Breaking News
light_mode
Trending Tags

Abdullah bin Salam: Seorang Rabbi yang Mengenali Kebenaran (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #23)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 24
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Abdullah bin Salam adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad yang berasal dari kalangan Yahudi di Madinah. Sebelum memeluk Islam, ia dikenal sebagai seorang rabbi, sebutan untuk pemimpin agama Yahudi yang memahami Taurat dan hukum-hukum keagamaan Bani Israil. Ia berasal dari Bani Qaynuqa’, salah satu komunitas Yahudi yang tinggal di Madinah sebelum kedatangan Nabi.

Nama aslinya sebelum masuk Islam adalah Al-Husain bin Salam. Ia dikenal sebagai orang yang saleh, memiliki pengetahuan agama yang mendalam, dan dihormati oleh kaumnya. Dalam berbagai riwayat, Abdullah bin Salam digambarkan sebagai seseorang yang tekun mempelajari kitab suci dan memiliki kepekaan dalam membaca tanda-tanda kenabian yang disebutkan dalam tradisi Yahudi.

Ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, berita tentang kedatangannya segera tersebar di seluruh kota. Abdullah bin Salam termasuk orang yang tertarik untuk melihat langsung sosok yang disebut-sebut sebagai nabi tersebut. Ia datang bersama orang banyak untuk melihat Nabi ketika pertama kali tiba di Madinah.

Dalam riwayat yang disebutkan dalam Sunan al-Tirmidzi, Abdullah bin Salam menceritakan kesan pertamanya ketika melihat Nabi Muhammad. Ia mengatakan bahwa ketika wajah Nabi terlihat olehnya, ia segera merasa bahwa wajah itu bukan wajah seorang pendusta. Kesan pertama itu meninggalkan pengaruh yang kuat dalam dirinya.

Pada kesempatan itu pula Nabi menyampaikan beberapa nasihat kepada orang-orang yang berkumpul. Di antara kalimat yang terkenal dari khutbah awal Nabi di Madinah adalah ajakan untuk menyebarkan salam, memberi makan orang lain, menjaga hubungan kekerabatan, dan melaksanakan salat pada malam hari ketika orang lain sedang tidur. Nasihat itu sederhana tetapi memiliki kedalaman moral yang kuat.

Abdullah bin Salam kemudian menemui Nabi secara pribadi. Ia mengajukan beberapa pertanyaan yang menurutnya hanya dapat dijawab oleh seorang nabi. Dalam riwayat yang terdapat dalam Sahih al-Bukhari, ia menanyakan tiga hal: tanda pertama hari kiamat, makanan pertama yang akan dimakan oleh penghuni surga, dan sebab kemiripan anak dengan ayah atau ibunya.

Nabi Muhammad menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Setelah mendengar jawaban itu, Abdullah bin Salam menyatakan keislamannya. Ia mengakui bahwa penjelasan tersebut sesuai dengan pengetahuan yang ia temukan dalam tradisi kitab yang ia pelajari sebelumnya.

Namun Abdullah bin Salam mengetahui bahwa kaumnya mungkin tidak akan menerima keputusannya dengan mudah. Ia meminta Nabi memanggil para tokoh Yahudi Madinah dan menanyakan pendapat mereka tentang dirinya sebelum mereka mengetahui bahwa ia telah memeluk Islam.

Nabi kemudian memanggil mereka dan bertanya tentang Abdullah bin Salam. Mereka menjawab bahwa ia adalah orang terbaik di antara mereka, seorang yang paling berilmu dan paling dihormati. Setelah mereka mengatakan itu, Abdullah bin Salam keluar dan menyatakan bahwa ia telah memeluk Islam serta mengakui Nabi Muhammad sebagai utusan Allah.

Reaksi mereka segera berubah. Orang-orang yang sebelumnya memujinya mulai mencelanya dan menolak pengakuannya. Peristiwa ini sering disebut dalam riwayat sebagai contoh bagaimana posisi sosial seseorang dapat berubah secara cepat ketika ia mengambil pilihan keyakinan yang berbeda dari komunitasnya.

Setelah masuk Islam, Nabi memberi Abdullah bin Salam nama baru yang menggantikan nama lamanya. Ia kemudian menjadi bagian dari komunitas Muslim di Madinah dan dikenal sebagai sahabat yang memiliki pengetahuan luas tentang kitab-kitab sebelumnya. Pengetahuannya tentang tradisi Bani Israil membuatnya sering menjadi rujukan dalam beberapa persoalan yang berkaitan dengan kisah-kisah terdahulu.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosa karena Sombong Sulit Diampuni, KH. Muhyidin Zeni Ungkap Perbedaannya Play Button

    Dosa karena Sombong Sulit Diampuni, KH. Muhyidin Zeni Ungkap Perbedaannya

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 164
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Muhyidin Zeni, menegaskan bahwa dosa yang bersumber dari kesombongan memiliki dampak spiritual yang jauh lebih berbahaya dibanding dosa yang lahir dari dorongan syahwat. Hal ini disampaikan dalam pengajian rutin yang tayang di Nutizen TV, yang disadur dari Kitab Nashoihul Ibad karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani yang berisi […]

  • Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Di sebuah lekuk perbukitan yang bernama Buttu, yang lebih familiar dengan Buttu Da’ala,  pada tahun 1953, lahirlah seorang anak lelaki dari rahim perempuan sederhana bernama Ruhana. Anak itu diberi nama Baharuddin. Kelak, orang-orang akan mengenalnya sebagai AGH. Baharuddin bin Ta’nang bin Shahir, seorang guru yang tidak sekadar mengajar, tetapi menanam masa depan. Buttu adalah kampung […]

  • Dunia Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai 6 Tahun Berjuang Lawan Kanker

    Dunia Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai 6 Tahun Berjuang Lawan Kanker

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dunia hiburan Tanah Air kembali diselimuti kabar duka. Penyanyi pop Indonesia, Vidi Aldiano, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.33 WIB setelah berjuang melawan Kanker Ginjal yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir. Kabar wafatnya pelantun lagu Nuansa Bening itu pertama kali diketahui publik melalui unggahan di media sosial oleh sahabatnya, Deddy Corbuzier. […]

  • Islah PBNU Tercapai, Rais Aam dan Ketua Umum Sepakat Gelar Muktamar Bersama

    Islah PBNU Tercapai, Rais Aam dan Ketua Umum Sepakat Gelar Muktamar Bersama

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 113
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasuki babak baru setelah tercapainya islah antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Rekonsiliasi tersebut dicapai dalam pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025). Pertemuan yang diprakarsai para Masyayikh dan Mustasyar PBNU itu […]

  • Tokoh Moral Itu Telah Pergi

    Tokoh Moral Itu Telah Pergi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Pagi 31 Januari 2026, saat saya sedang mengikuti sertifikasi dai yang diselenggarakan PB DDI di Hotel UIN Alauddin Makassar, kabar duka itu datang tiba-tiba: Bapak Salim S. Mengga mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit di Makassar. Informasi itu saya baca lewat grup WhatsApp. Kaget, saya terdiam sejenak, menundukkan kepala, lalu membacakan […]

  • Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Refleksi Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Oleh : Pepi Al-Bayqunie (Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Di Indonesia, demokrasi kerap tampil meriah hanya saat pemilu. Angka, statistik, dan pesta politik menjadi hal yang paling mencolok. Namun, setelah hiruk pikuk itu usai, demokrasi sering kembali sepi. Ia menyusut menjadi prosedur […]

expand_less