Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menjaga Representasi, Merawat Kepercayaan

  • account_circle Suko Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 368
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, pilihan semacam ini lebih selaras dengan realitas sosial. Keragaman latar belakang budaya, kepentingan daerah, dan orientasi ideologis wajar tercermin dalam keragaman pilihan politik. Jika sistem terlalu keras menyaring partai melalui ambang batas nasional, aspirasi minoritas berisiko kehilangan saluran formalnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperlebar jarak antara rakyat dan institusi politik.

Krisis kepercayaan terhadap partai politik tidak akan selesai hanya dengan kampanye moral atau retorika pembaruan. Ia memerlukan desain kelembagaan yang menunjukkan bahwa sistem menghargai setiap suara. Ambang batas fraksi, dengan segala catatan teknisnya, memberi pesan simbolik yang penting: negara tidak menghapus representasi, tetapi mengelolanya secara tertib.

Tentu, desain ini bukan tanpa tantangan. Angka minimal pembentukan fraksi harus dirumuskan secara rasional agar tidak menimbulkan fragmentasi berlebihan dalam alat kelengkapan dewan. Mekanisme fraksi gabungan harus diatur agar efektif dan tidak sekadar formalitas. Namun tantangan teknis tidak boleh menghalangi pencarian alternatif yang lebih adil secara representatif.

Demokrasi yang sehat membutuhkan keseimbangan antara efektivitas dan inklusivitas. Terlalu menekankan efektivitas berisiko mengorbankan keragaman suara. Terlalu menekankan inklusivitas tanpa pengelolaan kelembagaan dapat menghambat pengambilan keputusan. Tantangannya adalah menemukan titik temu yang menjaga keduanya.

Pada akhirnya, perdebatan tentang ambang batas bukan hanya soal teknis kepemiluan. Ia adalah cermin cara kita memaknai suara rakyat. Apakah suara itu sekadar angka yang bisa dieliminasi demi penyederhanaan, ataukah ia adalah amanah yang harus dijaga kehadirannya di ruang legislatif?

Jika demokrasi ingin tetap dipercaya, maka setiap pembenahan sistem harus berangkat dari prinsip bahwa suara warga negara memiliki martabat yang setara. Penyederhanaan memang perlu, tetapi bukan dengan cara menghapus representasi. Dalam situasi krisis kepercayaan terhadap partai, keberanian untuk memilih penyederhanaan tanpa penghapusan bisa menjadi langkah penting untuk merawat legitimasi demokrasi kita.

Penulis : Pegiat Literasi Tinggal di Yogyakarta 

  • Penulis: Suko Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nu’aiman, Sahabat Nabi Yang Jenaka (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #2)

    Nu’aiman, Sahabat Nabi Yang Jenaka (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #2)

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Rasulullah SAW pun bertanya kepada Nu’aiman, “Bukankah engkau menghadiahkan ini kepadaku?” Nu’aiman dengan santai menjawab bahwa ia memang berniat memberikannya, tetapi ia sendiri tidak punya uang untuk membayar, sehingga beliau boleh saja membayar. Pendek cerita, ulah Nu’aiman yang lucu itu membuat Nabi SAW dan para sahabatnya tersenyum atau tertawa. Dalam versi lain dari tradisi populer, […]

  • Desa/Kelurahan Garda Terdepan Pelayanan Pemerintahan

    Desa/Kelurahan Garda Terdepan Pelayanan Pemerintahan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Gorontalo, Bakukabar  — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan pentingnya peran desa dan kelurahan sebagai garda terdepan pemerintahan dalam sambutannya pada penyerahan penghargaan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Gorontalo di Hotel Grand Q, Senin (30/6/2025). Acara ini turut dihadiri Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, sejumlah kepala OPD terkait, camat, kepala desa dan lurah, serta […]

  • Salawat Badar Menggema di Keuskupan Agung Makassar Play Button

    Salawat Badar Menggema di Keuskupan Agung Makassar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 349
    • 0Komentar

    MAKASSAR, KEMENAGSULSEL — Malam itu, Senin 9 Maret 2026, suasana di Gereja Katedral Keuskupan Agung Makassar terasa hangat. Di tengah kegiatan doa bersama dan buka puasa lintas agama yang digelar, sebuah momen yang menyentuh batin perlahan mengalir seperti doa yang dilantunkan dari hati. Salawat Badar menggema. Nadanya lembut, tetapi kuat menembus ruang dan perasaan. Lantunan pujian […]

  • Pemkab Maros Berlakukan WFA Terbatas bagi ASN Selama Libur Nataru 2025

    Pemkab Maros Berlakukan WFA Terbatas bagi ASN Selama Libur Nataru 2025

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 172
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros memberikan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Kebijakan ini berlaku selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Desember 2025, dengan catatan penerapannya bersifat selektif dan tidak mengganggu pelayanan publik. Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan bahwa tidak seluruh […]

  • Belajar Kesantunan Bertoleransi dari Libo

    Belajar Kesantunan Bertoleransi dari Libo

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Di sebuah kampung kecil di pedalaman Papua, nama Libo mendadak menjadi buah bibir. Bocah sekolah dasar itu viral bukan karena prestasi akademik atau keberanian luar biasa, melainkan karena sikap santunnya yang sederhana namun sarat makna. Libo dikenal sebagai anak yang ramah, penuh senyum, dan selalu menghormati orang lain. Suatu hari, ia berinteraksi dengan Bintang, seorang […]

  • Mahasantri Khatamun Nabiyyin Tebar Dakwah Ramadan Melalui Program SDKN di Palu photo_camera 5

    Mahasantri Khatamun Nabiyyin Tebar Dakwah Ramadan Melalui Program SDKN di Palu

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Di Kota Palu misalnya, para mubalighah menjalankan berbagai kegiatan dakwah yang berfokus pada pembinaan generasi muda melalui jalur pendidikan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengisi program pesantren kilat atau sanlat di MI Al-Khairat selama tiga hari. Dalam kegiatan tersebut, para mubalighah memberikan pembelajaran tahsin Al-Qur’an dan tahmil Al-Qur’an kepada para peserta yang berasal dari […]

expand_less