Belanja Negara dan Ilusi Kinerja: Apakah Realisasi Anggaran Mencerminkan Keberhasilan?
- account_circle Muhammad Dzaky Alfarisi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 77
- print Cetak

Muhammad Dzaky Alfarisi, mahasiswa Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta semester 4, penulis artikel tentang penyerapan anggaran dan ilusi kinerja dalam pengelolaan belanja negara.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Transparansi dan partisipasi publik juga menjadi elemen penting dalam memperbaiki sistem ini. Masyarakat sebagai penerima manfaat memiliki perspektif yang berbeda dalam menilai keberhasilan program pemerintah. Dengan melibatkan publik dalam proses evaluasi, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif dan komprehensif mengenai dampak kebijakan.
Pada akhirnya, realisasi anggaran memang tetap penting sebagai indikator dalam pengelolaan keuangan negara. Namun, menjadikannya sebagai tolok ukur utama keberhasilan adalah sebuah kekeliruan yang berpotensi menyesatkan. Keberhasilan sejati tidak terletak pada seberapa besar anggaran yang dihabiskan, tetapi pada seberapa besar manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.
Tanpa perubahan cara pandang ini, kita akan terus berada dalam lingkaran ilusi kinerja—di mana angka-angka terlihat impresif, tetapi realitas di lapangan tidak mengalami perubahan yang berarti. Belanja negara seharusnya menjadi alat untuk menciptakan kesejahteraan, bukan sekadar angka dalam laporan. Jika tidak, maka setiap tahun kita hanya akan mengulang ritual yang sama: merayakan penyerapan anggaran, sambil mengabaikan pertanyaan paling penting—apakah rakyat benar-benar merasakan hasilnya?
Penulis : Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Jakarta, semester 4
- Penulis: Muhammad Dzaky Alfarisi

Saat ini belum ada komentar