan SDA

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 318
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Presiden RI memutuskan mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pemanfaatan sumber daya alam. Keputusan tersebut diambil setelah Presiden memimpin rapat terbatas (ratas) bersama kementerian dan lembaga terkait serta Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, keputusan pencabutan izin didasarkan pada laporan hasil evaluasi pelanggaran […]

  • Abd al-Rahman bin Abu Bakr Anak Yang Pernah Berhadapan dengan Sang Ayah di Medan Perang

    Abd al-Rahman bin Abu Bakr Anak Yang Pernah Berhadapan dengan Sang Ayah di Medan Perang

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Beberapa tahun kemudian, setelah Perjanjian Hudaybiyyah, suasana politik dan keagamaan di Jazirah Arab mulai berubah. Pada masa inilah Abdurrahman akhirnya memeluk Islam. Ia datang kepada Nabi Muhammad dan menyatakan keimanannya. Sejak saat itu ia menjadi bagian dari komunitas Muslim dan ikut terlibat dalam berbagai peristiwa penting setelahnya. Suatu hari, Abdurrahman mengisahkan kembali pengalaman di Badar kepada […]

  • Cerdas dalam Memaknai Isra dan Mi’raj

    Cerdas dalam Memaknai Isra dan Mi’raj

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Salah satu peristiwa agung yang wajib diimani oleh umat Islam adalah peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Peristiwa ini secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Isra ayat 1. Allah Swt. membuka ayat tersebut dengan kata Subḥāna (Mahasuci). Dalam kajian Ulumul Qur’an, apabila suatu ayat atau surah diawali dengan kata Subḥāna atau Tabāraka, […]

  • Covid-19 dan “Matinya” Agama

    Covid-19 dan “Matinya” Agama

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia telah menyerang banyak jiwa manusia. Tidak mengenal yang tua maupun yang muda, laki-laki atau perempuan, bahkan anak-anak ikut menjadi korban dari ganasnya virus ini. Negara“kewalahan” melawan serangan virus corona. Beberapa program telah diberlakukan oleh pemerintah untuk menangani dan memutus mata rantai penyebaran virus yang mematikan ini. Sebut saja physical distancing (jaga jarak), […]

expand_less