Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ilusi Kesejahteraan di Daerah: Mengapa Dana Transfer Daerah Belum Menyentuh Akar Masalah?

  • account_circle Thahira Azzahra
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 450
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Upaya perbaikan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Masyarakat memiliki peran penting dalam mendorong pengawasan yang lebih aktif dan partisipatif. Transparansi anggaran yang berbasis digital perlu diperluas agar publik dapat mengakses informasi secara terbuka dan memahami alur penggunaan dana.

Perhatian juga perlu diarahkan pada hasil nyata dari penggunaan anggaran. Pertanyaan yang lebih relevan untuk diajukan antara lain berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, penurunan angka stunting, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah pusat telah mengambil langkah melalui PMK 56/2025 yang memberikan kewenangan kepada Menteri Keuangan untuk menunda atau memotong dana transfer bagi daerah yang dinilai kurang efisien dalam pengelolaannya. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mendorong disiplin fiskal di tingkat daerah.

Secara keseluruhan, pengelolaan Dana Transfer Daerah masih menghadapi berbagai tantangan. Pola penganggaran yang berorientasi pada penyerapan perlu diarahkan menuju pendekatan yang menitikberatkan pada hasil dan dampak. Tanpa perubahan tersebut, dana yang besar berpotensi tidak memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Praktik akuntansi Dana Transfer Daerah masih menunjukkan ruang perbaikan yang cukup besar dalam mencapai ketepatan sasaran. Pengelolaannya masih banyak berkutat pada prosedur birokrasi dan kepentingan jangka pendek, sehingga dampaknya belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat. Perubahan arah kebijakan menjadi penting, terutama dalam menggeser fokus dari sekadar penyerapan anggaran menuju pencapaian hasil yang nyata dan terukur.

Tanpa pergeseran tersebut, dana transfer berisiko hanya menjadi rutinitas fiskal yang membebani negara tanpa memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kesejahteraan publik. Dalam konteks ini, peran masyarakat menjadi semakin penting untuk memahami, mengawasi, dan memastikan setiap alokasi anggaran benar-benar digunakan sebagaimana mestinya.

Kesejahteraan daerah tercermin dari kualitas hidup masyarakat secara merata, terutama di wilayah pelosok, bukan dari simbol administratif seperti kemegahan fasilitas pemerintahan.

Penulis : Mahasiswi Akuntansi UNUSIA Semester 4

  • Penulis: Thahira Azzahra

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebaran, Jalan Tol, dan Kesepian yang Tak Pernah Kita Akui

    Lebaran, Jalan Tol, dan Kesepian yang Tak Pernah Kita Akui

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 603
    • 2Komentar

    Di titik inilah kita melihat ironi kecil dari zaman modern. Kita memiliki lebih banyak tempat rekreasi, lebih banyak jalan untuk bepergian, tetapi tidak selalu memiliki lebih banyak waktu untuk benar-benar bersama. Lebaran sebenarnya menawarkan sesuatu yang berbeda. Ia bukan sekadar hari raya yang dirayakan setahun sekali, melainkan momentum sosial yang langka. Pada hari itu, orang-orang […]

  • Rahmatan Lil Alamin, Bukan Laknatan Lil Alamin

    Rahmatan Lil Alamin, Bukan Laknatan Lil Alamin

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 244
    • 0Komentar

    (Kader PMII dan Pembina GUSDURian Ternate). Fenomena alam harus dikaji secara mendalam karena memiliki asbab (akibat) dari terjadinya sesuatu, konstruksi makna menggunakan pendekatan hermeneutika memiliki banyak perspektif. Pertama, Ada yang menilai bahwa bencana alam adalah sebuah realitas yang alami dan merupakan hukum alam. Kedua, ada juga yang berpandangan bahwa tidak semua kejadian alam (bencana alam) […]

  • Belum Genap Sebulan Menjabat, Hakim MK Adies Kadir digugat 21 Guru Besar ke MKMK

    Belum Genap Sebulan Menjabat, Hakim MK Adies Kadir digugat 21 Guru Besar ke MKMK

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 372
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebanyak 21 guru besar, dosen, hingga praktisi hukum yang tergabung dalam Constitutional and Administrative Law Society (CALS) melaporkan Hakim Konstitusi Adies Kadir ke Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK). Laporan tersebut diajukan setelah Adies resmi mengucap sumpah jabatan sebagai hakim MK pada Kamis (5/2/2026). Perwakilan CALS, Yance Arizona, mengatakan pelaporan dilakukan untuk menjaga keluhuran […]

  • Banjir Bandang di Aceh & Sumatra: Kerusakan Hutan, Cuaca Ekstrem dan Tuduhan ke Zulhas

    Banjir Bandang di Aceh & Sumatra: Kerusakan Hutan, Cuaca Ekstrem dan Tuduhan ke Zulhas

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 311
    • 0Komentar

    nulondalo.com- Bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir. Hujan lebat, cuaca ekstrem, dan faktor alam disebut sebagai penyebab utama namun di media sosial muncul tudingan bahwa penyebabnya juga berkaitan dengan kebijakan pembukaan lahan saat mantan menteri kehutanan, Zulkifli Hasan menjabat. Penyebab Banjir: Cuaca […]

  • Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Tauhid sering kita bayangkan sebagai urusan langit: satu Tuhan, selesai. Padahal dalam sejarah, Tauhid justru harus berbuah sebagai sikap sosial di bumi, sikap menolak tunduk pada apa pun selain Tuhan. Begitu kalimat lā ilāha illā Allāh diucapkan dengan sungguh-sungguh, seharusnya runtuh pula semua klaim ketuhanan palsu: raja, pasar, modal, dan imperium. Berguru pada Tauhid ala […]

  • LAUTRA Tingkatkan Konservasi Laut dan Kesejahteraan Masyarakat

    LAUTRA Tingkatkan Konservasi Laut dan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    KBRN, Gorontalo –  Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar menyelenggarakan Rapat Koordinasi pelaksanaan program di wilayah kerja Kawasan Konservasi Perairan Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli 2025, di Kantor BPSPL Makassar, Sulawesi Selatan. BPSPL merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) […]

expand_less