Breaking News
light_mode
Trending Tags

Generasi Stroberi: Fakta atau Stigma?

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 196
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Fenomena ini adalah fenomena global. Di berbagai tempat, muncul komunitas-komunitas kritis dari kalangan Generasi Z—mereka yang aktif dalam isu lingkungan, keadilan sosial, hingga kebebasan berekspresi. Gaya mereka mungkin berbeda: lebih cair, lebih digital, lebih ekspresif. Namun perbedaan gaya tidak bisa disederhanakan sebagai kelemahan.

Di titik inilah label “Generasi Stroberi” mulai runtuh. Ia gagal membaca kompleksitas realitas. Ia hanya menangkap permukaan—ekspresi emosional, gaya komunikasi, preferensi hidup—tanpa memahami struktur tekanan yang dihadapi generasi ini.

Jika kita melihat lebih jernih, setiap generasi bukanlah versi yang lebih buruk atau lebih baik dari generasi sebelumnya. Mereka adalah respons atas tantangan zamannya masing-masing. Generasi yang tumbuh dalam kekurangan belajar bertahan melalui kesabaran. Generasi yang tumbuh dalam kelebihan belajar bertahan melalui seleksi, negosiasi, dan kemampuan mengelola kompleksitas.

Karena itu, menyebut Generasi Z dan Alpha sebagai “stroberi” bukan hanya penyederhanaan, tetapi juga kegagalan membaca perubahan. Ia, boleh jadi, hanyalah nostalgia yang menyamar sebagai analisis.

Yang kita butuhkan bukanlah label, melainkan kesadaran bersama bahwa setiap generasi hidup dalam kompleksitas yang berbeda. Biarkan setiap generasi membentuk diri mereka sendiri dan menjawab tantangan hidup dengan cara yang mereka pilih.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

    Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Suko Wahyudi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, pilihan semacam ini lebih selaras dengan realitas sosial. Keragaman latar belakang budaya, kepentingan daerah, dan orientasi ideologis wajar tercermin dalam keragaman pilihan politik. Jika sistem terlalu keras menyaring partai melalui ambang batas nasional, aspirasi minoritas berisiko kehilangan saluran formalnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperlebar jarak antara rakyat dan […]

  • LBH Papua Pos Sorong Duga Kapolresta Lindungi Anggota dalam Kasus Penyiksaan Warga Sipil

    LBH Papua Pos Sorong Duga Kapolresta Lindungi Anggota dalam Kasus Penyiksaan Warga Sipil

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Pos Sorong menduga Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Sorong, Papua Barat Daya, melakukan pembiaran dan melindungi oknum anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus penyiksaan terhadap warga sipil bernama Ortizan F. Tarage. Dilansir dari Jubi.id, Dugaan tersebut disampaikan anggota LBH Papua Pos Sorong, Ambrosius Kelagilit, menyusul lambannya penanganan […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Rapat Syuriyah–Tanfidziyah, Bahas Polemik di Tubuh PBNU 24 detik Play Button photo_camera 6

    PWNU Gorontalo Gelar Rapat Syuriyah–Tanfidziyah, Bahas Polemik di Tubuh PBNU

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo menggelar Rapat Syuriyah dan Tanfidziyah diperluas dengan menghadirkan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Gorontalo. Pertemuan ini berlangsung pada Ahad, 30 November 2025, bertempat di Kantor PWNU Gorontalo Jalan Samratulangi, Kota Gorontalo. Rapat tertutup tersebut digelar untuk membahas dinamika dan polemik yang tengah terjadi […]

  • Intangible Langit

    Intangible Langit

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Ada yang rajin ibadah di depan orang, tapi lupa Tuhan. Ada yang dermawan di kamera, tapi pelit di kehidupan nyata. Ada juga yang kalau bicara kejujuran seperti profesor etika, tapi kalau parkir motor masih di trotoar. Ramadhan datang seperti auditor yang berkata dengan santai: “Mohon maaf, ini ada selisih antara laporan niat dan realisasi amal.” […]

  • Idul Fitri 1447 Hijriah & Pensucian Hati: Jalan Spiritual Kemanusiaan

    Idul Fitri 1447 Hijriah & Pensucian Hati: Jalan Spiritual Kemanusiaan

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Amsar A. Dulmanan
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Salah satu praktis penting dalam Idul Fitri adalah saling memaafkan. Tradisi ini bukan hanya bentuk etika sosial, tetapi juga manifestasi konkret dari pensucian hati. Memaafkan berarti melepaskan beban emosional yang selama ini membelenggu hati. Ia adalah proses pembebasan diri dari dendam dan kebencian yang dapat merusak keseimbangan batin. Dalam perspektif psikologis, memaafkan juga memiliki dampak […]

  • Ketua JALAN: Jangan Reduksi Tugas Negara dengan Label “Jenderal Baliho”

    Ketua JALAN: Jangan Reduksi Tugas Negara dengan Label “Jenderal Baliho”

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Ketua Jaringan Aktivis Lintas Agama Nusantara (JALAN), Panji Sukma Nugraha, menilai penyebutan “jenderal baliho” kepada Jenderal TNI (Purn), Dudung Abdurachman merupakan narasi yang tidak proporsional karena mengabaikan konteks sejarah dan tanggung jawab institusional negara. Panji mengatakan, polemik tersebut harus dibaca secara utuh. Menurutnya, ketika Dudung Abdurachman menjabat sebagai Pangdam Jaya, langkah penertiban baliho […]

expand_less