Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Homo MBGiens

  • account_circle Muhammad Suryadi R
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 585
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebahagiaan dan kenikmatan hidup itu terletak pada makanan yang kita santap. Kalimat dari Epicurus ini terasa hangat di tengah situasi Indonesia yang dilanda musim MBG. Tetapi sebelum itu, saya ingi memulai tulisan ini dengan pembahasan bahwa dalam sejarah panjang manusia, ilmuan bermazhab Darwinisme mengatakan Homo Sapiens sebagai evolusi terakhir dan paling sempurna umat manusia. Sapiens adalah makhluk rasional, yang dari aktivitas berpikirnya melahirkan rumah, menciptakan kebudayaan, menciptakan teknologi, dan melahirkan kebijaksanaan dan peradaban. Tetapi, di era Serakahnomics, narasi tersebut dibantah oleh kemunculan satu evolusi manusia yang lahir dari kebijakan dan anggaran.

Homo yang satu ini bertumbuh dari sepiring makanan: ompreng. Homo MBGiens nama generasi tersebut. Kemunculannya hampir bersamaan dengan sekolah rakyat. Jika Homo Sapiens dikenal sebagai manusia yang berpikir mencari makan untuk bertahan hidup, maka Homo MBGiens sebaliknya. Ia baru bisa berpikir setelah makan.

Peradaban manusia seringkali bermula dan diidentikkan dengan benda-benda yang menandai sebuah babak kehidupan. Jika dulu ada kapak dan batu yang menandai zaman prasejarah. Ada cangkul yang menandai masyarakat agraris. Ada kapal dan pelabuhan yang menandai masyarakat maritim. Ada mesin uap yang menandai revolusi industri. Ada big data dan digitalisasi menandai era AI. Maka di Indonesia di era kiwari, ada ompreng yang menandai eksistensi manusia berbadan gemoy (MBG).

Ompreng sebagai Simbol Peradaban Baru

Hari ini, dalam beberapa pemandangan sosial kita, ompreng muncul sebagai satu benda yang senantiasa akan membersamai kita. Benda yang tadinya kita akrabi di meja makan dan dapur, kini kita jumpai setiap lima hari -kalau tidak setiap hari- di bangku belajar anak-anak sekolahan. Ompreng yang semula hanya wadah makanan, kini menjadi realitas simbolik keseharian kita. Karena kebutuhan untuk melahirkan anak-anak bergizi sehat, kalori cukup, dan nutrisi terpenuhi, maka ompreng berubah menjadi simbol baru dalam peradaban dimana Homo MBGiens eksis, sukses dan lancar jaya.

  • Penulis: Muhammad Suryadi R

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Shalat Tarawih, Emile Durkheim dan Solidaritas Organik

    Shalat Tarawih, Emile Durkheim dan Solidaritas Organik

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah penting dalam tradisi Islam, khususnya selama bulan Ramadan. Ibadah ini dilakukan setelah shalat Isya dan merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Shalat Tarawih bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga merupakan sarana spiritual yang mendalam bagi umat Muslim. Melalui ibadah ini, individu memiliki kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, […]

  • Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

    Ramadhan, Sutra, dan Kesabaran: Belajar dari Lipa’ Sa’be Bugis

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Di tanah Bugis, ada selembar kain yang tidak sekadar kain. Ia adalah cerita tentang kesabaran, ketelitian, dan peradaban yang panjang. Kain itu dikenal dengan nama Lipa’ Sa’be. Di balik setiap helai benang sutra itu, ada tangan-tangan perempuan Bugis yang bekerja dengan ketelitian dan kesabaran. Mereka duduk berjam-jam di depan alat tenun, menggerakkan benang demi benang […]

  • Ummu Athiyah, Sang Juru Rawat di Medan Perang (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #8)

    Ummu Athiyah, Sang Juru Rawat di Medan Perang (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #8)

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Ummu ‘Athiyah al‑Ansariyah adalah sahabat perempuan dari kalangan Anshar yang hidup dan beraktivitas di Madinah pada masa Nabi Muhammad SAW. Sumber-sumber klasik mencatat namanya sebagai Nusaibah binti al-Harith, meskipun terdapat variasi penulisan nasabnya di berbagai teks sejarah. Identitasnya sebagai sahabat yang aktif tetap konsisten dalam riwayat yang sampai kepada generasi setelahnya. Ummu ‘Athiyah ikut terlibat […]

  • PETI Molalahu Mulolo: Banyak yang Tahu, Tambang Terus Mengoyak (Bagian 2)

    PETI Molalahu Mulolo: Banyak yang Tahu, Tambang Terus Mengoyak (Bagian 2)

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Momy Hunowu
    • visibility 208
    • 0Komentar

    RDP pada 21 Juli 2026 akhirnya berjalan, meski kursi kepolisian tetap kosong. Di ruang rapat itu, warga telah membuka satu demi satu persoalan. Alat berat yang masuk tanpa rasa takut, police line yang ditinggalkan ekskavator, desa-desa di hilir yang menunggu kiriman lumpur, serta pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya berdiri di belakang kegiatan PETI. Namun, persoalannya […]

  • Titik Nadir Gorontalo Vs BSG: Fokus Rebut Kuasa, Bukan Bank Baru!

    Titik Nadir Gorontalo Vs BSG: Fokus Rebut Kuasa, Bukan Bank Baru!

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Saat ini di kancah global kita menyaksikan dinamika perang dagang antara kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, di mana kebijakan proteksionis dan persaingan sengit mewarnai hubungan ekonomi. Di tingkat regional, dinamika serupa tampaknya terjadi dalam hubungan antara Gorontalo dan Bank SulutGo (BSG). Isu keputusan Gorontalo untuk mempertimbangkan keluar dari struktur pemegang saham BSG dan […]

  • Mahasiswa KKN Desa Boidu Edukasi Masyarakat tentang Teknologi Climate Smart Agriculture

    Mahasiswa KKN Desa Boidu Edukasi Masyarakat tentang Teknologi Climate Smart Agriculture

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Mahasiswa KKN Tematik Tahap II Desa Boidu melaksanakan program kerja yang memanfaatkan teknologi Climate Smart Agriculture. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Desa Boidu, khususnya Sanggar Tani pada hari Selasa (9/9/2025). Koordinator desa Nabil murtono menyampaikan bahwa Tujuan kegiatan ini di buat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan teknologi untuk mengurangi […]

expand_less