Breaking News
light_mode
Trending Tags

PSAK: Pernyataan Standar Akhlak Keikhlasan

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 367
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kedua: Pengukuran (Measurement). Akuntansi mengenal nilai wajar (fair value). Dalam keikhlasan, nilai wajarnya bukan nominal, melainkan ketulusan. Seribu rupiah dari tukang becak bisa lebih “material” daripada satu juta dari pejabat yang sedang klarifikasi. Seperti dawuh almarhum Gus Dur: “Ikhlas itu kalau dipuji tidak terbang, kalau dicaci tidak tumbang.” Kalau setelah sedekah kita rajin mengecek siapa yang menyebut nama kita di mimbar, berarti masih ada akun piutang pujian yang belum dihapus.

Ketiga: Penyajian (Presentation). Laporan keuangan harus disajikan secara jujur dan wajar. Dalam Ramadhan, penyajian ibadah juga harus jujur dan wajar. Jangan sampai tarawihnya khusyuk, tapi setelah itu marah-marah di parkiran. Jangan sampai puasanya menahan lapar, tapi tidak menahan jari dari komentar pedas. Di era digital, kadang yang batal bukan puasanya, tapi keikhlasannya, karena terlalu sibuk presentasi diri.

Orang NU punya humor khas: kalau ada yang terlalu panjang doanya, biasanya disindir, “Doanya jangan pakai lampiran.” Artinya, jangan bertele-tele demi kesan saleh. Dalam PSAK Keikhlasan, pengungkapan (disclosure) cukup kepada Allah. Tidak perlu catatan atas laporan amal yang dibagikan ke seluruh grup keluarga.

Keempat: Materialitas. Dalam audit, sesuatu dianggap material jika memengaruhi keputusan pengguna laporan. Dalam kehidupan, yang material bukan besar kecilnya amal, tetapi dampaknya bagi sesama. Senyum yang tulus bisa lebih material daripada ceramah panjang yang membuat jamaah menghitung menit.

Ramadhan sering menjadi musim “war takjil” sekaligus “war citra.” Spanduk santunan lebih besar dari jumlah santunannya. Di sinilah kita perlu standar akhlak. Sebab tanpa akhlak, akuntansi bisa menjadi alat pembenaran; dengan akhlak, akuntansi menjadi instrumen keadilan.

Sebagai akademisi akuntansi, saya sering bercanda kepada mahasiswa: neraca itu seimbang karena ada debit dan kredit. Hidup juga seimbang kalau ada ibadah ritual dan sosial. Jangan hanya rajin menghitung harta, tapi lalai menghitung manfaat. Jangan hanya sibuk mengejar opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), tapi lupa mengejar ridha Ilahi.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikhlas Boleh, Lapar Jangan

    Ikhlas Boleh, Lapar Jangan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Di republik ini, guru dan dosen punya gelar kehormatan yang sangat sakral: “pahlawan tanpa tanda jasa.” Setiap kali kalimat itu diucapkan, hadirin biasanya mengangguk khidmat. Tapi kalau direnungi ala santri pesantren, ada pertanyaan kecil yang suka muncul di sela-sela ngopi: “Tanpa tanda jasa itu maksudnya tanpa piagam atau tanpa angka di slip gaji?” Humor Nahdlatul […]

  • Pemerintah Inggris Mengakui Negara Palestina

    Pemerintah Inggris Mengakui Negara Palestina

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Pada 21 September 2025, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer secara resmi mengakui Negara Palestina guna melindungi keberlangsungan solusi dua negara dan menciptakan jalan menuju perdamaian abadi bagi rakyat Israel dan Palestina. Keputusan bersejarah ini, yang diumumkan bersama Kanada dan Australia, diambil ketika situasi riil di Gaza terus memburuk, Israel terus memperluas permukiman ilegal di […]

  • Maksiat Digital

    Maksiat Digital

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Di pesantren, judi itu haram. Di kampus, judi itu dilarang. Di negara, judi itu pidana. Tapi di gawai kita, judi online atau yang lebih akrab disebut judol, sering tampil seperti iklan sedekah: “modal kecil, hasil besar.” Gus Dur mungkin akan tersenyum getir sambil berkata, “Ini bukan soal untung atau rugi, tapi soal siapa yang paling […]

  • Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

    Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Jika ini benar, maka selain tidak relevan, intinya berbagai ucapan tersebut berhenti maknanya sebatas mendongkrak popularitas politik para elit saja dan karena itulah, “Ramadan-nya” Gorontalo itu mesti ditolak. Klaim ini butuh untuk diperjelas agar pembaca tidak salah kaprah. Saya tidak menolak “Ramadan” di Gorontalo. Saya justru menolak “Ramadan-nya” Gorontalo. Dua klaim ini memiliki distingsi yang […]

  • Kader PMII Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah Hingga ke Tingkat Pusat 

    Kader PMII Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah Hingga ke Tingkat Pusat 

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 110
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Gorontalo kembali menunjukkan sikap kritisnya terhadap persoalan-persoalan serius yang menghantui daerah. Salah satu aktivisnya, Sandri atau yang lebih akrab disapa Kevin Lapendos, menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam mengawal isu-isu strategis, mulai dari dugaan tindak pidana korupsi, pertambangan ilegal, hingga persoalan tata kelola sumber […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Ibrahim: Demi NU Agar Berdaya di Bidang Ekonomi

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Ibrahim: Demi NU Agar Berdaya di Bidang Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo secara resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) di Kantor PWNU Gorontalo, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam mendorong kemandirian ekonomi umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah. Ketua PWNU Gorontalo, H. Ibrahim Sore, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, Pekan Ekonomi […]

expand_less