Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Generasi Stroberi: Fakta atau Stigma?

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 292
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap generasi lahir dalam lanskap yang berbeda dan terlihat terputus atau diskontinu. Generasi X tumbuh dalam keterbatasan informasi; Generasi Y berkembang dalam masa transisi digital; Generasi Z hidup dalam banjir informasi; sementara Generasi Alpha berada dalam dunia yang sepenuhnya dimediasi oleh algoritma. Perbedaan ini bukan sekadar teknis, tetapi membentuk cara berpikir, cara merasa, dan cara bertahan hidup.

Namun, diskontinuitas ini tidak berarti keterputusan total. Ia justru membentuk kesinambungan yang kompleks—continuity in discontinuity. Setiap generasi tetap terhubung dalam arus sejarah yang sama, tetapi menghadapi medan tempur yang berbeda.

Masalah muncul ketika konteks medan tempur ini disederhanakan. Ketika ketahanan fisik dan kesabaran—yang menjadi kekuatan Generasi X—dijadikan standar, maka generasi yang hidup dalam tekanan psikologis yang lebih subtil akan tampak “lemah”. Padahal, Generasi Z dan Alpha tidak hidup dalam dunia yang lebih mudah; mereka hidup dalam dunia yang lebih kompleks: dunia dengan ekspektasi digital yang tak pernah padam, krisis identitas yang terus dinegosiasikan, serta tekanan sosial yang bekerja secara simultan dan sering kali tak kasat mata.

Label “stroberi” menjadi semakin problematis ketika dihadapkan pada realitas empiris. Peristiwa di Nepal, misalnya, menunjukkan bagaimana kelompok-kelompok muda dari Generasi Z justru tampil sebagai aktor kritis dalam merespons dinamika sosial dan politik. Mereka tidak menunjukkan kerapuhan, melainkan keberanian—mengartikulasikan ketidakadilan, mengorganisir diri, dan menuntut perubahan. Dan, dalam banyak hal, mereka berhasil.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Map Is Not Territory

    Map Is Not Territory

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Oleh : Pepy Albayqunie (Jamaah di Gusdurian, Seorang pecinta kebudayaan lokal di Sulawesi Selatan yang belajar menulis novel secara otodidak. Ia lahir dengan nama Saprillah) Dalam kegiatan orientasi atau pelatihan Moderasi Beragama, ada satu latihan sederhana yang sering memantik diskusi selanjutnya. Peserta diminta menggambar denah perjalanan dari rumah menuju lokasi pelatihan. Tidak perlu akurat, tidak […]

  • NU Gorontalo dan Kotak Macis

    NU Gorontalo dan Kotak Macis

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 98
    • 0Komentar

    NU memang terlalu seksi bagi kalangan internal maupun eksternal atau bagi siapa saja yang memandangnya. Apalagi jika dipandang dari luar bangunan ke-NU-an dengan menggunakan frame subjektif, sosial dan politik. Dalam konteks ini, NU tidak hanya sekedar seksi tapi ternyata juga begitu mempesona. Maka tidak heran jika perebutan tampuk kepemimpinan di NU menjadi sesuatu yang sangat […]

  • Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

    Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Apriyanto Radjak
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Penulis: Apriyanto Rajak –  (seorang petani, nelayan dan pemain sepak bola amatir) Di penghujung Agustus 2025, saya bersama Rizki memutuskan untuk bekerja sama menyelesaikan pekerjaan di kebun masing-masing. Kebetulan kebun milik kami berdua tidak terlalu berjauhan. Adapun jarak dari kampung bisa diasumsikan dengan waktu tempuh 15 menit menggunakan sepeda motor. Lokasinya berada di pegunungan Landaso, Kecamatan Bolaang […]

  • Organisasi Masyarakat Sipil Gorontalo Mengecam Represi Aparat dalam Aksi 1 September

    Organisasi Masyarakat Sipil Gorontalo Mengecam Represi Aparat dalam Aksi 1 September

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Provinsi Gorontalo menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait pembubaran paksa dan penangkapan demonstran dalam aksi yang digelar di kawasan perlimaan Kota Gorontalo, Senin (1/9/2025). Mereka mengecam keras tindakan represif aparat yang dinilai sebagai bentuk pengingkaran terhadap prinsip demokrasi. Dalam rilis yang diterima bakukabar.id, Rabu (3/9/2025 itu meyebut, aksi yang awalnya berjalan […]

  • Darah Nabi Mengalir di Iran: Layakkah Kita Membelanya?

    Darah Nabi Mengalir di Iran: Layakkah Kita Membelanya?

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Prof. Dr. KH. Afifuddin Harisah. Lc
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Imam Ja’far Shadiq, Imam Musa Kadzim, hingga Imam Mahdi yang diyakini, semuanya mewarisi darah Persia. Jadi ketika kita bicara Iran, kita sedang bicara tentang sanak saudara kita sendiri, keturunan Nabi yang lahir dari rahim ibu-ibu Persia. Dalam sejarah keilmuan Islam, bangsa Persia menjadi pilar utama. Nabi SAW bersabda, “Seandainya iman itu berada di gugusan bintang […]

  • Tidak Merasakan Dampak Baik, Masyarakat Dorosago Pertanyakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2025

    Tidak Merasakan Dampak Baik, Masyarakat Dorosago Pertanyakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2025

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 1.152
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Sejumlah masyarakat di Desa Dorosago mulai mempertanyakan terkait pengelolaan keuangan desa. Pasalnya, kucuran Dana Desa yang seharusnya menjadi stimulant pembangunan dan kesejahteraan, dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga setempat sepanjang tahun anggaran 2025. Berdasarkan data yang dihimpun, Desa Dorosago tercatat mengelola Total Pendapatan Desa tahun 2025 dengan angka yang […]

expand_less