Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ilusi Kesejahteraan di Daerah: Mengapa Dana Transfer Daerah Belum Menyentuh Akar Masalah?

  • account_circle Thahira Azzahra
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 449
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selain itu, tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) menambah kompleksitas permasalahan. Dana dalam jumlah besar justru mengendap tanpa pemanfaatan optimal, sementara kebutuhan masyarakat di lapangan masih sangat mendesak. Situasi ini menunjukkan adanya kelemahan dalam perencanaan serta pelaksanaan anggaran. Pemerintah daerah tampak lebih aktif dalam mengajukan tambahan dana dibandingkan memastikan implementasi program berjalan efektif.

Di sisi lain, opini “Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sering dijadikan indikator keberhasilan pengelolaan keuangan. Penilaian ini berfokus pada kesesuaian laporan secara administratif. Sebuah daerah dapat memperoleh WTP selama laporan keuangannya disusun dengan rapi dan sesuai standar, meskipun kondisi kesejahteraan masyarakat belum mengalami peningkatan yang berarti. Hal ini melahirkan apa yang sering disebut sebagai akuntabilitas yang bersifat formal, tanpa diiringi dampak nyata di lapangan.

Perbandingan antar daerah memberikan gambaran yang lebih jelas. Banyuwangi menjadi contoh bagaimana pengelolaan anggaran yang efektif mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Melalui digitalisasi, efisiensi anggaran, serta program yang menyasar UMKM dan bantuan sosial, dana transfer dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Surabaya juga menunjukkan praktik baik melalui penerapan e-budgeting dan e-procurement, sehingga penggunaan anggaran dapat dipantau secara transparan dan menghasilkan output yang terukur.

Di sejumlah daerah otonom baru di luar Jawa, ketergantungan terhadap Dana Alokasi Umum (DAU) berada pada tingkat yang sangat tinggi. Sebagian besar dana tersebut terserap untuk kebutuhan gaji aparatur. Dampaknya, pembangunan infrastruktur dasar seperti akses air bersih dan sanitasi belum memperoleh perhatian yang memadai. Perbedaan ini menegaskan bahwa persoalan utama tidak terletak pada jumlah dana, melainkan pada kualitas pengelolaan serta integritas pelaksanaannya.

  • Penulis: Thahira Azzahra

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPW GENINUSA Jawa Tengah Resmi Dilantik dan Rekerwil Bahas Pengembangan Santriprenuer

    DPW GENINUSA Jawa Tengah Resmi Dilantik dan Rekerwil Bahas Pengembangan Santriprenuer

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Dewan pimpinan Daerah Gerakan Santriprenuer Nusantara Jawa Tengah (DPW-GENINUSA Jateng) masa khidmat 2025-2030 melaksanakan pelantikan dan rapat kerja wilayah/rakerwil yang berlokasi di aula kantor DPD RI Jawa Tengah, jalan imam bonjol kota Semarang, 23 Juni 2025. Sejumlah 38 pengurus sesuai SK DPP GENINUSA pengurus jawa tengah dilantik mengambil sumpah janji jabatan. dalam kesempatan ini ketua […]

  • Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Suaib PR
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Direktur Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia, Alissa Wahid, menegaskan bahwa Generasi Z perlu diakomodasi secara serius karena mereka kini menjadi aktor utama dalam berbagai gelombang perubahan sosial. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Kelas Penggerak GUSDURian (KPG) yang digelar oleh Komunitas Gusdurian Makassar di Kantor PCNU Kabupaten Gowa, 25 Juni 2026. Putri sulung KH. […]

  • Menuju Bank Gorontalo: Mungkinkah Pisah dari Bank SulutGo?

    Menuju Bank Gorontalo: Mungkinkah Pisah dari Bank SulutGo?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Rencana pembentukan Bank Gorontalo kembali mencuat ke permukaan. Gagasan ini sebenarnya bukan hal baru, namun perdebatan soal peluang dan tantangannya kini semakin menarik untuk dikaji secara lebih serius. Bank SulutGo sendiri memiliki sejarah panjang. Didirikan pertama kali pada 1961 dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara, bank ini lahir sebagai instrumen perbankan daerah untuk […]

  • Work From Home sebagai Gerakan Nasionalisme

    Work From Home sebagai Gerakan Nasionalisme

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Namun dunia pasca pandemi tidak pernah benar-benar stabil. Ia hanya berganti bentuk krisis. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah—khususnya antara Iran dan poros Amerika Serikat–Israel—menghadirkan kembali persoalan klasik: energi. Gangguan distribusi minyak, termasuk di jalur strategis seperti Selat Hormuz, memicu ketidakpastian global. Harga BBM pun melonjak cepat. Beberapa negara, termasuk negara ASEAN melakukan penyesuaian harga yang […]

  • Ketika Alam Bicara

    Ketika Alam Bicara

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Alam kembali bersuara. Kali ini, ia berteriak lantang lewat banjir bandang dan tanah lonsor yang meluluhlantakkan pemukiman warga di tiga provinsi; Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Bukan hanya rumah dan harta benda yang hanyut dan tertimbun, tetapi juga nyawa manusia yang tak bersalah. Berdasarkan data yang dilansir BNPB,  29 November 2025, total 303 orang […]

  • Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Hasan, S. Sos,Mengecam, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian terhadap seorang warga sipil Berinisial A. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025.di Bantai Tak Berombak (PTB) Maros,yang di lakukan Oknum Kepolisian yang bertugas di […]

expand_less