Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Belanja Negara dan Ilusi Kinerja: Apakah Realisasi Anggaran Mencerminkan Keberhasilan?

  • account_circle Muhammad Dzaky Alfarisi
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 345
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lebih jauh lagi, ketergantungan pada indikator penyerapan anggaran juga mengabaikan perbedaan mendasar antara output dan outcome. Dalam laporan kinerja, pembangunan infrastruktur, penyelenggaraan pelatihan, atau pelaksanaan program sosial sering kali dianggap sebagai bukti keberhasilan karena anggaran telah terserap. Namun, output tersebut belum tentu menghasilkan outcome yang diharapkan. Sebuah gedung sekolah yang dibangun dengan anggaran besar, misalnya, tidak serta-merta meningkatkan kualitas pendidikan jika tidak didukung oleh tenaga pengajar yang kompeten, akses yang memadai, dan pengelolaan yang baik.

Di sinilah letak paradoksnya: anggaran dapat terserap secara maksimal, tetapi dampak terhadap masyarakat tetap minimal. Realisasi anggaran hanya mencerminkan besarnya input yang dikeluarkan, bukan kualitas hasil yang dicapai. Akibatnya, pemerintah dapat terlihat berhasil di atas kertas, sementara masyarakat tidak merasakan perubahan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pelaporan kinerja dan realitas di lapangan.

Masalah lain yang tidak kalah penting adalah terpinggirkannya prinsip efisiensi dalam belanja negara. Dalam teori ekonomi dan manajemen, efisiensi berarti mencapai hasil optimal dengan biaya seminimal mungkin. Namun dalam praktik birokrasi, logika ini sering kali terbalik. Menghabiskan anggaran sesuai pagu justru dianggap sebagai indikator keberhasilan, sementara penghematan dipandang sebagai potensi masalah. Banyak birokrat khawatir bahwa jika anggaran tidak habis, maka alokasi pada tahun berikutnya akan dikurangi.

Ketakutan ini menciptakan perilaku yang kontraproduktif. Instansi menjadi kurang termotivasi untuk mencari solusi yang hemat biaya atau inovatif, karena efisiensi tidak memberikan insentif yang jelas. Sebaliknya, penggunaan anggaran yang besar justru dianggap aman secara administratif. Akibatnya, pemborosan menjadi sesuatu yang terstruktur dan sistemik. Belanja negara yang seharusnya menjadi instrumen strategis untuk mendorong pembangunan justru berpotensi menjadi beban fiskal yang tidak optimal.

Selain itu, tingginya realisasi anggaran juga sering menutupi persoalan terkait kualitas struktur belanja. Tidak semua jenis belanja memiliki dampak yang sama bagi masyarakat. Belanja pegawai dan operasional birokrasi, misalnya, cenderung mendominasi anggaran di banyak instansi.

  • Penulis: Muhammad Dzaky Alfarisi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Gorontalo Utara Buka Perkemahan Pramuka di Sumalata

    Bupati Gorontalo Utara Buka Perkemahan Pramuka di Sumalata

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Ketua Majelis Pembina Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, yang juga menjabat sebagai Bupati Gorontalo Utara, membuka secara resmi Perkemahan Tingkat Kwartir Ranting di Kecamatan Sumalata, Minggu (10/8/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-64 Gerakan Pramuka. Dalam sambutannya, Thariq menyebut perkemahan menjadi wadah pendidikan, rekreasi, dan permainan. “Ketiga […]

  • PELITA Hadir di Desa Tabumela, Mahasiswa PGMI UIN Sultan Amai Gorontalo Dorong Literasi dan Pelestarian Permainan Tradisional

    PELITA Hadir di Desa Tabumela, Mahasiswa PGMI UIN Sultan Amai Gorontalo Dorong Literasi dan Pelestarian Permainan Tradisional

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Ikbal Kau
    • visibility 185
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM, GORONTALO – Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIMAS) Tahun 2026 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), UIN Sultan Amai Gorontalo, menghadirkan program PELITA (Pekan Literasi dan Permainan Tradisional Anak) di Desa Tabumela.,  Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi anak sekaligus melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya. Melalui Bidang Pendidikan, PELITA dirancang sebagai […]

  • Jakarta Bukan Indonesia: Menimbang Federalisme dan Otoritas Kharismatik

    Jakarta Bukan Indonesia: Menimbang Federalisme dan Otoritas Kharismatik

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Banyaknya ketimpangan semacam ini disebut sebagai structural violence. Seperti istilah yg dipopukerkan Johan Galtung Kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk senjata atau konflik terbuka. Ia juga dapat muncul melalui sistem yang membuat sebagian kelompok terus-menerus menikmati keuntungan, sementara kelompok lain hanya menjadi penyedia sumber daya. Tidak mengherankan jika banyak gerakan separatis di berbagai negara lahir […]

  • BBM Subsidi dalam Timbangan Fikih: Antara Hak, Amanah, dan Kebocoran Subsidi Rakyat

    BBM Subsidi dalam Timbangan Fikih: Antara Hak, Amanah, dan Kebocoran Subsidi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Oleh: Mansur Martam NULONDALO.COM – Ada sesuatu yang paradoks di balik panjangnya antrean BBM bersubsidi. Di satu sisi, masyarakat datang ke SPBU dengan satu kebutuhan sederhana: mengisi bahan bakar untuk melanjutkan kehidupan—pergi bekerja, mengantar anak, membawa hasil pertanian, melaut, berdagang, atau menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Di sisi lain, muncul cerita tentang kendaraan yang berulang kali […]

  • Vatikan Tolak Bergabung dalam Board of Peace, Berbeda Sikap dengan Indonesia

    Vatikan Tolak Bergabung dalam Board of Peace, Berbeda Sikap dengan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Vatikan secara resmi menolak tawaran untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP) guna menjaga netralitas diplomatik Takhta Suci di tengah berbagai konflik global yang sedang berlangsung. Keputusan ini menandai perbedaan sikap yang cukup mencolok dengan Indonesia yang sebelumnya telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi aktif dalam inisiatif tersebut. Penolakan itu ditegaskan melalui pernyataan resmi […]

  • Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menyoroti penurunan anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Azis usai Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian […]

expand_less